25

222 8 0
                                        


Ano duduk di pasir, Karin berdiri di depannya sambil berkacak pinggang.

"NO."
"ITU."
"SIAPA."

"Kan tadi udah bilang, kenalan la—"

"KENALAN LAMA YOU HEAD. Itu cewe jelas-jelas godain kamu!!"

"Nggak kok, dia cuma—"

"Aku liat sendiri DIA megang-megang kamu! DIA cubit kamu!"

Ano berusaha menahan senyum.
Karin kalau cemburu lucu banget.

"Ka..."

"Apa?!"

"Aku cuma cinta kamu kok."

"..."

Karin berdeham pelan, mencoba menutupi wajahnya yang memanas.
"Tetep aja... aku gak suka cara dia ngeliatin kamu."

Ano berdiri.
Dia berjalan mendekati Karin.
Satu tangan memegang pinggang Karin, satu lagi mengangkat dagunya.

"Yang aku mau cuma kamu, Karinku."

Karin memalingkan wajah malu.

"Tsk... gombal."

"Tapi kamu percaya kan?"

Karin diam.

Ano tarik Karin ke dadanya, memeluk.

"Percaya kan?"

Karin akhirnya memeluk balik.
"Iya. Tapi kamu kalo dekat-dekat dia lagi... aku cubit sampe biru."

"Siap kapten."

"Dan kamu jangan senyum-senyum ke dia."

"Iya sayang."

"Dan kamu gak boleh inget masa lalu sama dia."

"Iya cinta."

Karin makin malu.
"UDAH, jangan manis-manis."

"Yang manis itu kamu."

"ANO ANJIR!!" Karin nonjok bahunya.

Ano pergi berlari ke arah ombak sambil ketawa keras.

Karin ngejar.
Mereka akhirnya main air sambil berteriak, Karin sempet nyipratin air ke muka Ano sampe Ano minta ampun.

Dan saat mereka ketawa bersama, Alexy diam-diam melihat dari jauh.

Dengan mata yang tidak suka.

Si Pede [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang