12. Rawat Inap

1K 16 6
                                        

“Kenapa kesannya kalian kayak mau ikut dikubur bareng gue, sih?” suara serak Kenzie tiba-tiba terdengar memecah keheningan. “Santai aja kali. Orang cuma kecapean, bukan sakaratul maut.”

Tak ada yang langsung menanggapi. Tama hanya menghela napas, sementara Kailen pura-pura sibuk dengan ponselnya.

Sedikit kesal, Kenzie lagi-lagi melirik mereka satu persatu. “Woy! Masa gue yang sakit malah harus hibur kalian semua?”

(Part selengkapnya tersedia di aplikasi Karyakarsa.)

)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





***

Sila join saluran WhatsApp aku untuk klaim voucher baca (3 pembeli tercepat).
Link saluran dan Karyakarsa lengkap ada di bio aku.

KenzieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang