Ditatap cukup lama tentu membuat Kenzie risih. Ia pun membalas dengan lirikan sinis. "Apa liat-liat?"
Yudha tersentak, lalu menggeleng. Tangannya menggaruk asal tengkuk guna menetralisir gugup. Tak bisa dipungkiri, sisa-sisa cinta yang tertinggal membuat rasa rindu mencuat. Meski hanya dengan menatap sosok yang nyaris serupa.
"Aneh," ketus Kenzie cepat sebelum akhirnya putar badan dan beranjak.
Namun, baru dua langkah kaki Kenzie bergerak, suara Yudha tiba-tiba kembali terdengar.
"Hidung kamu berdarah."
Kenzie spontan meraba hidung. Matanya mendadak terbuka lebar saat melihat noda merah kental menumpuk di ujung jari.
"Ah, pantes pusing banget."
(Part lengkap tersedia di Karyakarsa)
Sila join saluran WhatsApp aku untuk klaim voucher baca (3 pembeli tercepat).
Link saluran dan Karyakarsa lengkap ada di bio aku.
Aku juga punya paket beli 3 part dengan harga lebih murah dari harga per part nya.
Cek di Karyakarsa, ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenzie
Science Fiction#Brothership #Sicklit #Beomgyu "Diam dicurigai, bergerak diwaspadai." -Kenzie Ganteng-
