28

191 6 0
                                        

Sinar matahari pelan-pelan masuk lewat jendela besar kamar mereka.
Karin terbangun lebih dulu.

Ia sadar...
posisinya sedang dipeluk Ano dari belakang, lengan Ano berada di pinggangnya, kepala Ano bersandar di bahunya.

Napas hangat Ano mengenai lehernya.

Karin tidak bergerak.
Jantungnya memanas pelan.

"...dia lucu banget kalau tidur," gumam Karin sambil menatap wajah Ano.

Tiba-tiba Ano bergumam setengah sadar.

"Hmm... jangan pergi dari pelukanku... masih ngantuk..."

Karin langsung membeku.
"...S-sayang?"

Ano membuka mata perlahan.
Masih setengah ngantuk, ia menarik Karin lebih dekat lagi.

"Tadi malam kamu sempat nangis ya?" suara Ano serak pagi hari.
Suara yang bikin Karin makin meleleh.

"...enggak ah," Karin memalingkan wajah.

Ano menyelipkan wajah ke leher Karin, memeluk dari belakang.

"Kalo kamu cemburu, bilang aja. Aku suka kok."

"ANO!" Karin menabok tangan Ano yang melingkari pinggangnya.

"Tapi beneran... kamu lucu kalau cemburu..."
Ano mencium bahu Karin singkat.

Karin merona seketika.
"Jangan gitu... pagi-pagi..."

"Aku sayang kamu."
Nada Ano rendah dan tulus.

Karin menoleh pelan.
Ano mengusap pipinya lembut

gestur yang hanya Ano lakukan kalau lagi beneran sayang.

"Sayang juga," ucap Karin hampir berbisik.

Ano menunduk dan mencium Karin.
Ciuman pagi

hangat, lambat, intim, tanpa buru-buru.

Lembut tapi dalam.

Karin membalas, tangannya naik ke leher Ano.
Ano memeluk pinggang Karin makin erat, memperdalam ciuman itu.

"Hm... sayang..." lirih Karin di sela napas.

Ano tersenyum tipis.
"Ayo bangun... nanti temen-temen ngira kita ngapa-ngapain."

"Emang Kita ngapa-ngapain?" tanya Karin sambil menaikkan alis.

Ano garuk kepala sambil nyengir.
"Kita ciuman doang kok... itu pun kamu yang mulai"

"HAH?! Aku?!"

Ano langsung kabur ke kamar mandi sambil ketawa.

Karin ngejar sampai depan pintu, memukul pelan bahu Ano.

"Ayo mandi dulu, babe," ucap Ano sambil berkacak pinggang sok keren.

Karin mendorong kepalanya.
"LEBAY!"

Tapi dia tersenyum.

Si Pede [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang