***
Pagi yang indah menyelimuti kota. Sinar matahari menembus celah tirai kamar, perlahan membangunkan seorang anak muda yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Enghh... jam berapa ini?" gumamnya dengan suara serak sambil melirik jam yang menggantung di dinding.
Sesaat setelah matanya fokus melihat angka di jam itu-
"ANJING... TELAT GUA!" teriaknya kaget saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul 06.40 pagi.
setelah melihat waktu yang tak banyak, ia langsung bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
20 menit berselang, remaja itu telah siap dan rapih dengan seragam sekolah nya. Ia segera berlari menuruni tangga menuju ruang makan nya
"BUNDAA!! kok nggak bangunin aku sih. " Teriaknya kepada sang ibunda yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya.
"Kamu nya kebo, udah dibangunin dari pagi kamunya nggak bangun." potong seseorang wanita yang sedang duduk di meja makan sambil memakan sarapannya.
Christian langsung menoleh. Dan ternyata itu suara milik kakanya.
"Udah sini Dek, sarapan dulu." Ajak sang Bunda lembut, sambil menaruh piring diatas meja makan.
Anak itu langgsung menggeleng cepat.
"Nanti aja yaa bund, Aku udah telat ini." Tolak sang anak itu.
"Yaudah yang penting kamu makan nanti, awas aja kalo nggak makan, bunda jemput kamu disekolah," Ancam sang bunda
"Iyaa bunda Shaniii, nanti aku makann." Ujar anak itu yang bukan lain Christian.
"Tenang Bund, nanti kalo dia nggak makan kaka suruh temen nya, buat paksa dia makan." Ujar Chika sambil menyuap makanan nya kedalam mulut.
Christian yang takut dengan ancaman itu langsung mengambil sepotong roti yang tersedia diatas meja.
"Nahh gitu dong, gapapa dikit yang penting perut mu ke isi, " Ucap Shani.
Setelah berpamitan, Christian langsung berlari keluar menuju motornya yang sudah siap pakai.
"Yaudah aku berangkat dulu yaa bunda,Papi,Kak Chika" Pamitnya dengan sedikit teriak.
"Yaa,Hati-hati dijalan! jangan ngebut ngebut dek." Balas Shani dan Chika, sedangkan sang Papi hanya berdehem.
Mesin motor pun menyala, dan dalam hitungan detik Christian sudah melaju meninggalkan rumah, berharap kali ini ia tidak terkunci diluar gerbang sekolah.
Diparkiran sekolah teman-temannya Christian menunggu dirinya sambil mendengarkan cerita dari Zean tentang kejadian semalam.
"Jadi gitu, " Ucap Zean yang telah selesai bercerita.
"Anj, tuh bocah badannya kuat juga yaa. Jatuh tapi kagak luka parah," Takjub Daniel, akan ketahanan tubuh dari sang ketuanya.
"Sama gua juga, kalo gua sih mungkin udah masuk rs kali," Ujar Aldo dengan reaksi yang tak jauh berbeda dari Daniel.
berbeda dengan Ollan, ia ikut takjub juga namun. Ia memikirkan siapa gerombolan orang yang mengikuti Christian pada malam itu.
"Oii,Lann! Napa lu? bengong aja," Tegur Daniel, yang melihat Ollan melamun.
"Ini... Gua mikirin siapa gerombolan yang ngejar Tian, Nggak mungkin kan dia tiba-tiba dikejar gitu aja." Jelas Ollan yang membeberkan isi pikirannya.
Mendengar penjelasan Ollan membuat semua teman temannya mulai terpikir kan.
"Udah-udah ntar aja mikirin itunya.Sekarang ini bocah satu kemana? jam segini belom datang." Lerai Zean memecah lamunan mereka.
"Iya juga yaa, mana 15 menit lagi masuk," Ujar Daniel
