22

284 8 1
                                        

.

.

.

.

.

.

.

.

Di kamar _

"ke bawah yuk, papa sama mama udah nungguin kita" ucap ano

sambil mengacak-acak rambut milik karin

"heh! baru juga tadi habis nyisir rambut ih" ucap karin

"habis pacarku gemesin hehe" cengir ano

"huuuu yaudah ayooo ah nanti papa sama mama nunggu lama" ajak karin yang berjalan mendahului ano

"tadi juga yang molor juga siapa, giliran ditunggu malah ninggalin dasarr, untung pacar gw klo bukan gw buang ke kali tuh" gumam ano sambil nyengir

.

.

.

.

.

di dapur_

setelah mereka berdua turun, akhirnya semua menikmati makan malam bersama disertai candaan dan godaan dari lina dan reno.

selesai makan malam ano dan karin pamit terlebih dahulu untuk ke kamar.

di kamar_

ano berjalan ke arah balkon sambil membawa sebungkus rokok ditangannya.

duduk di kursi balkon sambil memandang menikmati indahnya langit di malam hari.

karin berjalan menyusul pacarnya ke balkon sambil membawakan secangkis kopi untuknya.

"diminum ya sayang"

"eh- iya sayang makasih ya" ucapnya sambil mengalihkan pandangannya dari langit untuk melihat pacarnya yang datang dengan membawa secangkis kopi untuknya. sungguh so sweet

"sama-sama emh" senyum karin sambil naik kepangkuan ano dan mengalungkan tangannya pada leher pacarnya

sehabis menyeruput kopinya dan menghempuskan asap rokok, 

"kenapa babeee? dinginn hmm?" bisiknya pada telinga karin 

Membuat sang empu mendesah karna hempusan milik ano

"emhh ssayangghh gelii ihh emh"

Mendengar desahan sang pacar membuat ano merangkul pinggang milik karin agar menjadi lebih dekat dengannya.

ano menatap karin lekat 

lalu perlahan mendekatkan wajahnya 

terjadilah bibir saling bersentuhan lalu saling melumat dan bertukar saliva satu sama lain.

Dinginnya malam menjadi saksi cinta mereka berdua

Dinginnya malam berubah karena kehangatan yang mereka cipta

.

.

.

.

.

keesokan hari




SEDIKIT DULU

SEE U ALL


Si Pede [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang