07.Lily of the valley

288 29 11
                                        


Kinda 18+ bahasa-nya, hati hati 🙏







_










"Tidurmu nyenyak?" Kalimat sapaan pertama Jake hari ini ketika melihat Luna yang sudah sibuk dengan peralatan dapur.

Demi Tuhan.

Mungkin Luna setiap hari akan mengalami serangan keterkejutan sekarang jika bertemu dengan tuan mudanya. Ia terjingkat kecil ketika mendengar suara itu dan bagaimana posisi Jake yang berada tepat di belakangnya.

Luna berbalik, kemudian memberi sapaan, membungkuk sopan. "Selamat pagi, tuan."

"Selamat pagi, Shin Luna."

Jake mendudukkan diri di meja makan, pria itu terlihat tapi dengan setelan jas juga aroma musk-nya begitu kuat menyusupi udara dengan tajam yang entah mengapa membuat nyali gadis itu menciut.

Semoga saja, tidak terjadi drama apapun hari ini sehingga ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Di atas meja sudah tersaji beberapa makanan juga kimchi daun bawang yang diberi oleh bibi pemilik vila ini tadi pagi sekali. Jake mengamati semuanya, ia menoleh memanggil Luna untuk duduk bersamanya.

"Kamu bisa temani saya makan."

"Tuan sebaiknya makan dahulu, nanti saya akan makan setelah mengerjakan semuanya." Luna menolak dengan halus.

"Saya tidak biasa sarapan."

"Huh? Maaf tuan, saya tidak tahu.."

"Mungkin setelah melihat kamu makan saya punya keinginan untuk menyantap sarapan."

Luna terdiam beberapa saat lantas mengangguk. Ia tidak ingin makanan sebanyak ini terbuang sia-sia. Gadis itu mengambil duduk di tempat yang berseberangan dengan Jake.

Jake mengambilkan beberapa lauk pauk menggunakan sumpitnya di atas nasi milik Luna membuat sang gadis mengerjap kebingungan sesaat.

"Terima kasih, tuan.." Tanpa pikir panjang Luna mulai memakan sarapannya didepan Jake yang tengah menopang dagunya di atas tangan, tengah memperhatikannya secara lekat. Sejujurnya tenggorokannya bahkan terasa sulit untuk menelan karena diperhatikan seperti itu, namun tetap saja makanan ini terasa enak.

"Tu-tuan bisa memakan sarapannya.." Luna berbicara dengan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.

"Saya belum berselera."

"Nanti tuan bisa terlambat."

"Mereka yang menunggu saya, bukan saya yang menunggu mereka. Biarkan saja."

Luna hanya mengangguk. Meneruskan makan hingga nasi itu sudah habis setengah namun Jake masih dalam posisinya, tak berkutik ataupun beranjak.

"Maaf tuan, tapi saya tidak terlalu nyaman jika di perhatikan seperti itu.." Sang gadis kini berani memprotes karena sungguh gerak geriknya terasa kaku karena tuan mudanya ini.

"Tidak nyaman tapi nasinya sudah habis setengah." Jake menyahut, menuangkan air ketika melihat Luna terbatuk.

Gadis itu beranjak dan membungkuk. "Maaf tuan.. Tapi jika memang tidak bisa sarapan, akan saya rapikan kembali makanannya dan saya simpan untuk nanti siang."

"Memang tidak." Kini Jake ikut beranjak, hanya meminum segelas air putih. "Besok besok tidak usah buatkan sarapan untuk saya, cukup segelas kopi dan roti gandum."

"Baik tuan, akan saya ingat."

"Saya pulang malam, pastikan air hangat sudah terisi di bathub saya." Pesan Jake lalu ia mengambil sisa potongan daging diatas piring Luna yang sudah gadis itu gigit setengah, kemudian memakannya sebelum melenggang pergi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Lily of the Valley Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang