Hari demi hari, bulan demi bulan terlewati tak terasa, cinta ini makin tumbuh subur, intensitas pertemuanku dengan kejora mulai meningkat laksana diagram tren postif perdagangan bursa efek, dan aku sekarang lebih memilih agresif ketimbang pasif, hubunganku dengan kejora semakin membaik, kami sering mengobrol usai kuliah, lambat laun kami nyambung sebagai teman baik, parahnya lagi aku sudah tidak sanggup menahan cintaku ini, aku harus ngomong tentang kejujuran arti cinta yang sebenarnya, aku tidak mau menyesal seumur hidup.
Sore itu langit terasa mendung, aku mulai membulatkan tekat pergi kerumah kejora abis pulang kerja, aku ingin melamarnya, hanya Alloh yang mengetahui takdirku, aku tidak mau berangan angan yang tak pasti, 1,5 tahun berjalan aku hanya bisa berharap dalam sepi, kejujuran hati harus diperjuangkan, Bismillahhh.
Jantung ini mulai berdegup kencang setiba dirumahnya, aku pun dipersilahkan duduk diteras oleh satpam penjaga rumahnya, tekad ini sudah bulat, aku harus berani bertemu ayahnya, karena melamar anak seseorang itu tidak ada yang salah. Selang beberapa menit bapaknya keluar dan mempersilahkan aku duduk.
"Kejora masih belum datang kerja, ada apa mas" Tanyanya sambil membukakan snack yang ada ditoples. "Monggoooo"
"Saya Jono pak, ehm ehm, sa..saya sedikit takut dan bingung" kataku terbata bata.
"Nggak usah takut, memang tampang saya garang, sebenarnya ada apa" Ujarnya santai lalu melanjutkannya "Apakah ada hubungan sama kejora"
"Injeh pak, sa..saya ingin se..sekali me...maksudnya melamar putri bapak, sekali lagi mohon maaf atas niat yang tak tau diri ini" kataku sambil menunduk
Ayahnya kejora langsung kaget, dan terdiam beberapa saat "begini mas jono, saya harus jawab apa ya, saya juga bingung, terus terang saya bahagia, anak saya masih ada yang mengharapkan, dan saya akui kamu lelaki yang berani"
Aku cuma diam dan mendengarkan.
"Memangnya kamu dengan Kejora sudah pacaran" Tanyanya dengan nada menekan.
"Saya dengan Kejora cuma berteman saja, dan kejora tidak tahu kalau saya hari ini mau melamarnya, sekali lagi saya mohon maaf pak"
Ayahnya tersenyum "Jaman sekarang masih ada anak seperti kamu, saya suka keberanian kamu"
Aku cuma ikut tersenyum, sebenarnya tubuh ini sudah gemetar dari tadi.
"Saya juga sebenarnya tidak suka anak saya pacaran, saya juga berat jawabnya" kata ayahnya
"Meskipun bapak menolak lamaran saya, Insya Alloh saya Ikhlas" Ungkapku sedikit memaksa
Ayahnya terdiam mendengarkan penjelasanku. "Begini mas Jono, Jujur Kejora sudah ada yang melamarnya, sekarang calonnya masih kuliah di Jepang, Insya Alloh tahun depan Kejora akan menikah" Lanjutnya.
Deg, hati ini langsung terkoyak, hancur, harapan dalam sepi ini memang menjadi sepi ditambah badai topan, makin hancur lebur, terlalu berat, rasanya sudah nggak kuat, inilah kenyataan yang harus aku hadapi, bener bener terjadi, cinta ini cuma sia sia, Ya Alloh kulo sakittttttttttt. "Alhamdulilahh pak, mungkin kejora bukan jodoh saya, sekali lagi atas nama hati yang tak tau diri ini, saya mohonnnn maaff" Ujarku menunduk menyembunyikan kekecawaaanku.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, malah saya sangat menghargai niat baik mas jono" Kata Ayahnya tersenyum
Tak lama ibunya kejora membawa secangkir teh hangat. "Monggo diminum mas"
"Injeh bu, maturnuwun" kuteguk perlahan sampai sampai teh manis ini serasa menjadi pahit.
"Mas jono ini rumahnya mana" Tanya ibunya sedikit penasaran.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cintaku dan Diamnya Kejora
Short Story"Kejora...!" sapaku lembut Gadis itu menoleh ke arahku "iya, ada apa" jawabnya heran "Maukah kamu memaafkan aku...?" Kejora menatap penuh arti "Aku sudah memaafkanmu" Hatiku mulai bergetar "Kenapa maafku yang terucap dalam dunia maya selalu...