Yellow

288 50 4
                                        


"Hah! ayo semangat Renjun!"
ucap Renjun bergelora sambil mempertahankan senyumnya didepan meja kasir, walau kakinya sudah lelah berdiri dan bolak-balik seharian.

Sudah tiga bulan setelah kejadian pemecatan itu Renjun belum mendapat pekerjaan. Perusahaan redaksi lain tidak ada yang mau menerimanya karena artikel bodong kemarin. Mereka merasa riskan untuk menerima Renjun, karena isu yang sempat menghangat itu bisa saja merusak kepercayaan publik terhadap pemberitaan diperusahaan mereka. Padahal jejak karir dan pengalaman Renjun sebagai seorang reporter dan penulis artikel sangatlah baik.

Bahkan melamar diperusahaan biasapun ia tidak diterima karena beberapa orang mengenal nama Renjun sebagai penulis yang tercetak jelas di artikel itu. Mereka tidak mau membuat masalah dengan pimpinan Nana Group nantinya. Hingga kini Renjun hanya bekerja sebagai kasir dan pelayan di cofee shop milik sahabatnya.

Beruntung kafe itu cukup ramai pengunjung, sehingga masih bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, walaupun lebih melelahkan dari pekerjaan sebelumnya.

"Tapi apa memang benar Jaemin itu teman pantimu dulu kak?", pastikan Chenle lagi diselah waktu istirahat mereka menjelang cafe tutup.

"Iya, kami berpisah diumur tujuh tahun karena diadopsi oleh orang tua angkat. Awalnya aku tidak mengenali dia, karena pasti banyak yang punya nama Jaemin kan? tapi setelah dia berkata aku mengenalnya, serta melihat guratan wajahnya dari dekat, bisa aku pastikan dia Jaemin, hanya saja marganya mengikuti orang tua angkat"

"Lalu kenapa dia melakukan semua ini?"

"Akupun tidak tau... jika memang dia mau menutup semua masa lalu mengenai panti, seharusnya dia tidak berkata begitu, dan berpura-pura saja tidak mengenalku, itu akan lebih baik"

Mencoba mengenyam lagi pertanyaan sahabat nya itu Renjun mulai berpikir, dulu memang perpisahan mereka tidak terlalu berjalan baik. Padahal Renjun sudah berpamitan, namun Jaemin selalu ingin mengikutinya, sehingga ia sedikit bersikap keras saat itu. Apa Jaemin membenci nya karena kejadian itu? entahlah.

"Aku harap mereka akan segera lupa dengan kejadian ini, dan aku harap tidak berurusan lagi dengan orang itu."



"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Disisi lain, Jaemin sedang menikmati waktu santainya. Ia merasa senang karena sudah memberi pembalasan pada Renjun, setelah menerima laporan bahwa pria itu dipecat. Bertemu kembali dengan sosok 'Renjun Hyung' saat dewasa membuka kembali rasa kecewa dalam benaknya. Dan sekarang ia sudah berhasil membalas.

Seharian penuh berada dikantor hanya hal ini yang dilakukan Jaemin untuk melepas penat. Duduk dibalkon mansion menikmati angin malam sejuk, minum kopi yang sangat pahit atau wine berkualitas tinggi, sambil membaca Novel. Beberapa kali dia juga akan pergi ke club atau vacation ke beberapa negara, namun entah mengapa membaca novel tetap menjadi kegemarannya. Bagaimana ia bisa larut dalam cerita melalui rangkaian tulisan, pikirannya mengembang membayangkan situasi yang diceritakan sang penulis, hingga akhirnya kata demi kata, lembar demi lembar ia selesaikan tanpa sadar.

"Cepat carikan novel 'Pink Undercover' volume tiga" pinta Jaemin pada orang yang biasa menyediakan buku bacaan pada Jaemin melalui telepon. Karena ia sudah mencapai lembar akhir pada Novel bagian kedua, yang menceritakan mengenai pria yang terlihat keras dan tegas diluar, namun sebenarnya penuh kasih dan cinta itu.

"Tapi pak, novel itu belum merilis volume 3. Bahkan di ebook penulis juga tidak melanjutkan chapternya"

"Kenapa begitu? Aku menunggu untuk cerita selanjutnya!" paksa Jaemin.

"Penulis mengumumkan bahwa akan hiatus untuk waktu yang tidak diketahui"

Jaemin geram, bagaimana bisa ia berhenti membaca sampai sini saja. Memang alur cerita sudah selesai disetiap volume nya, tapi ia yakin masih akan ada kelanjutan lain dari setiap aspek yang ingin penulis sampaikan. Jadi dia harus menunggu lagi atau bagaimana, berapa lama, dan apa yang harus dia lakukan untuk melepas penat sambil menunggu.

"Bagaimana kalau membaca Novel lain? Kami ada buku baru yang populer"

"Apa itu karya penulis yang sama?" entah mengapa hampir semua novel yang Jaemin baca pasti selalu dari penulis yang sama. Gaya penulisan dan penyampaian cerita sangat terasa nyaman bagi Jaemin. Ia merasa semua cerita itu disampaikan begitu fasih kepadanya.

"Beda, tapi penulis ini lebih populer lho"

"Tidak mau, cepat beritahu siapa penulis novel langgananku itu, akan aku temui dia bertanya kenapa berhenti menulis, ck" kesal Jaemin.

"Sayangnya penulis anonim, ia hanya menggunakan nama pena dan semua uang hasil penjualan juga dikirimkan ke rekening sebuah yayasan, jadi kami tidak tahu"

Jaemin kemudian membuka novel yang telah selesai dibacanya itu, juga beberapa buku lain yang sama, benar tidak ada informasi lengkap mengenai sang penulis disana. Hanya ada satu nama pena yang selalu tercantum sebagai penulis,

'Yellow'


Tbc.

Jgn Lupa Vote Like dan Comment kalo suka ya~

HERE JAEMRENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang