Crush by Viohei

327 22 1
                                        

Crush by David Archuleta

* * *

Senja memudar. Menyimpan rona malunya yang jingga kemerahan secara penuh, hingga gelap malam menggantikan. Satu-persatu kerlipan bintang tertangkap mataku. Tak lupa manisnya senyuman dewi malam ikut menatap dari jauh. Tersenyum pasti seolah tau degup jantungku yang kini tak karuan. Degup yang memburu entah pertanda apa. Degup yang mungkin takkan pernah kausadari. Degup yang paling dahsyat yang pernah kualami selama dua puluh tahun lebih berada di dunia.

Degup yang selalu menyapaku tiap kali kerlingan matamu mengarah padaku. Dengan rambut hitam panjangmu yang kauikat ekor kuda namun beberapa helainya yang terbebas berayun bebas. Seperti perasaan ini yang terombang-ambing dibalik keraguan. Entah keraguan yang kurasa sama atau tidak.

Terlebih napas ini memburu, saat telepon biasa darimu malam ini kututup. Aku memperhatikan layar ponselku. Gilakah aku hanya karena telepon saja jadi seperti ini? Namun, perlu kuakui, ini pertama kalinya kurasakan degup tak biasa ini. Hingga aku ragu ... atau mungkin tidak. Karena dalam kepalaku, mungkin terlalu berlebihan jika aku menganggap kau merasakan hal yang sama.
Mungkinkah bila ...aku jatuh cinta padamu, Lea?

#####
Why do I keep running from the truth?
All I ever think about is you
You got me hypnotized, so mesmerized
And I've just got to know ...
####

Aku masih menggoreskan penaku di atas kertas hvs putih polos ini. Kupandangi kertas ini dan terus kugoreskan penaku membentuk sebarang bentuk. Tak jarang tulisan kububuhkan. Hingga kau datang dengan gaya kasual seperti biasa. Kemeja longgar dan jeans biru tua serta riasan yang terbilang cukup sederhana namun manis, setidaknya itu bagiku. Kau ikat tinggi mahkota hitammu itu layaknya ekor kuda.

Senyum simpul kembali kubentuk. Kembali kuadu pena ini di atas kertas, membentuk garis-garis yang tak lagi sembarangan. Membentuk sosok yang selama ini selalu mengisi pikiranku. Yaang selalu membuatku terpana dan tak sempat berucap seperti kayu yang terbakar api lalu menjadi abu. Seketika sekelilingku terasa menyepi dan kosong. Yang ada hanya aku, kertas dan pena. Tak lupa sosokmu.

"Jadi untuk presentasi besok, semua bahan sudah kusiapkan dalam folder di dalam flashdisk ini. Ah, satu lagi ... Ben, apa kau mendengarku?"

Tuk!

Sebuah pulpen tepat mendarat di kepalaku. Diiringi raut kesal dari wajahmu yang justru membuat tawaku pecah.

"Kamu dengar ga sih, Ben? Aku capek koar-koar dari tadi malah sibuk gambar."

"Dengar kok! Sabar dong. Jangan marah-marah kayak mak lampir gitu deh."
Rae yang duduk di sampingku merebut kertasku dan mengangkatnya ke udara. "Whooa ... jangan marah, Lea! Lihat nih siapa yang dia gambar! Cieeee!"

Pada akhirnya aku tidak bisa mengelak dari kenyataan, itulah yang ada dalam pikiranku.

####
Do you ever think when you're all alone
All that we can be, where this thing can go?
Am I crazy or falling in love?
Is it real or just another crush?
Do you catch a breath when I look at you?
Are you holding back like the way I do?
Cause I'm trying and trying to walk away
But,I know this crush ain't goin' away
####

Kembali kubuka percakapan lalu, saat kau berkata kau sendiri. Bercerita banyak hal yang tak kuketahui bagaimana bisa terjadi dan terkadang membuatku heran. Seperti tak ada habisnya. Bagaimana kau menggebu-gebu menceritakannya. Hingga tak jarang kau ciptakan raut aneh yang membuat tawaku pecah. Ekspresimu yang selalu berubah-ubah saat bercerita, terkadang senang, kesal, panik, dan bahkan sedih. Untuk raut terakhir, kuakui aku tak bisa menarik tawaku.

Terkadang aku bertanya-tanya dalam benakku, apakah mungkin pernah kau memikirkan kemungkinan yang terjadi antara kita? Maksudku, kemungkinan dan akhir dari semua ini. Apakah ini sebuah kenyataan atau aku mulai gila dan kemungkinan lain ... apakah muungkin aku jatuh cinta padamu?

Ada begitu banyak hal yang hendak langsung kutanyakan padamu. Mungkinkah hal ini terjadi pula padamu tiap kali aku menatap padamu, apakah kau merasakan napasmu yang memburu dan merasakan keraguan yang kurasakan? Karena jujur saja, seberapa jauh aku mencoba menghindar darimu. Menghindari tiap tatapan darimu yang sukses membuat napasku memburu aku yakin akan satu hal bahwa perasaan ini takkan hilang.

####
Has it ever crossed your mind
When we're hanging, spending time girl, are we just friends?
Is there more, is there more?
See it's a chance we've gotta take
'Cause I believe that we can make this
Into something that will last
Last forever, forever ...
####

Pernahkah terlintas dipikiranmu ketika kita menghabiskan sebagian besar waktu bersama, apakah kita hanya sebatas teman atau lebih dari itu? Aku yakin kita bisa mengubah ini menjadi sesuatu yang akan ada selamanya jika kita ambil kesempatan ini.

Hingga hari itu tiba. Hari di mana senyumanmu mengembang dengan wajah yang berseri dibanding biasanya. Dengan riasan yang lebih indah dari biasanya. Hingga rambut yang biasanya kau biarkan terikat ekor kuda, kini bertahtahkan mahkota putih nan indah dengan rambut yang digelung rapih ke atas nan indah. Membuatku terpana dan terkesima. Bahkan membuatku pangling saat datang dihadapanmu. Biasanya kau hanya menggenakan setelan kemeja dan jeans, kali ini ini kau tampak nyaman dengan gaun putih yang mengembang dan anggun. Belum lagi kaki yang biasanya dilindungi kets kini dihiasi sepatu kaca berhak cukup tinggi. Seperti kaulah ratu hari ini.

Kau berjalan perlahan menuju pinggir panggung di mana kau berdiri dengan mendekap sebuket bunga berwarna merah hati dan beberapa berwarna putih. Kau memeluknya dengan wajah senang, kemudian berbalik membelakangiku yang menunggu di bawah panggung bersama tamu lain.

Tak lama, kau lempar buket itu ke atas dan membuatnya melambung ke belakang. Aku memejam dan menarik napas, saat kusadari tangan kananku berhasil meraih buket itu disertai sorakan oleh tamu lain. Aku menatap buket itu, sedikit lega. Kemudian menatap ke arah panggung di mana kau dan suamimu berdiri. Kau membalas senyumanku kemudian berlalu.

Aku tersenyum lega sekali lagi. Karena akhirnya pertanyaanku terjawab. Pertanyaan yang bertahun-tahun selalu terngiang di kepalaku. Bahwa seejatinya, aku hanya kagum dan jatuh hati padamu. Karena jatuh cinta dan jatuh hati adalah dua hal yang berbeda yang pada akhirnya kusadari.

* * *
END

Song Fiction : LonelyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang