Chapter 23

1.2K 70 2
                                        

VOTE DULU BARU BACA YE DUDE

-

-

-

Happy reading 💜

****

Hoseok sedari tadi hanya diam. Matanya terus tertuju pada sosok sahabatnya yang begitu tampan namun terlihat penuh tanda tanya—Taehyung. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik wajah lelaki itu, terutama saat Taehyung terdiam, larut dalam pikirannya sendiri.

"Wae?" tanya Taehyung ketika sadar dirinya diperhatikan terlalu intens oleh Hoseok.

Hoseok dengan cepat membuang pandangannya. Ia mengepalkan tangannya, seolah sedang menahan sesuatu yang menyesakkan di dadanya.

"Jangan bilang kalo lo suka sama gue. Hey, dude. Gue masih straight," canda Taehyung, berusaha mencairkan suasana. Ia tiba-tiba merangkul Hoseok dengan tawa yang dibuat-buat.

"Apaan sih! Straight ditempeli Jungkook biasa aja lu, pernah dicium juga." Jawaban Hoseok terdengar pahit. Bukan sekadar lelucon. Nadanya dingin, seperti membawa luka yang tak bisa ditutupi.

Taehyung mengernyit heran. Nada itu... bukan Hoseok yang biasanya. Bukan sahabat cerianya yang selalu ringan dalam berbicara.

"Sensi amat. PMS lo. Kalo ada masalah cerita mah ke gue," ujar Taehyung sambil kembali mendekat. Ada ketulusan dalam suaranya, meski tak sadar bahwa hatinya sendiri sedang tertutup rapat.

"Tae..." panggil Hoseok, suaranya pelan.

"Wae?"

"Lo kenapa sih bisa gak suka sama Jungkook? Apa karena dia cowok, urakan, nakal... atau apa?"

Taehyung menarik napas. Dalam. Lalu menatap Hoseok dengan pandangan tajam namun getir. "Gue straight. Dan lo tau gue suka cewek lembut... kayak Eunha."

"Tapi... lo gak tau Jungkook itu kayak gimana."

"Emang lo tau?"

Pertanyaan itu membuat Hoseok terdiam. Bibirnya mengatup. Lidahnya kelu. Ia tidak mengenal Jungkook secara pribadi. Hanya potongan-potongan cerita dari pamannya, Donghae. Cerita yang cukup untuk mengguncang pandangannya selama ini. Cukup untuk membuatnya percaya bahwa Jungkook adalah lebih dari sekadar label murahan yang orang-orang tempelkan.

Namun ia tahu... belum saatnya ia bercerita. Ada terlalu banyak rahasia. Terlalu banyak luka yang belum sembuh. Hoseok hanya menggeleng. Pelan. Dengan mata yang mulai berkaca.

"Dan juga," lanjut Taehyung, suaranya lebih pelan, namun penuh dendam yang dingin, "gue gak bisa lupa atas apa yang cowok itu lakukan dulu. Dia membunuh Hobe."

"Bukannya udah pasti kalo Jungkook bukan yang membunuh mereka?"

"Tetep. Anak itu yang membuat tiga orang sekaligus bunuh diri. Apa itu belum cukup untuk bilang dia... psikopat?"

"Tae!" bentak Hoseok, emosinya pecah. Sakit. Bukan hanya karena kata-kata itu menyayat, tapi karena ia tahu Jungkook sendiri sudah lama menanggung beban nama itu di punggungnya.

"Berhenti beropini... Meski aku gak bisa bilang apa-apa sekarang. Berhenti egois, sebelum semuanya bikin kamu menyesal."

Hoseok berdiri. Langkahnya mantap tapi gemetar karena amarah yang mendidih. Ia tak menoleh lagi. Pergi begitu saja, meninggalkan Taehyung yang kini termenung sendirian.

Taehyung tidak mengerti. Kenapa Hoseok begitu memaksa? Kenapa sahabatnya itu tiba-tiba membela Jungkook?

Bukankah dia tahu kalau Taehyung sudah punya pacar? Apa mungkin... Hoseok suka Jungkook?

For Taehyung (VKOOK)✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang