SEDIKIT RAGU

55 11 18
                                        

"Pak!"

"Hm, wae?"

"Gak sopan tau pak, cium orang tanpa izin!"

"Oh kalau saya izin di bolehin berarti!" Goda Yoongi.

"Iya gak gitu juga maksud saya, tau ah pokonya Bapak nyebelin!"

"Cepetan deh pak, tadi nyuruh saya ke sini mau di kasih hukuman apa?"

"Kamunya aja udah prasangka buruk tentang saya, yaudah kalau gitu karena kamu sudah berprasangka buruk tentang saya anggap saja tadi sebagai hukuman awal buat kamu, tapi kayanya kamu suka yah sama hukuman saya yang tadi!" Goda Yoongi.

"Mana ada yah pak, astaga saya benar-benar gak expact kalau Bapak bakal kaya gini, kalau saya tahu dari awal Bapak kaya gini sifatnya saya bakal fikir ulang kalau saya pernah sebegitu sukanya sama Bapak!"

"Makanya jadi laki-laki tuh jangan gengsi,    harusnya Bapak happy di sukain sama saya,ini sok jual mahal, sekarang Bapak sudah mulai suka sama saya, makanya Bapak gak nolak saat Halmoni nyuruh buat menikah sama saya, tapi kenap awal Bapak nolak, terus sekarang berubah fikiran!"

"Bisa satu-satu gak kalau nanya saya bingung harus jawab yang mana dulu, kalau untuk saya suka sama kamu, saya juga belum yakin, makanya saya mau coba buat nerima kamu dengan cara nerima keputusan Halmoni!"

"Wah saya jadi cuma di jadikan bahan penasaran Bapak saja, begitu jahat!"

"Saya gak pernah bilang gitu, bantu saya buat lepas dari bayang-bayang masa lalu saya, apa kamu bisa, jadi bisa bantu saya untuk bisa melupakannya!"

"Ayo saya antar kamu pulang, setelah ini jangan keluyuran kemana-mana!" Ucap Yoongi tegas.

Sesaat Yejin mendengar penjelasan yoongi, entah kenapa Yejin merasa sakit. Merasa seperti jadi bahan cadangan tapi Yejin berusaha untuk menyangkalnya karena perasaan sukanya yang teramat besar terhadap Yoongi, bahkan saat Halmoni ingin menjadikannya istri untuk Yoongi Yejin tidak menolaknya.

"Saya akan menunggu Bapak di ujung jalan sana!"

"Kenapa disana, kenapa kita tidak berangkat bareng?"

Akhirnya Yejin mengikuti kemauan Yoongi yang akan mengantarkannya pulang.

"Saya gak mau jadi bahan gosip satu kampus, saya masih mau kuliah!"

"Oke, saya tunggu di sana!"

Bukan Yejin yang menunggu, justru Yoongi lah yang sampai terlebih dahulu, di susul Yejin lima belas menit kemudian.

"Maaf yah buat Bapak menunggu, tadi saya...!" Ucap Yejin terpotong karena,

"Masuk!" Sahut Yoongi tajam.

Yoongi pun meninggalkan tempat tersebut,

Selama dalam perjalanan, tiba-tiba hening tanpa ada percakapan satu sama lain, Yoongi sibuk mengemudi sedangkan Yejin menatap luar jendela karena terlalu sungkan untuk membuka obrolan, di tambah Yejin masih sedikit ada rasa kesal terhadap Yoongi, yang tiba-tiba menciumnya tanpa permisi, dan yang kedua mengetahui fakta jika di dalam hatinya Yoongi masih ada satu nama wanita yang masih belum bisa Yoongi lupakan.

Yejin selama dalam perjalanan berfikir keras, mengesampingkan ego demi mewujudkan rasanya terhadap Yoongi, atau menyudahi perasaannya terhadap Yoongi.

"Kapan keluargamu kumpul di rumah?"
Ucap Yoongi tiba-tiba memecah keheningan.

"Hah!" Seketika Yejin menjadi tuli padahal dia mendengar apa yang di tanyakan Yoongi hanya saja Yejin hanya ingin memastikan jika apa yang barusan dia dengar tidak salah.

"Saya tanya kapan keluargamu kumpul karena saya dan keluarga saya akan datang untuk melamarmu.

Yejin sekilas menoleh ke arah Yoongi sambil membuang nafasnya kasar sebelum akhirnya Yejin membuang pandangannya ke arah lain.

"Kenapa?" Tanya Yoongi menyadari dan mendengarnya.

"Apa Bapak yakin akan melamar saya dan menjadikan saya istri Bapak?" Tanya Yejin sedikit ragu.

"Sekarang kamu yang ragu sama saya, saya sedang berusaha menerima kamu di dalam hidup saya, karena tanpa saya sadari saya juga tertarik dengan kamu Yejin_ah, jadi tolong kasih saya kesempatan untuk bisa masuk dalam hidup kamu, dan bantu saya untuk bisa terlepas dari bayang-bayang masa lalu saya, karena saya yakin kamu bisa membantu saya!" Ucap Yoongi tiba-tiba  memberhentikan mobilnya dan menatap Yejin dalam.

"Baiklah, jika pada akhirnya saya yang kalah dan Bapak tidak bisa melupakan masa lalu Bapak biar saya yang mundur yah, saya ikhlas paling tidak saya sudah berusaha!"

"Bicara apa kamu, jangan asal bicara, tidak akan saya melepaskanmu Yejin_ah sampai kapanpun!" Lagi-lagi Yoongi ucapnya tegas

"Keluarga saya hanya ada Eonnie pak, jadi saya akan kasih tau Bapak jika saya sudah bicara dengannya, nanti malam saya akan menghubunginya terlebih dahulu!"

"Oh mianhae saya benar-benar tidak tahu, memangnya Eonniemu tidak tinggal bareng denganmu, yasudah baiklah kabari saya kapan kamu dan Eonnie mu bisa saya dan keluarga saya temui!"

"Iya!" Sahut Yejin setelah itu tidak ada lagi percakapan antara Yejin dan Yoongi.

Tak berapa lama akhirnya sampai di kediaman Yejin.

Saat Yejin membuka seatbell seketika Yoongi mencondongkan tubuhnya ke arah Yejin lalu,

"Eh...eh...Bapak mau ngapain kok tiba-tiba maju sih?" Ucap Yejin dengan refleks Yejin menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya

Tanpa menjawab, Yoongi justru menatap Yejin dengan tatapan yang sulit di terka

*Klik* suara seatbell terlepas

Seketika Yejin benar-benar malu akan tindakannya itu, saking malunya Yejin tidak berani menatap Yoongi, sementara melihat Yejin yang salah tingkah, membuat Yoongi semakin ingin menggoda Yejin contohnya seperti ini,

"Memangnya apa yang kamu fikirkan, kamu berharap saya mencium kamu lagi, kalau memang iya dan kamu ngizinin, apa boleh buat!" Ucap Yoongi tiba-tiba menarik kedua telapak tangan Yejin yang sedang Yejin tutup, lalu Yoongi semakin mendekat ke arah Yejin dan menatap Yejin tajam, dengan jarak yang amat dekat keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.

Tiba-tiba jemari Yoongi mendekat lalu menyelipkan beberapa helai rambut Yejin yang tergerai dengan gerakan lembut.

*DEG*
seketika degup jantung Yejin berdetak tidak karuan,

*Blush* kedua pipi Yejin memerah karena sentuhan yang di berikan Yoongi.

"Sa...saya tidak sedang memikirkan apapun, Bapak jangan sok tahu yah!" Ucap Yejin lalu mendorong tubuh Yoongi agar sedikit menjauh darinya, detik berikutnya Yejin membuka pintu mobil lalu turun secara tergesa-gesa sampai Yejin meninggalkan tas miliknya.

To be continued....




Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang