BONUS CHAPTER

333 7 0
                                        

Pagi di Bali itu harusnya tenang.

Harusnya.

Tapi kenyataannya...

"DEEEEE! CEPETAN BAJU LU MANA!"
Ano teriak sambil nyari sendalnya yang entah pindah ke kasur siapa.

"ANJIRRR INI BAJU SIAPA DI KEPALA GUE?!"
Ade keluar dari kamar sambil pakai kaos SALAH BADAN kebesaran dua ukuran, motif bunga cerah kaya daster nenek-nenek.

"ITU BAJU GUE!!"
Aleya teriak sambil ngejar Ade sambil bawa hanger.

"LAH KOK ADA DI KEPALA GUE COG?!"

"SANA LEPAS!!"

"GA MAU! Enak anget, kek ada sisa wangi lu-"

"HEH MINGGIR!" Aleya nyabik kerah baju Ade.

Ade panik, "YA AMPUN YA ALLAH KERAHNYA RUSAK-"

"KALAU RUSAK, GUE RUSAKIN LO SEKALIAN!"

"TAPI BOLEH SIH-"

"HEH JANGAN NGELAWAK DEH!" Aleya makin merah wajahnya.

Sementara itu, Ano cuma nyender di kusen pintu sambil geleng-geleng.
Di sebelahnya Karin berdiri dengan coffee cup, masih ngantuk tapi tetap cantik.

"Ade sama Aleya tuh lama-lama cocok loh," gumam Karin.

Ano nyeruput minumannya. "Emang udah jadian. Cuma mereka belum sadar."

"HEH SIAPA YANG JADIAN SAMA MONYET!"
Aleya teriak dari dalam kamar.

"HEH SIAPA JUGA MAU SAMA ANAK BABI!" balas Ade.

Ano dan Karin saling pandang.

"...mereka udah couple vibes banget ya?"
"Ampun banget."

Karin akhirnya narik Ano ke luar hotel.
"Udah-udah, ayo sarapan dulu. Biar ga stres ngeliatin dua bocil perang dunia."

.

.

.

.

.

.

.

Setelah sarapan, rombongan pergi ke pantai.

Ade langsung lari ke laut sambil teriak, "WOIIII AKU JADI POSEIDON!"
Tiga detik kemudian
BYUR!
Ade kejedot ban pelampung bocor.

"Poseidon kepentok ban bekas," komentar Andy datar.

Sementara Aleya cuma lipat tangan sambil nyinyir,
"Ih laki-laki apa bocil TK sih."

Tapi...
Pas Ade teriak kesakitan sambil tenggelam setengah badan

"DE! KAMU GAPAPA?!"
Aleya reflek lari ke arahnya.

Semua orang
"...oh mereka beneran jadian hari ini."

Aleya bantuin Ade berdiri, tapi malah terpeleset... dan jatuh ke pelukan Ade.

Ade beku.

Aleya beku.

Ano udah siap ngerekam.

Aleya buru-buru berdiri. "ITU GARA-GARA PASIRNYA LICIN!"

Ade nyengir, "Iya iya. Tapi kalo jatuh ke aku lagi gapapa kok."

"HUS! NORAK!"
Tapi pipi Aleya merah.

.

.

.

.

.

Setelah main air, mereka duduk-duduk di pinggir pantai.
Tiba-tiba ada bule cowok tinggi, ganteng, rambut blonde datang.

Si Pede [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang