19. Semakin Memburuk

460 7 0
                                        

"Udah nyaman belum?"

Kenzie mengangguk. Membiarkan Rifky mengotak-atik slang yang bertengger di bawah hidungnya tanpa melakukan perlawanan. Tenaganya sudah habis. Bahkan jika Rifky kepikiran mencekiknya secara tiba-tiba, ia sudah pasrah.

"Kenapa liatin gitu? Masih ada yang mau diomongin?" Bukannya risih, Rifky hanya tidak tega melihat tatapan layu sang adik.

"Besok jam berapa berangkatnya?"







(Part lengkap tersedia di Karyakarsa)

KenzieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang