Gosh, I Don't Understand Him!

49 6 0
                                        

"Selamat pagi, anak-anak."

Pak Jun sudah datang, Vernon segera membetulkan duduknya yang tadinya menghadap ke belakang, begitu pun beberapa anak yang lain.

Jun melihat ke arah Reiri untuk beberapa saat yang agak lama hingga Reiri mengerutkan keningnya bingung, lalu Jun mengalihkan tatapannya dan memulai materi kali ini.

Reiri mengikuti gerak-gerik Jun dengan matanya. Dosen itu menuliskan spidol ke papan tulis, mengisinya dengan tulisan warna hitam-nya indah.

Gue ngerasa ada yang aneh sama dia, tapi apanya?

"Reirianata."

Reiri terkesiap.

"Ah, iya, Pak?"

"Apa yang kamu lihat?"

"Bapak, eh- papan tulis!"

"Kamu memperhatikan saya?"

"Enggak." ni dosen tau dari mana?

"Menurut riset, kata pertama yang keluar adalah kata yang berasal dari hati, jadi intinya kamu memperhatikan saya, kan? Maksud saya, diri saya, dalam artian yang lebih spesifik." Jika diperhatikan bibir Jun agak tertarik ke atas. Bukan senyum mengejek, tapi lebih kepada malu.

"Hahahaha," tawa para mahasiswa(i) keluar mendengar kata-kata Jun itu.

"Nggak, Pak!" seru Reiri sambil berusaha mengatasi malunya.

Ish ni dosen! Dia aja tadi liatin gue, masa' pas gue liatin dia dibahas sampe segininya?!

"Woy, diem lo semua!" teriak Vernon murka melihat tawa para mahasiswa(i) yang terus saja menggelegar.

Tawa-tawa itu memang berhenti, tapi digantikan oleh tatapan mengejek, menghina, merendahkan, yang ditujukan untuk Vernon.

"Kamu," telunjuk Jun mengarah pada Vernon, "keluar dari kelas saya," katanya dengan tenang namun tegas, ia kemudian mengarahkan telunjuknya ke pintu kelas.

"Tapi-"

"Kamu sudah berteriak di kelas saya!" Jun memotong kata-kata Vernon dengan nada yang tidak setenang tadi.

"Argh!" bugh! Vernon keluar setelah menendang meja.

Reiri dan Jessica melihat punggung Vernon yang kemudian menghilang di balik tembok, kemudian menatap murka ke arah Jun.

Jun sendiri terlihat biasa-biasa saja.

"Reiri," panggilnya, namun Reiri tidak merespon. "Saya mengawasi kamu," lanjutnya.

Tapi dengan artian yang beda dengan yang ada di pikiran kamu.

[]

"Sok ganteng banget tu dosen!" Vernon teriak-teriak marah-marah, ia menendang salah satu bak sampah saat melewatinya hingga isinya berceceran keluar.

"Sabar, Per," kata Reiri.

"Nama gue Vernon!" teriak Vernon, biasanya aja jarang banget meduliin dia dipanggil apa.

"Sorry deh. Sabar ya, Ver."

"Lo juga sih, Ver, sok pahlawan banget," kata Jessica.

"Kenapa lo malah ngomelin gue? Gue, kan, bela'in Reiri!"

"Gue gak perlu dibela'in, kok, Ver." Reiri tersenyum menenangkan. "But I will say thanks."

Melihat senyum itu entah kenapa tiba-tiba saja Vernon jadi gugup.

"Em, yea."

"Reiri!" sapa seseorang di kejauhan.

Orang itu mendekat.

"Reiri, kan?" tanyanya.

"S.coups!" pekik Jessica.

[]

My AngelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang