3. Jatuh Cinta Dalam Diam

181 1 0
                                    

Jatuh cinta dalam diam sungguh sangat menyesak didada, itulah diriku, tanpa daya, tanpa upaya hanya bisa mengalir seperti air, kejora memang sangat cantik, anggun, apalagi kalo warna jilbabnya corak kembang kembang merah, Masya Alloh hati ini serasa ingin memilikinya, setiap hari aku hanya bisa melihat dia dikampus, mengamati dari kejauhan, dan hanya bisa berdoa dalam diam, "Ya Alloh jika engkau membuat aku seperti ini, aku rela, pliss ya Alloh kuatkan hati ini"

Mungkin memang ini jalan yang terbaik, menerima kenyataan pahit dengan mencintai seseorang seperti apa adanya, pasrah.

Malam ini bintang tak nampak, hanya langit kecoklatan, aku tau kemungkinan malam ini akan turun hujan, terlihat kilatan menari nari dilangit, aku tersenyum melihat keindahan malam ini, tapi keindahan itu tak sebanding dengan carut marut hatiku yang mencintai kejora dalam diam. Mirissssss.

Seperti biasa setiap senin sampai jum'at aku tercatat sebagai mahasiswa baru kelas malam yang mengambil studi alih jenjang S1, dan langsung tercatat dibangku semester 7, sudah sebulan aku beraktifitas mengejar mata kuliah, kebetulan aku sekelas sama kejora setiap senin, selasa, rabu dan jum'at, hari hari itu merupakan waktu yang sangat spesial dan istimewah, setiap kuliah dihari itu, aku sudah datang awal, duduk didepan kelas, menunggu kedatangan kejora, bertatap muka aja senengnya sudah tak bisa diungkapkan dengan kata kata (terlihat picisan). Semakin hari cinta ini makin subur saja, mencintai tanpa arti, tanpa rasa, tapi aku begitu menikmatinya meskipun tantangan terberatnya yaitu hati ini terasa sakit.

Tawaran ratna kemarin masih dalam keraguan, antara iya dan tidak, bingung, maunya sih aku terima, cuma keberanian ini yang belum bisa mengijinkan, dan akhirnya.

Ratna datang dari kejauhan bersama lia, menuju kearahku sambil melambaikan tangan, aku pun membalas senyuman, tibalah saatnya ratna dan lia tepat mengapitku, kalau sudah begini kayak james bond, hehee.
"Tumben jon, udah nyampe" ujar ratna

"Mahasiswa baru transferan, biasa lagi semangat semangatnya" tambah lia tersenyun kecil

"Bukannya gitu mbak mbak, soalnya kalo disini pikiran rasanya fresh kalo sudah ngeliat cewek cewek kampus" ujarku sambil mesam mesem

"Halahhh alesannnn, paling paling kamu lagi nunggu kejora, iya kannn..?" tebak Ratna tersenyum geli

"Loh loh iya ta Rat, jono naksir ama kejora?" tanya lia penasaran

"Kamu gosip gak jelas Rat, kata siapa aku naksir dia, jangan didengerin lii" sangkalku lumayan memerah wajah ini.

"Buktinya kamu sering kan tanya kabar diakan, sudahlah ngaku aja, kita kita ini ndak masalah kalo kamu naksir dia, soalnya dia juga lagi jomblo"

"Iya loh jon, cepetan PDKT soalnya kejora banyak yang naksir lo, dari dulu pas kuliah D3 bareng aku dikampus yang lama, kejora sering banget nolak cowok" jelas Lia.

"Wess rek cukup, trus kalo dia jomblo aku harus ngapain emangnya dia mau sama aku, cowok gak punya masa depan dan masih kabur ama kenyataan" jawabku merendah.

Ratna Tersenyum geli "kamu gak tau kalo memang kejora nggak mau ama kamu, soryy bercanda"

"Ngawur kamu rat, nanti dia patah hati loo" tambah Lia

"Sudah biasa digituin tenang aja Liii" jawabku tersenyum tipis

"Oh ya aku lupa Jon, besok hari minggu kita jadi kerja kelompok ke rumah Kejora, kamu ikut tah ini tawaran special loo, khusus buat kamu yang gak punya nyalii" kata Ratna

"Dan ini langkah yang pas, buat PDKT ama Kejora, lumayan kan, nanti kamu tau rumahnya" tambah Lia

"Sek tah, emange dia mau, dan gak malu kalo aku hadir, dan satu lagi apakah Kejora berkenan kalo aku satu kelompok ama dia" kataku sambil menyulut rokok.

Cintaku dan Diamnya KejoraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang