Everybody wants to throw us away. Broken boy meets broken girl.
(5 Seconds Of Summer - Safety Pin)
×××
Jumat, 8 September 2808
Author POV
"Gue tau, oke?"
Fian menatap aneh kearah Fera, yang dibalas Fera dengan tatapan tak peduli.
Fera gak tahu apa yang salah, oke-memangnya apa yang salah dari perkataan: "Iya, Fer. Qivani Antonia---yang anak osis, yang rumahnya di depan rumah lo, yang cantik, yang dulu gue kira pacarnya Gensa."
Perkataan itu jelas-jelas gak ada salahnya, lagipula; memangnya salah kalo Fian muji Vani? Memangnya salah kalo Fian suka sama Vani? Memangnya salah kalo Fian ga nganggep Fera apa-apa? Inget Fer, terkadang lo harus tahu diri sama diri lo sendiri, tekan Fera pada dirinya sendiri.
Tepukan di pundak Fera membuatnya tersadar dari perang batin yang diciptakannya.
Fera mengangkat wajahnya dan melihat Fian menatapnya dengan wajah serius.
"Alexandra Ferandyl, gue gak tahu apa yang salah dari lo, dan gue gak akan maksa lo buat ngasih tau gue." Fian menghela nafas sejenak. "Tapi, Fer, kalo lo ada masalah atau apapun itu. Bagi sama gue, Fer. Karena---
"Kita temen. Lo mau ngomong gitu 'kan?" sambung Fera lalu tertawa miris.
Melihat tingkah laku Fera, Fian hanya mengangkat bahu dengan santai.
Dan dalam kasus ini, Fera jadi tahu satu hal. Kenyataannya, gak ada yang salah dari antara Fian atau Fera, gak ada yang salah dari tingkah laku keduanya.
Tapi yang salah cuma; kata teman yang terus mengikat dan menghantui mereka.
×××
A/n:
Sebenernya part ini masih panjang. Tapi, gue bener-bener lg males ngetik tapi gue jg lg pengen ngepost. Jd terima ajalah 200 words lanjutan chap kmrn.
Part selanjutnya gue janji--kmrn kan gue bilang usahain-bakal panjang dan cepet. Krn gue udh bener-bener gak tahan buat namatin salah satu dr story gue di watty.
15/10/15
7:41 PM
KAMU SEDANG MEMBACA
150 CM
Jugendliteratur140 cm. Iya, gue tahu gue enggak tinggi dan gue selalu sadar akan hal itu. Tetapi gue selalu bersyukur kok. Gue selalu berterima kasih sama Tuhan, walaupun gue enggak dilahirin setinggi Taylor Swift. Terus apalagi yang salah? Yang salah adalah saat...
