Tentang Renjun

578 32 11
                                        

Tentang Renjun,

Renjun masuk dipanti ini sejak dirinya masih bayi merah, ibu dari anak itu dengan tega meninggalkan bayi yang baru lahir di rumah sakit begitu saja. Sesaat setelah melahirkan wanita cantik yang mungkin masih berusia dua puluh tahunan itu melarikan diri dari rumah sakit, disaat penjagaan sedang lengah dimalam hari.

 
Pihak rumah sakit melaporkan pada kepolisian dan beberapa pemeriksaan dilakukan, melalui CCTV dan dokumen diketahui ibu Renjun merupakan warga negara China. Menggunakan Visa palsu masuk ke negara ini untuk bekerja, namun malah terjerumus pada hal negative mungkin.

  
Berapa waktu dilakukan pencarian, terakhir kepolisian melihat wanita itu naik kapal illegal yang akan menuju ke China. Dengan tidak merasa bersalahnya meninggalkan darah dagingnya di negara orang dan pulang ke negaranya sendiri. Karena akan menimbulkan masalah diplomasi yang mungkin akan lebih menyusahkan, maka diputuskan Renjun akan tinggal di panti asuhan.



Renjun kecil tau akan perbedaannya dengan teman-temannya disekolah, mereka punya ayah dan ibu yang lengkap, serta rumah yang hangat. Namun Renjun tidak pernah mau mempertanyakan kenapa semua ini terjadi padanya, anak itu sudah cukup mengerti keadaannya dan anak-anak lain dipanti. Sehingga ia selalu tersenyum seraya mensyukuri bila masih baik ia diterima disini, bisa makan dan tinggal di tempat ini.

 
Jika ada teman panti yang bersedih pun ia langsung menghibur mereka, dengan tubuh kecil itu mencoba membantu di panti. Dengan sikap yang seperti itulah ia bertemu dengan Jaemin, salah satu kawan yang baru masuk ditempat ini namun terlihat sangat murung. Tidak mau anak tampan itu selalu menyendiri, maka Renjun mengambil Langkah lebih dulu untuk mendekati, dan berakhir lah mereka menjadi sahabat akrab. Namun sebenarnya Renjun tidak pernah membedakan dengan siapa ia akan dekat, tapi anak tampan satu ini selalu menempelinya








Selama berada disini ternyata Renjun mengetahui ada kesempatan bagi mereka untuk mendapat keluarga baru melalui adopsi. Beberapa kali mereka akan didatangi oleh sepasang suami istri, mereka akan bercengkrama bersama, lalu setelah itu satu diantara mereka pasti akan pergi dari panti dan mendapat rumah baru. Ada salah seorang teman panti yang kembali berkunjung, lalu ia menceritakan betapa bahagianya dia disayang oleh ayah-ibu. Apa yang dia minta pasti akan diberikan tanpa harus berbagi dengan yang lain, punya rumah bagus, kamar sendiri, dan banyak mainan hanya untuknya sendiri.

 
“Wuah” mata Renjun begitu berbinar mendengar cerita temannya itu, maka Renjun punya sedikit harapan jika akan mendapat kesempatan yang sama. Namun ternyata kesempatan itu datang pada Jaemin terlebih dahulu, ia berharap Jaemin akan mendapat keluarga yang baik, sehingga anak itu tidak murung lagi.

 
 

“Ehh kok kamu balik?”

Heran Renjun Ketika Jaemin justru memilih kembali ke kamar mereka, tanpa mempedulikan ajakan dari ibu panti untuk bertemu orangtua yang akan mengasuhnya. Dan hal itupun sering kali terjadi, dan tetap Jaemin akan menolak mereka, tanpa Renjun tau apa alasannya.







Hingga suatu hari kabar menggembirakan itu didengar oleh Renjun kecil, bahwa akan ada orangtua yang mengadopsi dirinya. Ia diminta untuk segera Bersiap secara mendadak dimalam hari, untuk berangkat besok pagi-pagi betul.

“Tapi Renjun jangan beritahu Jaemin ya”

“Eng? Kenapa ibu? Apa Jaemin tidak bisa ikut juga, bersamaku?”

“Tidak bisa, karena rumah calon orangtua Renjun tidak terlalu besar, jadi jika Jaemin ikut pasti akan menyusahkan nanti, atau malah nanti jadi Jaemin saja yang diadopsi lho”

Ucapan si ibu panti yang terdengar seperti ancaman bagi si kecil, langsung mendapat gelengan dari Renjun, ia tidak mau kesempatan yang baru datang sekali ini diberikan kepada orang lain. Jaemin sering dapat ajakan adopsi dibanding dirinya, jadi pasti nanti Jaemin juga akan dapat orangtua sama sepertinya.

“Tapi nanti aku tetap boleh bertemu Jaemin kan ibu?”

“Tentu” bohong yang lebih tua, ibu panti hanya berharap Jaemin akan menerima adopsi keluarga Na, mengenai anak itu akan berkunjung atau tidak, tergantung dari peraturan keluarga konglongmerat itu.



Hingga pagi hari yang begitu menyakitkan bagi Jaemin itu terjadi.
Sejenak Renjun memberikan pelukan bagi Jaemin untuk menghibur yang lebih muda, “Aku tidak ingin berbagi denganmu”.
Sesungguhnya kalimat itu hanya bualan semata dari Renjun seperti apa yang dikatakan ibu panti, dalam hatinya berkata, ‘Jaemin aku pasti akan sering kesini, membawakanmu makanan dan mainanku nanti’

  
Lalu saat masuk ke dalam mobil terlihat jelas wajah wanita yang tadi menjemputnya terlihat mirip dengan ibu panti, mereka hanya tersenyum pada Renjun tanpa mengucapkan apapun. Dan tak lama ibu panti juga ikut menyusul masuk ke dalam mobil, Ketika kendaraan itu sudah berjalan berapa ratus meter dari panti, membuat Renjun heran tapi tidak bertanya apapun, hanya tersenyum seperti biasa.
 
 
  
 
Sesaat diajak oleh ibu panti kala itu, Renjun hanya menginap disalah satu rumah milik keluarga dekat ibu panti.

“Ibu, ini keluarga yang akan adopsi Renjun?”

  
“Bukan, kita akan tinggal disini sebentar sambil menunggu orangtua Renjun datang ya”
Hanya itu yang ibu panti katakan, namun sudah dua minggu berada disini tidak ada seorangpun yang datang. Memang keluarga ibu panti ini memperlakukannya dengan baik juga, tapi tetap saja ia terus menanti

‘akan seperti apa rumah baru nya’




“Ayo Renjun”

Anak kecil manis itu segera menggandeng tangan ibu panti, tersenyum senang, mungkin ini saatnya dia akan bertemu dengan keluarga barunya. Seperti apa yang wajah mereka, apa rumah Renjun yang baru akan hangat seperti rumah teman-teman disekolahnya.
 
  
“Eung? Kenapa kita kembali ke panti ibu?”
Tanya Renjun heran, setelah menempuh perjalanan dengan bus, yang berbeda saat ia pergi kemarin dengan mobil, langkah mereka justru terhenti di panti lagi.
  
  
“Maaf Renjun, orangtua baru kamu batal melakukan adopsi karena mereka harus pergi jauh”
Bohong si ibu panti, meski ia sangat tidak tega melihat wajah polos itu berubah menjadi sedih, tapi terpaksa ia lakukan demi kebaikan semua.

 
Hiks..
Isakan kecil terdengar dari Renjun, anak manis itu tidak mampu menahan sedihnya lagi, harapannya penuh besar akan mendapat keluarga baru. Karena baru kali pertama ini ada yang mau mengadopsinya, tapi ternyata gagal.



“Jaemin..”

Saat dirinya memanggil nama itu, si teman kecil yang tampan itu tidak berada disana lagi. Renjun ingin bercerita kesedihannya, tapi yang dipanggil rupanya sudah di adopsi juga tak lama setelah dirinya pergi.
 
  
 
Diwaktu-waktu selanjutnya pun tidak ada satupun orangtua yang lanjut mengadopsinya, bukan karena anak itu yang bersikap buruk, semua yang melihat Renjun pertama kalipun pasti akan langsung menyukainya, sikap baik, mata berbinar, wajah tampan dan cantik. Namun lagi-lagi karena status kewarganegaraan yang masih belum bisa dipastikan itu yang membuat mereka mundur. Pasti prosesnya akan sulit, belum lagi jaminannya akan lebih diperketat lagi, jika ada suatu hal terjadipun akan timbul masalah yang lebih merepotkan nantinya.
  
  
Renjun kecil kembali dipaksa untuk menerima keadaannya bertahan di panti kecil ini, mungkin hanya ini rumah untuk dia bisa berlindung.

  
  
Lalu apa Renjun tau perihal dirinya yang dibohongi?

Ya Renjun tau, dirinya yang sudah remaja saat itu sudah cukup dewasa untuk mengerti situasi Ketika ibu panti berkata jujur. Sisi baiknya keluarga Na masih memberikan banyak donasi nya ke Panti ini sebagai rasa terima kasih.
  
  
 
Apa Renjun menunggu Jaemin?

Iya, tapi sepertinya yang ditunggu sudah melupakan tempat ini, terlebih mereka dulu berpisah tidak secara baik-baik. Jadi Renjun tetap melanjutkan hidup, dan menguatkan dirinya sendiri.



Tbc.

Booo! triple up nih
Udh beres dulu tuh masalah masa kecil mereka kan hehe

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HERE JAEMRENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang