Pertama kali sampe ada pt.3 nya wkwkwkwk😍😍
Jay dengan langkah tertatih-tatih karena bayi yang ada dalam perutnya mengejar Riki yang berjalan cepat untuk kembali ke rumah dan melaporkan diri.
"Iky! Hiks, please berhenti!"
"Hiks, kalau kamu masuk penjara atau dihukum mati nanti anak kita gimana, Iky?! Hiks, JAWAB IKY!"
Teriakan dari Jay mampu membuat pemuda yang berjalan cepat itu berhenti dan menoleh ke belakang.
"Lebih baik aku masuk penjara atau dihukum mati dibandingkan anak kita juga terkurung bersamamu" Nada bicara nya dingin, namun penuh rasa ketakutan. Karena ia sadar, bahwa dirinya sudah kelewatan batas.
Riki kembali balik badan dan langsung berlari meninggalkan Jay yang berusaha mengejar nya.
"Iky! Hiks, STOP IKY!"
•
•
•
Akhirnya Jay berhasil mengejar Riki dan melihat kamar sang kekasih terbuka agak lebar, langsung saja Jay menghampirinya.
Ketika Jay masuk, bisa ia lihat Riki memegang ponselnya yang masih mati dan tangannya bergetar seperti terkena panic attack.
"Jangan mendekat, Jay!" Riki reflek beringsut mundur ketika Jay berusaha merebut ponsel miliknya.
"Aku tahu apa yang akan aku lakukan dan jangan menghalangi ku!"
"Stop Jay! Stop!" Riki menahan kedua tangannya dengan cekatan.
"Hiks, anak kita ki! Dia butuh sosok ayah!"
"Dia lebih membutuhkan sosok ayah yang baik, waras, dan tidak sakit, Jay!"
"Aku tak peduli! Aku hanya ingin terus bersamamu!"
Bisa Riki lihat, sorot kedua netra cantik Jay benar-benar berubah. Keinginan untuk tidak ingin dipisahkan, rasa cinta yang berlebih, dan sakit jiwa. Itu semua karena ulahnya.
"Aku seharusnya mengikhlaskan kamu untuk hidup sesuai jalanmu, bukan mengurungmu disini dan berakhir... Mengandung anakku" Lirih Riki sembari melepaskan cengkraman nya pada lengan Jay.
"Tapi ini yang kamu mau kan? Hiks, kita berdua punya anak" Isak nya sambil mereka ujung baju Riki.
"Tapi tidak dengan cara seperti ini, Jay. Kalau seperti ini, anak kita tidak bisa bebas seperti kamu"
Jay menggeleng pelan, "Bisa ki, bisa. Cukup aku yang merasakan, jangan anak kita"
"Aku sudah gila dan sakit, Jay"
"Aku juga"
"Aku pernah menyiksa mu berkali-kali"
"Aku menikmati nya"
"Aku pernah membiarkanmu telanjang seharian di ruang bawah tanah"
"Itu membuatku nyaman"
Riki menatap sendu sang pujaan hati yang ternyata tertular oleh dirinya yang terlanjur obses hingga membuatnya gila.
Pemuda jangkung itu menuju kearah lemari dan membukanya. Sepertinya ia mencari-cari sesuatu. Dan yang ia cari adalah sebuah rantai.
"I-iky.. Wh-what are you doing?" Tanya Jay yang ketakutan melihat Riki menggenggam sebuah rantai.
"Duduk di pinggir kasur. Menurut lah" Intonasi bicara nya penuh dengan perintah sehingga Jay dengan cepat menuruti perintahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cutie Boy; JayxAll
FanfictionJay uke harem❗ Jan salpak (๑•̀д•́๑) Emot 🐈= Boypussy ⚠️ BxB! Mature sometimes!
