14. Pertama Kali🔞

326 21 3
                                        

ARUNA terbangun oleh suara keran kamar mandi yang terus menyala.

Ketika ia membuka mata, ia tak menemukan Batara di sampingnya. Tadi setelah makan malam, Bintang tertidur dan ia membawa bocah kecil itu rebah di kasur kamar miliknya. Makanya begitu Aruna kini menemukan dirinya terbangun seorang diri di atas kasur tanpa kehadiran Batara, ia jadi sedikit celingukan.

Berbekal rasa penasaran, Aru kemudian bangkit untuk mencari tahu di mana Batara. Langkahnya bergerak menuju kamar mandi yang terletak tidak jauh dari kamar kekasihnya tersebut. Dan begitu kakinya berhenti tepat di depan ruangan tersebut, Aruna menemukan pintu kosen yang tidak ditutup rapat.

Aruna menurunkan kepalanya, mencoba memfokuskan pendengarannya pada suara lain yang lamat-lamat terdengar di antara suara air yang berkecipak. Suara Batara. Dan suara itu lebih mirip seperti desahan berat seolah-olah pria itu sedang menahan sesuatu yang begitu berat.

Tanpa pikir panjang, Aruna lantas mendorong kosen kayu di hadapannya. Begitu pintu terbuka, kedua matanya seketika membelalak menyaksikan pemandangan yang tak pernah disangkanya. Di atas kloset, Batara nampak duduk dengan celana yang ia turunkan semata kaki. Tangan kirinya memegang ponsel yang letak di jarinya dengan posisi vertikal, sementara tangan kanannya terselip di antara kedua pahanya yang kokoh, menggenggam sebuah benda keras yang tak lain adalah... penisnya.

"M-Mas Batara?!!"

Tentu saja, Batara langsung kaget dan refleks menutupi selangkangannya dengan kedua tangan ketika teriakan itu terdengar. Sementara Aruna, yang wajahnya kini merah padam karena tanpa sengaja melihat benda paling intim milik Batara langsung berbalik memunggungi sang kekasih.

"Mas lagi ngapain?" seru Aruna memegang dadanya yang tiba-tiba saja bertalu kencang. Wajahnya terasa panas. Sungguh, ia benar-benar tidak menyangka kalau matanya akan diberikan pemandangan indah secepat ini.

"Eh, itu... Anu..." Batara masih mencoba mencari kata-kata sembari memakai kembali celana training pendeknya dengan kikuk. "Ma-maaf aku tadi nggak bisa tidur, makanya... aku lagi nyari cara supaya bisa ngantuk."

Mendengarnya, Aruna kemudian berbalik dan memutar pandangannya kembali ke arah Batara. Niat hati yang tadinya ingin marah, justru berubah tatkala ia menangkap mimik kikuk Batara yang kini sudah seperti maling panci ketahuan warga.

"Kamu kenapa nggak bilang sama aku sih, Mas?" Aruna memberanikan diri untuk memajukan langkah. Kendati dadanya masih berdegup, keberanian itu entah muncul begitu saja di dadanya.

"Aku nggak mau ganggu kamu yang udah tidur nyenyak," meski samar, bibir Batara mengucap kata. "Lagipula, aku takut kamu nggak nyaman kalau misal aku tiba-tiba bilang kalau pengen."

Tentu saja, Aruna tak bisa menahan tawa kecil di bibirnya. Kalimat Batara yang terbata-bata, juga wajah pria itu yang perlahan merona sudah lebih dari cukup untuk membuatnya merasa gemas. Aruna memajukan langkah sekali lagi hingga kini keduanya berdiri berhadapan. Kendati Batara lebih tinggi, Aruna bisa merasakan napas hangat pria itu perlahan-lahan menerpa wajahnya.

"Kamu sendiri kan yang bilang kalau kamu udah one step ahead buat halalin aku?" Aru menirukan kalimat yang pernah diucapkan Batara dengan nada yang dibuat menggoda. Tangan kanannya terangsur untuk meraba dagu Batara yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus bekas cukur. "Kita udah tinggal serumah, dan jari aku juga udah diikat sama cincin yang kamu kasih. Jadi kamu nggak perlu ragu buat bilang apapun yang kamu mau."

Di hadapannya, Batara masih diam mematung. Satu tangannya menyambut tangan Aruna di pipinya sebelum merengkuhkan kelima jarinya hingga tangan mereka menyatu dan menciumnya.

"Ta-tapi aku nggak tahu caranya kalau sama cowok, Ru."

Dan lagi, Aru tak bisa menahan rasa gemasnya. Sungguh, ini pertama kalinya ia menemukan fakta bahwa Batara bisa bertingkah semenggemaskan ini. Dalam alasan yang tak diketahuinya, sosok Batara yang begini benar-benar membuatnya rela untuk memberikan segalanya.

FOREVER WITH YOU [ON HOLD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang