CHAPTER 86

12 2 2
                                        

Di lain tempat...

Novita sedang lari pagi seperti biasanya namun bedanya ia bareng dengan adiknya yang sama-sama lari karena adiknya sedang persiapan lomba lari antar sekolah yang dipilih untuk mewakili sekolahnya maka dari itu novita tidak masalah kalau adiknya ingin latihan denganannya bahkan ibu mereka tidak ada pekerjaan jadinya bisa menemani si bungsu.

"Hah... Hah... Kakak aku lelah" Ucap astri yang kelelahan

"Ya baiklah" Ucap novita yang menghentikan langkahnya

"Hah... Aku masih kalah dari kakak... Aku lembek amat" Ucap astri

"Ini udah bagus kok hanya perlu rutin saja apalagi kamu jarang jogging" Ucap novita

"Ngn i-iya kak... " Ucap astri

BUUUM!!!

"suara apa itu!!? " Ucap astri kaget

"Tuan ada energi negatif besar dari suara itu" Ucap string

"Di pagi begini ada masalah? " Ujar  novita yang menengok ke arah sumber suara tersebut.

"Kakak... " Ucap astri yang ketakutan

"Astri pulanglah terlebih dahulu, string temanin adikku sampai kerumah" Ucap novita

"Baik tuan, ayo astri kita harus pergi dari sini" Ucap string

"I-iya... " Ucap astri mengikuti string sembari menoleh ke kakaknya

Novita tahu bahwa adiknya mengkhawatirkan dirinya dengan senyuman tipisnya memberikan isyarat bahwa ia akan baik-baik saja.

Setelah adiknya pergi jelas novita langsung pergi ke arah sumber tersebut.

.
.
.
.

.
.

.

Alfina tampak waspada dan saat kebulan perlahan menghilang...

"Hah... " Alfina mulai bisa melihat siapa orang tersebut

"Tampaknya kamu menikmati pagi ini ya... "

"Kamu!" Alfina langsung berubah menjadi soil dan teo kaget dengan reaksi kakaknya tersebut

"Huh ingin duel ya... "

"Teo pergi ke tempat aman, kakak akan menghadapinya" Ucap soil pada adiknya

"Hah kakak.. Tapi.. " Ucap teo yang ragu

Orang itu langsung maju ke arah mereka berdua

"Pergi! " Ucap soil memberi isyarat

"Ing!! " Teo langsung lari mencari tempat perlindungan

Soil langsung menahan serangan dengan pedang miliknya dan menimbulkan angin kencang di sekitar area.

"Hal cocok untuk membunuhmu"

"Hah... Kau yakin ingin membunuh patner sendiri, lob... " Ucap soil dengan raut serius menatap lawannya

"... Hm.. " Lob dalam wujud manusia tampak langsung memberikan tekanan pada soil

Membuat soil tampak kesulitan untuk membalik keadaan jelas ia tampak mulai menunjukkan tekanan besar pada dirinya.

"Kau bukan siapa-siapa..." Ucap lob

Wuuuss!!

Lob langsung menjauh dengan apa yang terjadi, soil tampak sudah kehilangan akal sehatnya jelas raut wajahnya menjadi dingin dan mata kanannya berubah menunjukkan bahwa ia sudah menekan emosional dirinya dan kini lepas dari cangkangnya.

THE ELEMENT'S GIRLS SEASON 1 & 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang