Satu tahun Acel di sini, dan perasaan yang selalu dia rasakan adalah kesepian. Dia ga di perbolehkan kemanapun, bahkan hp dia gak punya. Satu satunya yang dia punya adalah tv sebagai alat elektronik yang menghiburnya dan dirinya sendiri, bahkan sekarang dirinya sendiri mulai berubah.
Tubuhnya sedikit sedikit mulai berubah, mulai dari payudara yang mulai berkembang kulit yang kian halus, bahkan burung kecilnya juga sudah jarang melakukan tugasnya. Biasanya burungnya akan tegak kalau pagi hari tapi sudah setengah tahun brungnya ga pernah tegak rutin, tapi ya Acel cuma diam.
Awalnya Acel senang ketika dia di perlakukan bak ratu di sini tapi lama kelamaan dia jenuh bahkan dia ada di titik stress seperti burung yang tak tahu lagi dimana dia hidup. Acel sudah lama tak menghirup dunia luar, tak bersosialisasi dengan orang bahkan bicara pun dia jarang.
"Bosen banget di sini ga ada apa pun kenapa ya sama mas Arif kok giniin aku"
Kata kata itu terus menerus berputar di otak Acel rasa penasaran kenapa Arif memperlakukan dia seperti ini. Tetapi namanya bukan Acel kalau ga tolol, jadi dia hanya diam setahun ini gak ada perlawanan sama sekali dan terus menerima segala perlakuan Arif.
Tapi pernah sekali Acel bertanya kepada Arif kenapa dia tidak di izinkan keluar dan saat itu juga Acel di pukuli dan di kurung di kamar seminggu, walau makanan selalu di sediakan di kamar tapi rasa bosan dia selalu menggerogoti. Mulai dari situ dia tak berani lagi untuk bertanya kepada Arif, dan memang dasarnya dia penurut sih.
Setiap hari dia memendam rasa kangen akan kehidupannya dulu, bukan kehidupannya yang liar dan tak terkendali. Tapi kehidupan yang mana dia bisa bebas buat melakukan hal kesukaannya, dulu dia bisa ke mana pun tanpa dilarang tapi sekarang jangankan jalan jalan keluar bahkan Arif yang menurutnya baik pun tak pernah bertanya bagaimana keadaannya barang satu kalipun.
Arif gak setiap hari menemani Acel, sepertinya hanya seminggu dua kali paling banyak, kepentinagnnya pun gak banyak banyak hanya mengantarkan bahan belanjaan dan menemani Acel tidur setelah Acel bangun dia gak keliatan lagi, begitu aja seterusnya. Perlakuan Arif masih sama lembutnya kok kayak yang dulu, tapi rasanya semakin lama semakin hampa.
"Mas Arif kapan kesini? aku gak ada temen sama sekali loh, aku.......kesepian"
Setelah mengatakan itu suara isakan terdengar mengalun lembut dari Acel, sepertinya mental dia mulai tergoyah.
Untuk mengenyahkan rasa sedihnya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bath up sampai penuh untuk berendam. Bajunya gak di lepas dia langsung masuk ke dalam bathup dalam keadaan masih berbaju lengkap seperti orang gak sabar banget buat mandi. Tubunya dia celupkan semuaanya kedalam air, sampai oksigen habis dan Acel melakukan percobaan bunuh diri karena rasa bosannya dan gangguan mental yang ia derita.
**************
5 menit setelah percobaan bunuh diri itu seseorang memasuki apartemen, orang itu Arif orang yang membuat Acel seperti ini.
'cklek'
pintu di buka dengan mudah karena kartu kunci Arif yang pegang, tak ada satu pun yang memegang kartu akses selain dirinya, bahkan Acel seklaipun.
"Sayang?"
Tak ada sahutan, hanya sepi.
"Sayang"
Sekali lagi hanya sepi yang ada.
"SAYANG"
Makin lama intonasi suaranya makin tinggi, bahkan sudah tidak terhitung dia mengumandangkan kata sayang tersebut.
Tak ada kepanikan di wajah Arif, sungguh dia tak panik sama sekali karena dia yakin Acel tak akan bisa keluar, bahkan dia bukan orang yang nekat.
Tibalah kakinya melangkah ke kemar mandi, dan.................... Walla dia menemukan orang yang dia panggil sayang di bathup.
Segera Arif mengeluarkan Acel dari bathup, dengan tenang tidak ada kepanikan barang setitikpun. Gerak gerik yang di keluarkan pun juga tenang sekali, pertama yang Arif lakukan adalah melihat denyut nadinya ternyata denyut nadinya masih ada, terbukti Acel hanya pingsan atau bisa di bilang dia berada di ambang kematian. Entah ini suatu mukzizat atau tuhan belum mengizinkan Acel pergi, karena orang normal hanya mampu bertahan di dalam air sekitar 60-90 detik. Acel termasuk wong betah sih.........
Kegiatan selanjutnya Arif hanya mengganti baju Acel yang basah dengan baju tidur baru, dan menyuntikkan sesuatu yang aneh di badan Acel.
"Sayangku gak boleh mati kayak yang lain yaaa soalnya kamu istimewa"
Setelah perkataan itu Arif tersenyum mengerikan dan menidurkan tubuhnya memeluk Acel.
HAYOOOOOOO ACELNYA DI APAIN YAAAA
Bisa tebak lah di kolom komentar
KAMU SEDANG MEMBACA
Dijual
FantasiAwalnya aku di jual oleh mantan pacarku, sampai aku tak bisa keluar lagi dari lingkaran hitam ini walau aku sudah tidak di jual. Aku Menjual Diriku
