Rifky diam. Menyeruput sedikit air lalu kembali meletakkan gelas. Fokusnya benar-benar tak bisa teralihkan dari wajah tenang sang adik yang masih terpejam di brankar. Rautnya tampak pucat dengan rona kemerahan di area pipi dan hidung.
"Panas, Bang. Demam, ya, dia?"
Rifky terkejut saat menyentuh kening Kenzie. Remaja itu masih bergeming, lengkap dengan nasal kanul di hidungnya. Rifky sempat meringis ngilu saat mendengar tarikan napas Kenzie yang terdengar menyakitkan.
(Part lengkap tersedia di Karyakarsa)
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenzie
Fiksi Ilmiah#Brothership #Sicklit #Beomgyu "Diam dicurigai, bergerak diwaspadai." -Kenzie Ganteng-
