“Kenapa kesannya kalian kayak mau ikut dikubur bareng gue, sih?” suara serak Kenzie tiba-tiba terdengar memecah keheningan. “Santai aja kali. Orang cuma kecapean, bukan sakaratul maut.”
Tak ada yang langsung menanggapi. Tama hanya menghela napas, sementara Kailen pura-pura sibuk dengan ponselnya.
Sedikit kesal, Kenzie lagi-lagi melirik mereka satu persatu. “Woy! Masa gue yang sakit malah harus hibur kalian semua?”
(Part selengkapnya tersedia di aplikasi Karyakarsa.)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Sila join saluran WhatsApp aku untuk klaim voucher baca (3 pembeli tercepat). Link saluran dan Karyakarsa lengkap ada di bio aku.