Chapter 2

756 66 0
                                        

"Bruuukkkk" aku terjatuh dari tempat tidur ku pagi ini, aku benar2 kaget mendengar suara mama yg teriak memanggil namaku di depan pintu. Dengan nyawa yg belum terkumpul terlalu byk aku mebjawab panggilan mama"udh bangun maaaaaaa"-ucap ku sedikit menguap dan menggeliatkan tubuh ku.
Aku segera berdiri,seperti biasa setiap pagi ritual yg biasa aku jalani adalah menuju balkon dan menggerakan tubuh ku agar tulang ku lentur.
Di kamar pribadi mengenakan ting top tipis dan celana pendek menurut ku tak terlalu fulgar, karna ini kamar ku, tak ada yg bisa melihat tubuh sexy ku kecuali aku sendiri. Aku senang membanggakan kulitku, ia benar2 putih bersih tanpa noda mungkin ini turunan dari mama.

Di balkon aku menelentangkan tangan dan menggerakan kepalaku, tapi tiba2 aku terhenti karna sosok itu aku lihat, wajah sempurna berparas tampan tepat di hadapan ku di pagi itu, ia duduk dan telanjang dada matanya terpejam dan ada airpone yg menutupi kedua telinganya, ini kah pangeran yg di katakan papa?gumam ku...

Tepat di balkon ini, aku berdiri sejenak terpaku melihat lelaki itu...
Tiba tiba matanya terbuka dan menatap lurus ke arah ku, saat itu tentu aku kaget lalu aku mengalih kan pandangan ku. Tapi tdk aku pungkiri sedikit2 aku mencuri pandang ke arah lelaki itu.
Ia pun berdiri lalu mendekati pembatas balkon, matanya tak lagi menatapku ia melihat ke bawah..
Ini kesempatanku untuk melihatnya lebih lama, dan lagi2 ia mengetahui ku saat aku melihatnya, dg terpaksa dan sedikit rasa malu aku tersenyum padanya.
Ahhh..tapi apa yg aku dpt ia hanya memasang wajah datar kemudian masuk kedalam kamarnya.
Aku hanya heran dan sedikit kesal, sungguh tetangga yg sombong beda sekali dg mama nya yg bgtu ramah padaku.

Aku segera masuk kedalam kamar kemudian mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah, setelah siap aku turun kemudian sarapan di meja makan bersama org2 yg sllu aku sygi.
"Wahhh anak mama seger bgt hari ini"-puji mama padaku,"jelas lah ma, hari ini hari senin awal dimana kita harus siap beraktifitas"-jwb ku sambil tersenyum,"papa antar apa naik montor sendiri"-tanya papa,"aku harus naik pinky papa, pasti dia udh kangen aku naikin, kemarin hari minggu dia aku anggurin"-jwb ku sedikit lebay.
Pinky adalah montor kesayangan ku, itu adalah montor matic yg papa modif lucu sebagai hadiah ulang tahun ku satu bulan yg lalu, krn ia serba bewarna pink maka aku beri nama ia pinky.

Usai sarapan aku segera berangkat kesekolah, pinky pun siap melaju bersamaku bahkan helm yg aku pakai pun berwarna pink lucu.
Keluar dari rumah aku berpapasan dg mobil tante resy, tante resy membuka kaca mobil dan menyapaku di pagi itu.."ii selamat pagi"-ucap tante dg senyum nya yg bgtu manis,"aahh pagi tante"-jwb ku sambil tersenyum.
Tak lama kaca mobil bagian belakang pun terbuka, seorang wanita menyapaku dan tersenyum..
"Hai.. "-sapanya ramah,kemudian aku hanya tersenyum lalu melihat ke arah tante resy."itu kaia anak tante, dan itu ali adik nya kaia"-ucap tante,
"Aaahhh kaia, hai kak..hai ali"-ucap ku,kaia tersenyum tapi ali dia tak melihatku dia sibuk mendengarkan lagu yg ada di handpone nya, "ii nama lo lucu jg"-ucap kaia,"makasih kak"-jwb ku,"lo mau sekolah ya,sekuter lo lucu sama kyk km"-ucap kaia, "ah kk, masak aku di samain kayak sekuter sih.. ya udh aku berangkat dlu mari tante,kaia,dan..."-hem td nya aku ingin menyebut nama ali tp malas melihat nya yg sok acuh saja sudah bikin aku malas..
tapi benar, ali lelaki yg sempurna wajah nya manis andai saja ia bersekolah di sekolah ku pasti byk wanita yg menyukai dan berharap menjadi kekasih nya, ah sudah lah knp aku berfikir sampai sejauh itu..
Sesampainya di sekolah,ite sahabat ku menyapa ku..
"Eh tembeem, kmna aja lo tumben kemarin ga kerumah gw"-tanya ite
"Sory gw sibuk"-jwb ku sambil memasang gigi kelunciku, "lo ga sibuk tp sok sibuk"-saut ite sambil merangkul ku.
ite ia tak hanya sahabat kami sudah seperti saudara, bisa di blg hidup ku bnr2 sempurna memiliki keluarga dan sahabat yg sllu ada untuk ku, tp yg kurang adalah kisah cinta ku, ahh nasib kadg aku berfikir buat apa wajah cantik tp masih saja jomblo..

Sebenarnya di kelas ada lelaki bernama rendy, yg menyukaiku, bahkan ia pernah menyatakan cinta padaku. Tapi syg hatiku sama sekali tak bergetar tiap kali dekat dg nya, apa mungkin hati ku tak berfungsi..ah entah lah..

Selang waktu berlalu,aku pulang ite sempat curiga tak biasanya aku langsung pulang, selalu saja aku menuju mall untuk sekedar bermain game, tapi entah untuk hari ini rasnya ada yg ingin aku temui.
Sesampainya di depan rumah, aku melihat ali yg sdg sibuk mencuci mobilnya, aku setandarkan montor ku lalu mendekati ali, mungkin salah ku yg terlalu berantusias mengejutkan ali, selang air yg ada di tangan nya ia semprotkan ke arah wajah ku, dalam sekejab seragam ku basah bgtu jg wajah ku..
"Eh sory2"-katanya sedikit terkejut,aku hanya senyum dan membasuh muka dg tangan ku."gpp kok gw yg salah udh ngagetin lo"-jwb ku sedikit malu,"lo mau apa?cari mama gw?dia ga ada"-ucap nya sambil melanjutkan membersihkan mobil nya,"enggk kok, gw cm mau nanya lo ga sekolah ya?apa lo kuliyah?"-tanya ku,"knp?emg harus pertanyaan lo gw jwb?"-ucap ali tanpa menatapku,"ga jg sih, pgen tau aja.. ya udh gw plg dlu"-ucapku,"hmmmm"-jwb nya.

Dasar lelaki aneh, knp jg rasanya aku ingin tau dia. Padahal dari sikap nya saja dia sudah kelihatan orang yg tak bersahabat.
Aku melangkah meninggalkan ali,tp apa yg terjadi aku terpleset dan tengkup di hadapanya, aku benar2 malu ia berdiri menatap aneh kpd ku,
AKu hanya diam dan mencoba berdiri, lalu ali mengulurkan tangan nya..
Dg sedikit malu aku raih tangan ali,"makasih ya"-ucap ku.."iya, udh sana masuk"-jwb nya sedikit lembut.
Aku pun berlalu dg senyum, ahh saat dia tersenyum ia benar2 manis gumamku.

Happy Reading Chapter 2 guys , makasih ya udah mau jadi pembaca setianya aku. Jgn lupa vote sama commentnya guys :* ♡

My Dreams♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang