12 Tahun Kemudian, waktu cepat berlalu seperti pada umumnya, tak terasa.....?
Sore itu lingkungan pesantren rumahku begitu ramai, aku pun duduk diteras rumah sambil merokok menikmati indahnya langit sore, Subhanalloh, hati ini begitu tentram, kegiatanku disibukkan dengan mengajar ngaji dan kitab kitab kuning klasik, karena Abi ingin sekali aku meneruskan Pesantren.
Umurku sudah menginjak 40 tahun, rambut dan janggutku mulai memutih, wajahku mulai keriput, "Ya Alloh Saya sangat menikmatinya" batinku, tak lama aku melihat ada santri disampingku sambil menunduk "Nyuwun ngampunten gus" lalu mencium tanganku "Waktunya Ngaos Gus" lanjutnya
"Masya Alloh le, sampe lupa, ya wes, abis ini saya nyusul"
"Injeh Gus, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Aku pun bergegas mengambil kitab dan memakai kopyah lalu aku menuju masjid pesantren.
Ditengah pengajian berlangsung, aku pun berhenti menerangkan kitab Tafsir, Nilam adikku pun menghampiri dan berbisik pelan "Dipanggil abi mas, ada tamu"
"Mas lagi ngaji, nanti aja ya" balasku pelan.
"Mas disuruh sekarang, penting kata abi" bisiknya lagi
"Iya abis ini, sedikit lagi ya" kataku
Aku pun mengakhiri ngaji, gak biasanya abi manggil waktu ngaji, rasa penasaran terjawab sudah ketika aku memasuki ruang tamu, "Masya Alloh" batinku kaget melihat ada seorang gadis berjilbab warna corak kembang duduk bersama Ibu dan ayahnya, makin bergetar hati ini, wajah itu, aku sangat mengenalnya, Kejora, 12 tahun lamanya aku berusaha melupakan dia, namun masih saja aku mengenalinya, kejora pun melihatku heran.
"Mad, kamu kok malah berdiri didepan pintu, sini duduk ada tamu khusus buat kamu" Suruh abi
"Injeh Bi" Jawabku berjalan mendekati mereka lalu Ayahnya berdiri dan bersalaman denganku
"Monggo silakan duduk, jadi sungkan saya pak"
"Alhamdulilah akhirnya kita bertemu, Jenengan pripun kabarnya Gus, sudah lama kita tidak pernah ketemu" Kata Ayahnya lalu duduk
"Alhamdulilah baik pak" kataku tersenyum, sedangkan Kejora masih menundukkan kepalanya.
"Nak, Ibu sudah tau semuanya, ayahnya kejora sudah cerita semuanya, karena ayahnya kejora dan Abimu sudah mengenal lama, dan dulu sering mengaji disini"
Aku makin kaget mendengar Penjelasan ibu "ehmm" aku masih curi curi pandang ke Kejora, wajahnya tidak banyak berubah, semakin tua semakin cantik.
"Ibu sekarang sudah tahu, kenapa kamu tidak mau menikah, inikan wanita yang selama ini kamu tunggu" Ujar Ibu bahagia
Aku hanya bisa tersenyum, ibuku pun langsung berdiri mengajak kejora masuk diruang tamu sebelah rumah.
"Ahmad, kamu pergi sana sama ibumu, temui Kejora" suruh Abi
"Injeh bii" aku pun menuruti perintah Abi
Ruang tamu sebelah rumah
Aku pun duduk tepat dihadapan kejora, dia masih menunduk malu.
"Ibu tinggal dulu, ingat kamu berdua disini, hati hati dengan godaan syetan" pamit ibuku lalu menghilang dibalik tirai pintu
Hening sesaat.
"Gimana kabarnya"
"alhamdulilah baik" jawab kejora sambil tersenyum menunduk dan tersipu malu.
"Sudah donk, jangan kikuk kayak gini, aku tetap jono yang dulu"
Kejora tersenyum tipis "kamu berubah ya, makin tua"
"Sama kamu juga makin tua" godaku
Hening sejenak
"Gus, aku nggak nyangka ternyata kamu putranya Kyai Muhammad, gurunya ayahku"
"Oh ternyata Abiku itu guru ayahmu" kataku lalu terdiam beberapa saat "Sudahlah jangan panggil gus, panggil jono aja" lanjutku lagi.
Kejora tersenyum geli "bercandanya masih seperti yang dulu"
"gimana ceritanya kamu sampai disini, bagaimana kabar suamimu, saya juga bingung ama maksut ibu tentang ini semua, saya belum mengerti maksutnya" tanyaku penasaran.
Kejora mulai menatapku penuh arti "Panjang ceritanya, aku tidak menikah, sejak surat yang diberikan sama Ratna, aku pun langsung mencari kamu, tapi kamu tega sudah meninggalkanku, maafkan sikapku yang dulu"
"Sudahlah Raa, itukan dulu, kita ini sudah tua, tidak waktunya lagi kita picisan kayak masa muda kita dulu, aku sudah memaafkanmu"
"Waktu itu aku jujur sama ayah, bahwa aku mencintai kamu, hingga akhirnya pertunangan kami dibatalkan, 12 tahun lamaanya perasaaan ini tidak pernah hilang, aku janji dalam hati, aku tidak akan menikah selain menikah dengan kamu, meskipun apabila aku dipertemukan dengan kamu dan kamu menolak cintaku, aku rela jadi perawan tua" Urai Kejora sedih.
"Ya Alloh Raaa, kamu jangan ngomong kayak gitu, kita itu sama, mungkin ini jalan yang dikasih Alloh, aku berkali kali dijodohin sama abiku, tetap saja aku tidak bisa, aku masih nyimpan hati ini buat kamu" Jelasku menatap kejora "Maukah kamu menikah dengan ku..." tanyaku sambil memegang tangan kejora serasa tanpa dosa
"Aku bersedia mas jono" Jawab kejora semakin erat memegang tanganku,
Hingga pada akhirnya takdir kami disatukan dalam tali pernikahan, 12 tahun lamanya berpisah, namun garis takdir masih menulis cintaku untuk kejora.
TAMAT

KAMU SEDANG MEMBACA
Cintaku dan Diamnya Kejora
Short Story"Kejora...!" sapaku lembut Gadis itu menoleh ke arahku "iya, ada apa" jawabnya heran "Maukah kamu memaafkan aku...?" Kejora menatap penuh arti "Aku sudah memaafkanmu" Hatiku mulai bergetar "Kenapa maafku yang terucap dalam dunia maya selalu...