Permintaan mutlak yang disusul dengan posisi membelakangi itu membuat keduanya terdiam. Tak berusaha mengulik lebih dalam, Tama dan Kailen memilih beranjak untuk sekadar memberi teman mereka ruang. Tak lupa menyimpan bekal pemberian Ica tadi ke dalam laci terlebih dahulu.
"Take your time, Ken. Kita ke kantin dulu," bisik Tama pelan sebelum akhirnya beranjak bersama Kailen.
Dalam diamnya, Kenzie hanya mampu memejamkan mata rapat-rapat. Meski menahan rasa sakit akan membuatnya terasa berkali lipat lebih menyakitkan, setidaknya ia tidak merepotkan siapapun.
(Part selengkapnya tersedia di aplikasi Karyakarsa)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Sila join saluran WhatsApp aku untuk klaim voucher baca (3 pembeli tercepat). Link saluran dan Karyakarsa lengkap ada di bio aku.
Aku juga punya paket beli 3 part dengan harga lebih murah dari harga per part nya. Cek di Karyakarsa ya.