30 (END)

375 10 0
                                        

Hari terakhir di Bali, rombongan memutuskan makan siang di restoran seafood pinggir pantai. Tempatnya ramai, hampir semua kursi penuh.

Karin duduk di samping Ano, sementara Alexy duduk agak jauh di ujung meja, tampak murung sejak pagi.

Ade berusaha mencairkan suasana.
"Lex, mau minum apa? Es kelapa? Lemon tea?"

Alexy hanya menggeleng lemah.
"Aku ke toilet dulu..."

Dia berdiri dan berjalan sendiri.

Ano yang sedang memesan makanan tiba-tiba melihat sesuatu yang aneh,

seorang pria paruh baya

dengan kamera digantung di leher

mengikuti Alexy dari belakang.

Awalnya Ano mengira itu kebetulan.

Tapi pria itu mengikuti sampai ke lorong dekat toilet.

Ano berdiri spontan.

"No, kenapa?" tanya Karin.

"Aku lihat orang aneh ngikutin Alexy."

Karin langsung tegang.

"Pergi sama aku."

Lorong menuju toilet sepi, hanya lampu kuning.

Saat mendekat, mereka mendengar suara Alexy.

"Pak... maaf, jangan ambil foto saya lagi!"

Pria itu menodongkan kameranya.

"Ayo satu foto lagi. Kamu kan artis TikTok dulu? Mau viral lagi, kan?"

Alexy gemetar.
"Gue datang ke Bali buat kabur dari itu semua... jangan—"

Pria itu mencoba memegang lengan Alexy.

Dan seketika..

Ano menarik pria itu mundur.

"Tangan lu lepas."

Pria itu kaget.
"Hei, anak muda! Saya cuma—"

"Tadi dia bilang nggak mau BANGSAT!," suara Ano turun satu oktaf dan dingin.

Karin berdiri melindungi Alexy yang bergetar.

"Bapak tolong sadar. Itu pelecehan!" kata Karin tajam.

Pria itu mencoba membela diri.
"Saya hanya fans!"

"Tapi dia bukan barang tontonan."
Ano melempar kamera pria itu ke bawah.

Pria itu melotot, tapi karena banyak pengunjung mulai melirik, dia akhirnya pergi sambil menggerutu.

Setelah pria itu benar-benar hilang di sudut, Alexy jatuh berlutut.

"Kenapa hidup aku selalu begini...? Aku cuma mau... Tenang..."

Ano menarik napas.

"Lex... kamu harus berhenti nyalahin dunia. Kamu capek... karena kamu masih ngelakuin semuanya sendiri."

Karin jongkok di depan Alexy.

"Kamu bukan saingan aku. Dan kamu bukan cewek jahat. Kamu cuma... sendirian terlalu lama."

Alexy menatap Karin lama.
Untuk pertama kalinya, matanya melembut.

"Aku iri... bukan cuma karena kalian pacaran. Tapi karena kamu... punya seseorang yang selalu di sampingmu."

"Tapi kamu juga bisa punya seseorang," ujar Karin pelan.

"Asal kamu berhenti ngejar apa yang bukan milikmu."

Si Pede [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang