Jangan pergi...
Tidak akan.
Kau bohong...
Lagi-lagi aku ditinggalkan.
Warn!
BxB (Boys Luv)
Jaemin x Renjun (JaemRen)
Bahasa Non Baku
Be smart reader, tidak suka cerita BL SKIP!
Cerita hanya karangan author saja, jgn bawa RL.
DILARANG PLAGIAT CERITA...
Jaemin kembali menyibukkan diri dengan banyak kegiatan dan pekerjaan, demi menghilangkan pikiran mengenai Renjun dan semua perkataannya dihari itu. Jika pria itu tidak mau bertemu dengannya, maka Jaemin juga berpikir sama, toh tidak ada urusan bagi Jaemin untuk bertemu dirinya lagi kan. Iya kan..
Tapi kenapa dipagi hari saat dirinya minum secangkir kopi di restoran hotel, seperti mendengar suara Renjun. Awalnya sayup-sayup, namun saat Jaemin coba memfokuskan pendengaran pada sofa sebelahnya yang dibatas dengan sekat, terdengar beberapa orang berbicara, walau yang salah satunya paling mendominasi. Dan sepertinya suara Renjun dari sana.
'Jadi apa motto hidup anda' benar itu suara Renjun yang sepertinya sedang berada disebelah sekat tipis ini.
'Kalo saya lebih baik menjadi Perintis dari pada Pewaris. Lihat diusia saya yang baru dua puluh sekian sudah memiliki kekayaan milyaran bla bla bla'
Jaemin yang merasa aneh dengan gaya bicara pria yang bersama Renjun ini, pun menyuruh salah satu anak buahnya untuk melihat kesamping. Karena memang tidak ada pintu yang membatasi di restoran ini, kecuali di VIP room. Hanya cukup melewati sambil melirik sebentar, bawahan Jaemin sudah langsung tau. Dan memberikan informasi, benar ada Renjun disitu, seperti nya mereka sedang melakukan wawancara dengan seorang 'pemain kripto' yang akhir-akhir ini terkenal di sosial media. Dia berhasil menarik minat banyak orang untuk bergabung, dengan iming-iming pamer kekayaan.
'Kalo bisa dibandingkan, mungkin kekayaan saya sudah bisa menyaingi si pewaris keluarga Na itu, tcih Nepo baby haha' Beraninya mulut penuh tipu muslihat itu menyembut dan membandingkan dirinya, membuat Na Jaemin semakin berdecih kesal.
Omong kosong, hanya bualan saja yang keluar dari mulut Influencer bodoh itu, Jaemin sampai heran kenapa Renjun dan temannya itu mau berlama-lama mewawancarai orang seperti itu.
Hingga tak lama terjadi sedikit perdebatan disana. "Bukannya cukup dengan kami membayar makan siang dan kamar 1 malam di hotel ini?"
"Itu hanya akomodasi gue bro, hey gua ini lagi trend bayaran gua ya beda lah!"
Pada saat permintaan wawancara diajukan, Xiaojun hanya diminta membayarkan makan siang dan kamar hotel berbintang ini, mungkin sudah habis 10 juta tapi tidak apa-apa asal menaikan peminat. Tapi ternyata pria ini membual dan meminta bayaran sebesar 100 juta, di transferkan ke rekeningnya sekarang.
Renjunpun ikut kebingungan pun sudah menjelaskan, ini hanya wawancara reporter seharusnya tidak ada bayaran, berbeda dengan talkshow atau sejenisnya.
"Kalo kalian gak bisa bayar, sini kembaliin hasil wawancaranya!", si Pria itu mencoba untuk merebut kamera yang berada ditangan Renjun, hingga tubuh yang lebih kecil sedikit terdorong ke belakang.
"Oke tapi beri saya waktu untuk mendapatkan uang nya, saya akan naikkan video itu jika sudah membayar" balas Xiaojun pasrah, karena sepertinya mereka mulai membuat beberapa penjaga mulai waspada.
"Deal"
Setelah itu si pria pembual tertawa dan menikmati kamar di hotel yang sudah dibayarkan untuknya.
Jaemin segera memanggil assitant nya, tanpa basa-basi "habisi dia".
Dari jauh Jaemin bisa melihat Xiaojun yang tampak kesal dan pusing sedang duduk ditaman, dengan Renjun yang tetap setia menemani sambil menghibur. Ada sedikit perasaan kesal Jaemin ketika Renjun sama sekali tidak meninggalkan pria itu, tetap tersenyum dan memberi ucapan positif, padahal web redaksi itu punya Xiaojun sendiri, yang lebih muda hanya ikut diajak saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.