janji

1.5K 82 4
                                    

A"Hei anak magang baru, kemarilah"

Ujar namja berjas merah pada jeonghan.

" iya kak"

Jeonghan menghampiri pemuda bersurai coklat tua itu dengan canggung dan terkesan sedikit takut.

"Sudah tahu tugasmu?"

Namja itu bertolak pinggang didepan jeonghan dengan nada bicara yang tertedengar judes dan agak mendiskriminasi kedudukan.

Jeonghan menundukkan kepalanya sambil mengeleng tanpa menatap lawan bicaranya, jari-jarinya meremas dan bertautan hingga tercipta keringat dingin dikedua telapak tangan lentik itu.

" kau nanti duduk disana, selama tiga bulan ini kau masih tergolong pekerja magang, jadi jangan mencoba bermalas-malasan karena kami semua mengawasimu, terutama aku...
Kau harus menuruti perintahku karena aku atasan disini, mengerti?!"

"Iya kak, saya mengerti.."

Jeonghan mencoba mengangkat wajahnya hanya untuk sekedar menatap wajah orang yang mengajaknya bicara, namun matanya terhenti pada satu titik yaitu poros mata orang itu, gurat matanya menajam seperti rasa tidak suka pada jeonghan, namun pandangan namja(pemuda) bersurai(rambut) hitam legam yang panjang sebahu itu turun kebawah kearah sepatunya, menghindari sorotan mata tajam yang menghujamnya kini.

"Saya permisi dulu kak"

"Hey tunggu...tugas pertamamu
Adalah mengantarkan surat ini keseseorang diruangan atministrasi, kau akan ku beri panduan agar tidak salah orang saat mengantarnya"

Jeonghan mengekor orang itu dari belakang menuju meja kerjanya,dan tangannya mengulur tatkala orang itu menyodorkan secarik kertas padanya.

"Ingat...jangan serahkan pada orang lain, kau harus pastikan bahwa dia yang menerima langsung surat ini, arraso?!

"Iya kak, saya akan ingat
Permisi..."

-
-
-

"Belok kanan lurus ada toilet terus belok kanan lagi, dia bekerja di bagian atministrasi, namanya joshua hong"

Jeonghan mengikuti petunjuk yang diberikan atasannya,melalui sobekkan kertas putih yang dipegangnya, dan tak butuh waktu lama namja cenderung cantik itu menemukan sebuah ruangan yang bertuliskan ruang atministrasi, dengan semangat jeonghan mengetuk pintu kaca  itu yang bertulisan dorong, hingga seseorang yang berada didalam mengdengar ketukkannya dan beranjak bangkit untuk membukakan pintu kaca yang tak terkunci itu.

"Bisa saya bantu nona?"

"Maaf saya namja"

"Oh..sorry..sorry...
Saya tidak sengaja, saya kira anda wanita, paras dan fisik ada mengatakan demikian, anda sangat cantik sekali tuan"

"Saya kemari bukan ingin mendengar sanjungan anda atau apalah itu tapi saya kemari ingin bertanya apakah benar ini adalah ruang atministrasi, dan apakah anda kenal joshua hong?

"Anda tepat kalau anda mencari tuan hong disini, karena dia atasan kami, ngomong-ngomong saya baru melihat anda, apakah anda baru disini?"

"Iya saya masih tryning disini, kak, perkenalkan nama saya yoon jeonghan dibagian marketing"

"Saya dokyeom, atasmu tuan boo ya?"

"Tuan boo???"

"Iya boo seungkwan.
Dia tuch killer bagi pekerja magang, dia sering nyiksa bawahannya dengan tugas-tugas yang menumpuk, siap-siap kuat tenaga ya nona...eh...tuan yoon"

TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang