Happy reading 💜
Vote dulu baru baca ya, say😉
-
*****
Duarr!
Duarr!
Duarr!
"Yak! Min pucat buka pintunya!"
"Yak! Min koceng judes, gula batu, kulkas bejalan, buka saor saor ...."
Suara gebrakan dan teriakan yang menggema di lorong apartemen itu berhasil bikin bulu kuduk para penghuni merinding. Tapi gak ada yang berani negur, apalagi buka pintu. Siapa juga yang mau ribut sama cowok bertampang preman tapi punya gigi kelinci itu?
Yoongi, sang empunya apartemen, baru aja narik selimut lebih rapat waktu suara teriakan itu nyerang gendang telinganya.
"Huftt ... sial."
Dengan muka bantal dan mata yang masih separuh melek, dia ngesot dari kasurnya. Tapi baru beberapa langkah dari ranjang, kaki dia nyangkut di ujung karpet dan—
BRUKK!
"Argh, kampret!"
Yoongi nyengir nahan sakit. Sialan, jatuh di tangga juga gak keren-keren amat, apalagi kalau abis itu harus buka pintu buat si manusia ribut itu.
Begitu pintu kebuka, wajah Yoongi langsung kena pantulan senyum ngeselin dari si troublemaker: Jeon Jungkook.
"Yak! Jeon Jungkook, lo ganggu gua—"
"Yoon."
Jungkook langsung nyelonong masuk, duduk di sofa kayak dia yang punya apartemen.
Yoongi sempat buka mulut mau ngomel, tapi keinginan itu berhenti waktu matanya nangkep kondisi Jungkook. Lebih parah dari sebelumnya. Ada bekas luka, darah yang belum kering, dan lebam yang mulai membiru. Gak kebayang, dia abis berantem kayak apa.
Yoongi nahan nafas. Ini bukan kali pertama, tapi tetap aja, liat Jungkook kayak gitu rasanya gak pernah biasa.
Dengan gerakan sigap, dia bantu buka jaket dan hoodie Jungkook, nyisain kaos dalam dan celana pendek yang kebesaran.
"Lu kenapa lagi, Kook?"
Nada khawatir itu keluar tanpa bisa ditahan.
Jungkook senyum—senyum kampret, tapi entah kenapa tetap manis. "Nih, gua udah beli obat. Stok P3K lu abis kan?"
"Ya iya lah, lo ngabisin. Nih rumah udah kayak klinik darurat buat lo doang."
Yoongi ngegas sambil nyamber kantong plastik dari tangan Jungkook, lalu ke dapur. Dapur yang bisa keliatan jelas dari ruang tengah itu bikin Yoongi bisa tetep ngawasin si bocah berdarah-darah ini.
Di sofa, Jungkook lagi berusaha ngelap sisa darah di lengannya pake tisu. Yoongi mendesah pelan. Lagi-lagi... cowok itu ngelukain diri sendiri entah karena siapa dan apa.
Dengan mangkok air hangat dan kapas, Yoongi mulai bersihin luka yang ada di leher Jungkook.
"Awww! Sakit Yoon!"
"Ini aja lo teriak sakit. Gimana pas lo dapet semua luka ini?" Yoongi nyeletuk sambil terus ngerawat luka itu.
"Gak sakit," gumam Jungkook pelan. Tapi cukup jelas buat Yoongi denger.
Yoongi berhenti sebentar. "Apa?"
"Saat gua berantem, gua gak ngerasa sakit," ulang Jungkook.
Yoongi tertawa—pahit. "Ngaco lo. Gak ada tuh orang dipukul, ditusuk, terus gak ngerasa sakit."
Jungkook ngelirik sekilas. "Lo gak percaya? Sama. Gua juga."
Kalimat itu bikin Yoongi nelen ludah. Entah kenapa, kata-kata Jungkook terdengar serius, dalam. Bukan buat lucu-lucuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
For Taehyung (VKOOK)✅
FanfictionWARMING (INI CERITA GANTI GENRE GS KE BL YAA, kalo ada typo mohon maaf, kalian bisa komentar) BOYS LOVE (END) Saat sebuah rahasia menjadi alasan untuk berjuang. Itulah yang Jungkook lakukan agar kembali pada 'dia'. Hidup yang tidak biasa dan dipenuh...
