chapter 20

10 1 0
                                        

Assalamu'alaikum " Terdengar suara rizki mengucapkan salam saat memasuki rumah

" Waalaikumsalam.. Kamu udah pulang " Jawab syifa

" Iya.. " Jawab rizky dengan helaan nafas panjang dengan segerakan merebahkan badannya diatas sofa panjang.

" Gimana! Udh dapat baju yang cocok buat nanti malam " Tanya syifa dengan kedua tangan sibuk membuat segelas teh hangat.

" Udah dapat kok " Jawaban rizky dengan suara lesu

" Syukur dech kalau gitu, kamu yakin mau dateng ke acara nanti malam? Ya si emang itu acara makan malam penting, karna yang dateng juga orang - orang penting semua, aku yakin kamu pasti bisa beradaptasi dengan orang - orang penting itu.. Ya kan ki? " Ucapan syifa yg panjang lebar, dan terkejutnya syifa saat menoleh ke arah rizky

" Hmm.. Pantesan gak ada sautan, ternyata kamu tidur, jadi aku dari tadi ngomong sendiri " Ucap syifa melihat rizky yang sudah tertidur di sofa panjang

Syifa pun mendekati rizky dan mengelus rambutnya " Kamu pasti capek banget ya.. Kamu harus berpura-pura demi aku, kamu korbankan impianmu untuk aku, maafin aku ya ky.. Karna aku kamu harus hidup seperti ini " Ucap syifa dengan memandangi wajah lelah rizky.

Keesokan harinya syifa menemui ayah rizky.
" Eh syifa.. Ada apa pagi2 ke kantor om? Rizky bikin ulah lagi lah " Tanya ayah rizky

" Enggak kok om..! " Jawab syifa, " Om.. Syifa boleh minta sesuatu sama om? " Jawab syifa dengan suara sedikit terbata - bata

" Boleh, apa yg bisa om bantu! "

" Syifa mohon biarkan rizky kembali ke dunia yang selama ini yang dia impikan om " Ucap syifa

" Kamu mengerti apa yang kamu ucapkan syif! Dunia balap berbahaya dan kamu tau bagaimana ayah rizky meninggal "

" Syifa faham yg om rasakan saat ini, syifa merasakan apa yg om rasakan "

" Trus.. Kenapa kamu minta supaya rizky kembali ke dunia balapnya! "

" Tapi jauh lebih sakit bagi syifa melihat rizky seperti ini om, kebahagiaan setiap saat Syifa liat di wajahnya sekarang sudah hilang om.. Syifa ingin melihat kebahagiaan itu lagi ada di wajah rizky om"

Ayah rizky hanya bisa terdiam mendengar ucapan Syifa.

" Syifa sudah ihklas om.. Apa pun yang terjadi pada rizky suatu saat nanti, Syifa hanya ini rizky bahagia om. karna syifa, rizky harus merelakan impian nya hanya untuk kebahagiaan syifa.. Kita tidak berhak mengubur impian rizky om, Jadi syifa mohon om kembalikan rizky ke seperti semula.. Berikan dia kebebasan " Ucapan syifa dengan kedua mata meneteskan air mata

****
Disela acara makan malam ayah rizky memperhatikan rizky dari kejauhan,

" Apa dunia ini sangat menyakitkan" Saat menghampiri rizky yang duduk sendiri

" Ayah.. " Jawaban rizky sedikit terkejut saat melihat ayahnya, " Maaf, rizky lagi cari angin segar aja kok.. Didalam sesak soalnya"

" Duduk lah " Sahut sang ayah

" Maaf, kalau rizky udah bikin malu " Timpal rizky

" Tidak apa - apa, duduk lah "

" Ayah tau, mungkin dalam fikiran mu ayah memang bukan ayah yang baik.. Ayah lakukan ini demi kebaikan mu, karna hanya kamu yang saat ini  ayah punya.. Dan satu hal yang harus kamu tau ayah kandung mu meninggal bukan karena kecelakaan tapi karna kecelakaan di arena balap. Dia sangat mirip dengan mu "

Terkejut nya rizky mendengar kenyataan itu, bahwa ayah kandungnya meninggal di arena balap

" Itulah sebab ayah melarangmu, ternyata ayah salah dengan melarang mu masuk ke dunia balap akan baik - baik saja, tapi mala sikap ayah sudah menyakitimu lebih dalam, memaksamu masuk ke dunia bisnis "

Mars ( versi kyfa )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang