Angin pantai Bali menyambut mereka dengan aroma asin dan suara ombak yang memecah karang. Ano turun dari mobil sambil memakai kacamata hitam dan hoodie tipis, sementara Karin mengikuti dari belakang sambil membawa sunscreen dan kamera.
"Sayanggg~ sini dulu, aku lotionin. Ntar gosong kaya roti bakar," ucap Karin sambil menarik tangan Ano.
"Gasih, aku lebih suka agak gosong dikit, biar sempurna," cengir Ano.
"Sempurna apanya?? kulitmu tuh masih aku yang rawat," Karin nyubit pinggang Ano halus.
"AKH! Iya iya maaf Bu Dokter kulit!"
Teman-teman mereka sudah sibuk sendiri
Ade dan Andy sudah nyemplung sambil teriak-teriak, Aksa sama Varo sibuk rebutan ban pelampung, sementara Aleya cuma duduk sambil ngeliatin Ano dan Karin dengan muka asem.
Setelah Karin selesai lotionin, Ano berdiri dan berjalan ke bibir pantai.
"Sayang! sini main air bareng!"
"Iya! tapi tunggu aku fotoin kamu dulu."
Ano pose gaya ala idol Korea, tangannya buat finger heart.
"Nah gitu dong gantengku~"
Karin memotret sambil senyum-senyum sendiri.
Namun beberapa detik kemudian...
Tiba-tiba seseorang memanggil Ano dari belakang.
"Eh... Ano? Ano Eril?"
Ano menoleh.
Di depannya berdiri seorang cewe tinggi, rambut coklat gelombang, tubuh atletis, memakai kacamata hitam hitam dengan style bule-bule Bali.
Salendrya Alexy
Mantan teman childhood Ano waktu dia masih ikut klub basket di Jakarta.
Cewe yang dulu sempet suka sama Ano
dan Ano nggak pernah tahu.
"Alexy?" mata Ano membesar.
"Buset, lama banget nggak ketemu!"
Alexy berjalan mendekat sambil memegang lengan Ano.
"MASIH GANTENG AJA YA ANJIR!"
Karin yang lagi motret, refleks menghentikan kameranya.
Siapa nih cewe deket banget??
Kenapa megang-megang Ano?
Kurang ajar nih orang.
Ano hanya senyam-senyum gak jelas.
"Woi Lex, lama banget sumpah. Kamu ngapain di Bali?"
"Aku kerja di sini. Kamu kok... makin ganteng sih?"
Alexy cubit pipi Ano.
PIPINYA.
DICUBIT.
DI DEPAN PACARNYA.
Karin yang melihat itu auto ngerasain hawa panas dari ubun-ubun sampai kaki.
Dia langsung berjalan cepat ke arah mereka.
"Ano."
Suaranya datar... tapi menusuk.
"Eh iya!" Ano kaget.
"Ka, kenalin ini Alexy. Temen lama aku dulu."
Alexy melirik Karin dari atas sampai bawah.
"Oh... kamu pacarnya Ano ya?"
Nada suaranya beda.
Sombong.
Meremehkan.
Karin mengeraskan rahang.
"Iya. Saya pacarnya. Ada masalah?"
Alexy tersenyum miring.
"Bukan apa-apa. Cuma... heran aja. Ano biasanya nggak suka sama cewe yang lebih tua."
"Eh, masalah buat lo?"
Karin melipat tangan di dada.
"Gue cuma bilang fakta," Alexy balas sambil merapikan rambut.
Ano yang lihat dua perempuan ini seperti ingin baku hantam langsung gelagapan.
"Eh eh sudah- sudah"
Alexy mendekati Ano.
"Besok-besok kalo main ke Bali lagi, kabarin aku ya. Kita kangen-kangenan."
kangen-kangenan PALA KAU, pikir Karin.
Alexy pun pergi sambil sengaja menyentuh lengan Ano sekali lagi.
Karin langsung menarik Ano menjauh.
"Ayo."
"Eh ka—"
"JALAN."
Ano menurut.
Karena kalau nggak, bisa kiamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Pede [END]
Romansa" Guru disini kok kek mau makan orang ajg! mana banyak yang udah tua" guman Ano. "Yaelah ... belum tau aja kalo ada yang bening lu" sahut Ade. Silahkan membaca:) #gxg
![Si Pede [END]](https://img.wattpad.com/cover/318531948-64-k915364.jpg)