Chapter 14

1.3K 89 1
                                        

Happy reading 💜

Vote sebelum baca ok😉

-

*****

"Parah lo, Kook," ucap Felix setelah mengisap rokok yang terselip di jarinya.

Sekarang Jungkook berada di markas NORE. Sesuai janjinya pada Namjoon tadi pagi, dia akan menjelaskan semuanya di sini, supaya tidak ada lagi pertanyaan dari teman-temannya.

"Mau gimana lagi? Hampir aja gue bunuh si bule," tutur Jungkook sambil terus memainkan game di ponselnya bersama Jimin.

"Lo beneran gak papa, Kook?"
Kali ini sang ketua, Mark, yang angkat suara. Semua yang ada di ruangan itu mengangguk pelan, setuju dengan kekhawatiran yang disuarakan.

Jungkook hanya tersenyum tipis, membayangkan kejadian malam itu—malam saat polisi tiba-tiba datang dan menembakkan senjata sebagai peringatan, menghentikan aksi brutalnya. Ia memang paling malas kalau sudah urusan dengan hukum. Ribet. Merepotkan.

Malam itu, Jungkook sempat dikejar polisi. Tapi, jangan panggil dia DJ2 kalau gak bisa lolos. Setelah berhasil kabur, ia langsung menuju apartemen Yoongi—sempat mampir ke apotek terlebih dulu. Setelah mendapat pertolongan dari Yoongi, Jungkook pulang ke rumahnya dan mengurung diri selama dua hari. Tanpa kabar. Tanpa pesan. Tanpa jejak.

"Seperti yang kalian lihat, gue gak akan tumbang begitu aja," ucap Jungkook seraya meletakkan ponselnya. Ia menghela napas panjang.

"Gak usah bales perlakuan mereka," lanjutnya, seperti tahu apa yang sedang dipikirkan teman-teman berandalnya.

"Tapi—"

"Ini udah jadi urusan pribadi. Gue gak mau kalian ikut campur. Daniel dan gengnya bukan tandingan buat kalian, tapi tetap aja... ini salah gue."

"Lo gak nganggep kita?"
Jimin akhirnya buka suara. Dari tadi hanya diam, tapi bukan berarti ia tidak mendengar. Ia paham maksud Jungkook. Tapi ia tidak suka jika keberadaannya dianggap tidak penting—terutama bagi seseorang seperti Jungkook.

"Masalah lo, masalah kita juga. Begitu pun sebaliknya."

"Jim, sudahlah," potong Namjoon dengan nada tenang.

Cowok berdimple itu berdiri dari tempatnya, lalu pindah duduk di samping adiknya. Ia menepuk-nepuk pelan pundak Jungkook dan menatapnya penuh makna.

"Kook... kita semua tahu lo lebih kuat dari kami. Tapi ingat, Kook. Lo gak sendirian. Ada kami di sini. Ada Hyung. Ada NORE."

Jungkook memutar bola matanya, malas. Ia memang bukan tipe orang yang suka dinasihati, apalagi soal urusan pribadinya.

Ada banyak alasan kenapa Jungkook memilih diam soal masa lalunya. Tak ada yang tahu tentang keluarganya. Rumahnya. Dari mana asalnya. Tak ada yang tahu alasan besar kenapa ia begitu mencintai Taehyung. Bahkan tak seorang pun tahu seperti apa sebenarnya kondisi jiwanya.

"Gue yang nyiptain dunia hitam ini. Gue yang gak bawa cahaya sampai akhirnya tersesat. Tapi gue yakin... gue bakal selesaiin semuanya."

-

"Bagaimana dengan Jungkook?" tanya Daniel pada seseorang yang terbaring di brangkar.

"Dia terluka," jawab Vernon sambil menahan sakit di lengannya.

Brakkk!

"Apa kalian berniat membunuhnya! Gue Uda bilang jangan sampai dia terluka." Daniel mengebrak meja di ruang rawat Vernon. Semua ketakutan melihat tampang menyeramkan seorang Kang Daniel.

For Taehyung (VKOOK)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang