Suasana buat gue males-malesan di kamar, bangun mandi, makan trus balik lagi ke kamar. Serius ini bumi kayak mau kiamat aja, kemarin panesnya minta ampun lah sekarang gue gulung-gulungan selimut di kamar udah kayak apa aja gitu ya.
Ditambah gue dapetin DOI ya DOI nyebut-nyebut nama orang itu. Argh. Envy AUUUUU. Udah sih. Senyum ja je.
***
Your Call - Secondhand Serenade
"I was born to tell you I love you
And I'm torn to do what I have to
To make you mine
Stay with me tonight"
"Stay with me as long as we can, Cher" dia berbisik di dekat telingaku. Aku merebahkan kepalaku di bahunya dia menggenga tanganku, tidak ingin meninggalkan moment ini. Meskipun, di taman rumah sakit. Aku bahagia karena bersamanya. Bersamanya lah, dia duniaku. Duniaku. Aku bahkan tidak tahu apa yang ada dalam ragaku saat dia dalam keadaan koma. Aku tidak dapat mendapati jiwaku berada di badan kasarnya. Aku bagaikan… Argh..
"Don't leave me, Cher"
"Never"
"Je T'aime" Aku menciumnya dalam lebih dalam. Ucapan itu seperti mantra. Mantra yang sangat mujarab. Dia mempererat pelukannya di pinggangku.
"Je t'aime, Cher. Je t'aime" dia mengerang di mulutku, aku tahu apa yang ia ucapkan. Aku lebih sayang, aku lebih mencintaimu. Aku takut kehilanganmu sangat takut. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika seandainya aku kehilanganmu. Jangan tinggalkan aku. Jangan. Tolong jangan tinggalkan aku.
Pagi yang sangat indah, sekali lagi, meskipun di rumah sakit. Kita bersantai bersama menikmati embun pagi yang mentes dengan alunan lagi yang mengalir dari iPodku melalui headset hingga kita berdua menikmatinya bersama.
"I miss you" dia memainkan jari-jariku yang menjalin di jari-jari tangannya.
Trowback to 24 June 2010
Kring Kring
Oh Handphoneku. Aku melepaskan pandanganku dari iPadku. Pasti Frad pikirku benar saja saat aku melihat inbox yang tertera di layar ponselku. Aku sangat senang aku menantikan kabarnya sedari tadi. Aku merasa sangat bosan di rumah. Bosan, karena hari ini aku terpaksa mengambil cuti di kantor karena betapa parah rasa khawatir Frad. Aku hanya flu biasa dia tidak mengizinkan aku untuk pergi ke kantor.
"Are you okay?" Oh God. I'm okay. Always okay Frad. Kadang ia sangat menyebalkan saat rasa khawatir yang berlebihan yang membuatku frustasi. Aku hanya flu bukan jatuh sakit hingga aku tidak dapat membuka mataku.
"Yea I'm okay." Aku segera membalasnya. Aku meninggalkan ponselku di kamar pergi ke dapur untuk mengambil air. Aku melirik ke arah meja makan, aku tidak menyadari. Ada note. Frad.
Happy Anniversary, Cher
-Frad.
Oh Fuck. Aku bahkan melupakan hari jadi kami. Dua tahun bersama. Tidak terasa ya, cepat sekali. Aku merasa baru beberapa hari yang lalu ia menyatakan perasaannya di restaurant itu. Aku bergegas pergi ke kamar meraih ponselku dan meneleponnya.
Tidak menunggu lama suara halusnya yang menjadi penawar racun dalam tubuhkku terdengar, halus.
"Hai, Cher"
"Hai" aku tersenyum aku tau dia juga melakukan hal yang sama di sana.
"Cher?" mujarab. Aku menyukainya. Aku jatuh cinta pada pria yang sama setiap harinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik.
RomanceTitik. Mengawali berbagai macam goresan. Lembut, tegas, kasar dan halus. Goresan yang mengandung berbagai makna. Goresan yang mengisahkan berbagai cerita. Goresan yang meluapkan isi hati penciptanya. Goresan yang menguak berbagai bilur yang menerpa...
