"Mhn....kenapa kamu kaget begitu?" Tanya mey-mey yang heran
"se-serius kamu kalau di fo-foto itu.. Kakaknya.. " Ucap gendar yang sedikit gagap
"Iya itu kakaknya" Ucap mey-mey
"Hm tapi aku gak pernah melihat kakaknya selama ini yang saya tahu lida itu anak tunggal" Ucap gendar
Mey-mey menghentikan langkah kakinya dan diam sejenak dan gendar pun juga ikut terhenti langkahnya lalu ia bertahap dengan gendar dengan expresi yang cukup lesu.
"Karena beliau sudah tiada, gendar" Cetus mey-mey dengan suara pekannya
"Uh... " Gendar langsung terdiam beberapa saat mendengar pernyataan tersebut "memang apa yang terjadi pada beliau?" Tanya gendar dengan hati-hati
"kecelakaan... "Jawab mey-mey
"Kecelakaan.... kapan itu?" Tanya gendar
"Kurang lebih 9 tahun yang lalu, saat itu lida sangat sedih hingga proses pemakaman saja dia sangat lama sekali diam di tempat sampai-sampai membujuknya untuk pulang dan cukup lama untuk lida bisa bangkit untuk menerima kenyataan bahwa kakaknya telah tiada"ujar mey-mey menjelaskan panjang lebar pada gendar
"Sepertinya memang dekat sekali dengan mendiang kakaknya sampai-sampai selama itu untuk bangkit kembali" Ucap gendar
"Iya, bahkan lida harus menjalani terapi psikologi untuk mempercepat proses penyembuhan batinnya" Ucap mey-mey
"Dibalik cerianya ternyata ada kisah kelam tersembunyi pada dirinya itu" Ucap gendar
"Maka dari itu dia selalu ceria dan bersikap ceroboh namun di balik itulah ada perasaan yang dia kunci rapat untuk dirinya sendiri" Ucap mey-mey
"Lalu... Kenapa hanya kamu ya yang datang?, seharusnya kalian semua datang saat bahaya tadi" Ucap gendar
"Hm iya yah... Hanya aku yang datang kenapa soil dan cool tidak datang..." Ujar mey-mey yang ikut bingung
"Apa... Sebabnya sampai.. Hanya kamu yang bisa datang" Ucap gendar
"Kalau secara detailnya sih aku kurang begitu paham kalau belum bertanya pada mereka berdua" Ucap mey-mey
"Lalu kamu bagaimana bisa datang?" Tanya gendar
"Itu... Karena aku bisa merasakan aura pemimpin itu bahkan sebelum ren bisa merasakannya" Ucap mey-mey yang sedikit mencoba untuk tidak membongkar kalau itu berasal dari segel terkutuk miliknya
"Mhn... Oke aku mengerti tapi harusnya kita bertanya dulu pada mereka berdua soal tadi" Ucap gendar
"Iya, baiklah aku mau pulang dulu" Ucap mey-mey
"I-iya hati-hati" Ucap gendar
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di tempat lain.....
Dokter tersebut sedang mengembangkan sesuatu yang sangat gila untuk di kerjakan setelah mengumpulkan berbagai stempel untuk menciptakan sesuatu yang cukup untuk rencana kedepannya.
"Bagaimana dokter kamu bisa melakukannya" Ucap pemimpin yang datang ke ruangan penelitiannya
"Tentu saja tuan aku sedang mengembangkan sesuatu yang di inginkanmu" Ucap dokter
"Hm.... Ya dia sedang berkembang dan ini akan merusak diri gadis itu, kau tahu dokter berkat penemuanmu slime itu telah menginfeksi gadis itu dan aku bisa memberikan rasa sakit itu pada dirinya dengan mudah dan mungkin ini juga akan mempermainkan psikologisnya, fufufu....... "Ucap pemimpin dengan tawa senangnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Mhn... "Lida membuka matanya dan mencoba mengadaptasi cahaya di sekitar ruangan dan tampak familiar untuknya" Ini... Di kamarku... Bagaimana bisa?"
"Tu-tuan akhirnya bangun juga" Ucap wen
"Hm iya bagaimana aku kembali perasaan tadi aku... " Ucap lida yang bingung apa yang terjadi
"Kamu di bawa pulang oleh gendar, mey-mey dan astri dalam keadaan pingsan" Ucap Tendi yang membawakan minum untuk anaknya
"A-ayah... Udah pulang?" Ucap lida melihat ayahnya
"Ya setelah ayah mendengar kabarmu jadi ayah memutuskan pulang, tapi syukur kamu baik-baik saja" Ucap tendi duduk di sisi kasur anaknya
"maaf kalau merusak acaramu ayah..''ucap lida
''untuk apa kamu minta maaf nak, justru kamu itu harta yang penting untuk dijaga dari segalanya''ujar tendi menghibur anaknya
''mhm...''lida tampak lesu
''tuan amu kenapa lesu begitu?''tanya wen
''kamu kenapa nak mhm?''tanya tendi pada putrinya
''tiba-tiba...aku hanya rindu sama kakak''cetus lida
mendengar hal itu tendi mengerti perasaan anaknya dimana memang sudah lama dirinya juga tidak memgunjungi makam putranya yang telah meninggal akibat kecelakaan yang terjadi 9 tahun yang lalu dan kini hanya putri anak satu-satunya yang dia miliki setelah kehilangan anak pertamanya.
tendi megelus kepala anaknya dengan lembut''yah ayah juga rindu dengan kakakmu tapi gak bagus juga kalau kamu sedih begitu''ucap tendi yang menenangkan anaknya
''....''lida yang murung
''tuan...''ucap wen yang ikut sedih
THUMP!!
''!!?''lida tiba-tiba merasakan denyutan yang menyerangnya itu mengarah kepalanya, lida langsung meraih kepalanya dan merintih kesakitan
''lida ada apa denganmu nak''ucap tendi yang panik melihat putrinya tersebut
''sa-sakit....AAAAAA!!''lida yang menjerit kesakitan dan meringkuk di kasurnya
''tu-tuan...tuan!''wen yang panik
lida yang melihat dunia terasa putar-putar dan tidak lama ia akhirnya kehilangan kesadaran tidak lama dari itu ibunya langsung masuk ke kamar.
''apa yang terjadi?''ucap renia datang
''sayang kita harus segera membawanya ke rumah sakit''ucap tendi
''hah kenapa dengan lida?''ucap renia yang ikut kaget melihat putrinya
''aku tidak tahu tapi lida sangat ke sakitan dikepalanya, lebih kita harus ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis''ucap tendi yang segera menuju mobil untuk bersiap
''para bodygard!''ucap reina memanggil kedua para pengawal tersebut
iya nyonya!
''tolong bantu bawa lida ke mobil dan kita bawa ke rumah sakit''ucap renia
BAIK!
mereka langsung membawa lida ke mobil dengan sanga hati-hati.
''wen tolong jaga rumah ya''ucap renia yang berpesan pada wen
''baik hati-hati''ucap wen
''iya''ucap renia langsung pergi
''apa yang terjadi padanya....''wen yang sangat khawatir pada lida
..
..
.
pengumuman !!!
khusus edisi update berikutnya ada 2 chapter ya, jangan sampai terlewatkan!
.
..
..
.
..
..
..
BERSAMBUNG.......
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ELEMENT'S GIRLS SEASON 1 & 2
ActionAl kisah berawal sekelompok gadis yang menjadi legendaris baru setelah adanya kebangkitan kekuatan kejahatan dan terbangun kembali setelah tersegel selama 10.000 tahun, mereka akan ingin menguasai alam semesta terutama bumi sana sebagai target merek...
