Chapter 34

557 40 3
                                        

Happy Reading

Jangan lupa Vote dan komen


*****


Suara pintu otomatis terbuka di lantai utama Kim Corporation. Di antara deretan pria-pria berdasi yang hilir mudik membawa berkas dan pembicaraan serius lewat ponsel, seorang anak laki-laki dengan tas ransel abu-abu menenteng sebuah map biru, melangkah percaya diri menuju meja resepsionis.

"Aku mau ke lantai 12. Cari Papa Kim Taehyung."

"Oh! Dek Yeonjun, ya? Udah ditunggu tadi, Naik aja langsung ya," ujar resepsionis sambil tersenyum, sudah hafal dengan wajah bocah itu.

Lift berdenting. Yeonjun melangkah masuk. Rambutnya hitam pekat dengan poni miring, mata bundar tajam namun cerah, dan ekspresi wajah yang seolah selalu punya pertanyaan baru untuk dunia. Di balik seragam SMP-nya yang rapi, ia memancarkan aura yang tidak semua anak seusianya miliki.

Di lantai 12, ruangan Taehyung terbuka sedikit. Di dalam, pria muda itu tengah berdiri di depan whiteboard, berbicara dengan dua orang kolega. Salah satunya adalah Chanyeol — pria jangkung dengan jas biru tua dan ekspresi serius.

"Papa!" seru Yeonjun sambil mengetuk pelan pintu.
Taehyung menoleh, ekspresinya langsung melunak. "Jun-ah? Kok tumben datang jam segini?"

Yeonjun masuk dan berjalan ke arah Taehyung, menyelipkan map birunya ke dalam tas sang ayah.

"Tugas sekolah udah beres. Dan aku mau bilang sesuatu. Tapi... jangan marah dulu."

Taehyung menyipitkan mata, melipat tangan di dada. "Hmm... terdengar seperti sesuatu yang bisa bikin Papa jantungan."

Chanyeol tersenyum di sudut ruangan, mencuri dengar tanpa menyela.

Yeonjun menarik napas dalam.

"Aku dipilih mewakili sekolah buat lomba Taekwondo tingkat provinsi."

"APA?" Taehyung berseru kaget, tapi langsung berubah jadi tawa. "Jun! Itu kabar bagus! Astaga, kamu nggak kasih Papa waktu buat tebak-tebakan dulu?"

"Biar lebih dramatis aja." Yeonjun cengengesan. "Ternyata belajar sama Paman-paman nggak sia-sia."

"Sebenarnya itu berbahaya, tau nggak." Taehyung menyentil pelan dahinya. Anak yang memiliki duplikat wajahnya hanya tersenyum, wajah yang sama tetapi senyum yang berbeda. Senyum yang mirip dengan seseorang.

Yeonjun duduk di kursi tamu, membuka kotak bekalnya. "Aku tahu Papa belum makan. Nih, aku bawain kimbab dari rumah. Masih anget. Tadi aku bantu Nan Baekie di dapur."

Taehyung mengambil kotak itu, tersenyum hangat.

"Terima kasih, anak baik."

"Papa... kalau aku cepat belajar bela diri, kayaknya karena aku nurun dari seseorang ya? Paman Namjoon sering bilang, kamu mirip banget dia."

Taehyung melirik, bingung. "Maksudnya dari siapa?"

Yeonjun mengangkat bahu. "Nggak tahu, cuma kadang aku ngerasa... kayak aku pernah tahu suara dalam kepala aku. Yang suka bilang 'jangan takut'. Aneh ya?"

Taehyung mendekat duduk di samping anaknya, menyentuh pundak putranya. Taehyung menahan napas sesaat.

"Itu bukan aneh, Jun," jawabnya akhirnya. "Itu... mungkin bagian dari dirimu yang sedang mencari tahu dari mana kamu berasal. Semacam kealihan mu."

"Yaa mungkin mirip Papa gitu."

Chanyeol berjalan pelan ke arah mereka sambil membawa dua botol air mineral. Mengusak kepala Yeonjun gemas.

For Taehyung (VKOOK)✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang