Karin masih memeluk Ano.
Ano mengusap punggungnya pelan.
Di luar, suara ombak mengisi keheningan.
Karin menarik wajahnya, menatap langsung ke mata Ano.
"Kenapa kamu selalu bikin aku takut kehilangan..."
Ano tidak menjawab.
Ia hanya mendekat.
Ciuman lembut mendarat di bibir Karin.
Awalnya pelan.
Lalu lebih dalam.
Karin membalas, memeluk leher Ano, membuat ciuman itu semakin panjang, semakin intens.
Tangan Ano naik ke pinggang Karin, menarik tubuhnya makin dekat.
Nafas mereka berat.
Hawa panas memenuhi kamar.
"Ano..." bisik Karin di sela ciuman.
"Aku... cuma mau kamu."
Ano menempelkan keningnya.
"Aku milik kamu. Cuma kamu."
Karin mendorong Ano perlahan sampai mereka jatuh ke ranjang, tubuh Karin di atasnya.
Ciuman kembali pecah
lebih dalam, lebih hangat.
Ano membelai pipi kemudian rambut Karin, sementara Karin menggenggam baju Ano erat-erat.
"Aku beneran gak mau ada cewe lain," lirih Karin sambil menatap matanya.
"Ga ada. Yang aku mau cuma kamu," jawab Ano, menatap balik.
Karin menunduk lagi, mencium Ano lama... sangat lama...
Ciuman yang penuh rasa, penuh kepemilikan, penuh cinta dan panas yang tertahan.
Angin malam Bali masuk dari jendela.
Tapi kamar itu hangat
bahkan panas.
Malam itu menjadi milik mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Pede [END]
Romance" Guru disini kok kek mau makan orang ajg! mana banyak yang udah tua" guman Ano. "Yaelah ... belum tau aja kalo ada yang bening lu" sahut Ade. Silahkan membaca:) #gxg
![Si Pede [END]](https://img.wattpad.com/cover/318531948-64-k915364.jpg)