Matahari pagi terasa begitu menyengat dikulit, walau angin berhembus pelan tapi rasa panas tidak menghilang.
Sudah tiga jam lebih lima belas menit mereka berdiri ditengah San-Bridge.
Ryosuke, Ree, Gin, Alice, Fujiyama, Aka, Aoi dan alex sudah bersiap dengam senjata yang mereka bawa, dan itu hanya senjata biasa seperti pistol, katana, dan senapan laras panjang biasa. Karena mereka hanya melawan Mutasi level 1-3 dan menurut Alex tidak perlu menggunakan senjata yang canggih.
Gin melihat ke sekelilingnya dan merasa ada yang kurang. "Cih mana gadis gila itu?!" Tanya dengan penuh penekanan di kata 'gila'. Ternyata dia sangat membenci gadis itu.
"Sudah berapa kali aku bilang! Dia tidak gila!" Jawab Ree dengan penekanan disetiap kata nya.
Gin mendengus kesal dan sesekali menyumpah serapah gadis itu jika ia tidak datang.
Alice gemetar karena ini adalah pertama kali nya ia memegang senjata, mulut nya sedari tadi sibuk berdoa.
Ryosuke melihat jam tangan nya yang telah menunjukkan pukul 09.21 keringat dingin kini membasahi nya.
"Semua nya minum obat itu sekarang!" Seru nya.
Gluk gluk
'Rasanya hambar' itulah yang mereka pikirkan.
Duar!
Mereka semua terkejut mendengar ledakan yang ada puluhan meter didepan mereka. Dan mereka semua langsung memakai mask yang sudah mereka siapkan sedari tadi.
Dari balik asap itu muncul gadis berambut tosca dengan katana ditangan kanan nya dan beberapa granat yang menempel di pinggang nya.
Gadis itu berlari kearah kelompok zero yang nampak gugup dan ketakutan dengan apa yang akan ia hadapi nanti.
"Hosh... hosh... m-mereka banyak sekali! Ternyata ada juga yang bisa terbang. Dan ingat jangan sampai kalian tergigit oleh mereka!" Ucap Gadis itu sambil mempererat pegangannya pada Katana yang sedari tadi menemani nya.
█ Ree Prov █
'Jadi tadi dia duluan ke sapporo untuk melihat jumlah dan makhluk apa saja yang akan kemari?!'
Sebenar nya aku cukup kagum dengan nya. Ia pintar, intuisi nya tepat, berani.
"Mereka datang!! Persiapkan diri kalian!!!" Seru ketua.
Alice dan Fujiyama menembaki makhluk mutasi hybird itu dengan senapan laras panjang. Dan yap mereka berhasil dan tidak ragu lagi.
Alex dan ketua maju menyerang makhluk mutasi bisa ku pastikan kalau itu level 1 dan 2.
"Ree awas belakang mu!" Seru gin. Reflek aku menoleh kebelakang, ternyata zombie! Langsung kutebas kepala zombie itu dan lari mendekat kearah Gin dan Reika gadis berambut tosca itu.
"Bagus! Sekarang kita dikepung mutasi level 3" dengus Gin kesal sambil memegang pistol.
Ya kami dikelilingi makhluk mutasi yang berbentuk sangat menjijikkan jika kujelaskan. Bentuk mereka seperti manusia namun kepala mereka penuh seperti mata, sungut, duri, dan kulit mereka melepuh bahkan ada yang tidak memiliki kulit. Tidak semua makhluk berbentuk sama.
"Sstt... kalian jangan banyak bergerak, pengelihatan mereka buruk. Kita diam saja seperti patung, lalu saat mereka berbalik kita baru menyerang. Titik kelemahan mereka ada di tengkuk nya. Serang bagian itu." Ucap Reika berbisik dan kulirik Gin mengangguk.
Kami diam seperti apa yang diintruksi kan oleh gadis itu dan benar saja mereka berbalik pergi meninggalkan kami.
"Sekarang!!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Attack!!! (HIATUS)
De TodoMimpi hanyalah bunga tidur yang selalu membuat manusia nyenyak dalam tidurnya. Gadis cantik itu berusaha mengatakan yang sejujurnya pada orang-orang itu, tapi mereka menganggap gadis itu gila! "Apa yang harus kulakukan sekarang?!"
