Tanganku membeku, seluruh hawa terasa dingin, kakiku terpaku disana, entah ini halusinasi atau bukan tapi aku takut, sangat takut.
"Sarah?" Aku memanggil sekali lagi untuk memastikan
BRUKKKKKK
Dia jatuh tepat didepanku
Aku tentu kaget, ini bukan hantu. Ini manusia, aku membalik tubuhnya untuk sekedar melihat wajahnya dan aku terkejut, itu Sarah, Sarah?
*
SARAH POV :
Aku terbangun dengan beberapa perban di kepala, wait.. apa yang baru saja terjadi? Seingatku kemarin aku hanya tidur dan tidak melakukan aktifitas yang bisa membuatku teluka seperti ini, atau aku kehilangan memori jangka pendekku?
"Kau bangun" aku menoleh kearah sumber suara dan menemukan Harry dengan nampan berisi sereal dan jus jeruk
"Eh Har.. tumben, terimakasih ya" dia menaruh nampan itu di atas meja kecil yang ada disamping tempat tidur, aku mengambil jus jeruk dan meneguknya perlahan
"Kau baik baik saja kan? Apa kepalamu masih sakit?" Dia menunjukkan wajah khawatir sembari terus memperhatikan perban yang ada di kepalaku, ah ya... aku sendiri masih bingung kenapa perban ini ada di kepalaku
"Itu yang mau aku tanyakan padamu Harry., kenapa ada perban di kepalaku?"
HARRY POV :
Dia terjatuh dengan kerasnya, kulihat dahinya memar dan ada darah yang keluar, aku panik dan segera membawa tubuhnya ke sofa lalu mencari perban dan alkohol untuk meredakan sakitnya
Aku kembali dengan beberapa kapas dan kotak P3K, perlahan aku mengobati lukanya dan kulihat dia meringis kesakitan. Setelah selesai, aku mengangkat kepalanya dengan bantal untuk memasang perban agar lukanya tidak terbuka, sangat aneh, apakah Sarah tidur sambil berjalan?
Aku ingin sekali memindahkannya ke tempat tidur, namun apa tega aku menyeretnya melalu tangga? Tidak tidak, aku tidak akan mungkin membawanya secara kasar begitu, menggendongnya? Itu bisa jadi ide yang bagus, tapi bagaimana kalau aku tidak sengaja menjatuhkannya lagi? Bisa jadi memar nya akan bertambah besar dan aku tidak mau itu terjadi, terpaksa aku meninggalkannya tidur di sofa.
"Oh..." Sarah menatapku seakan mengerti
"Jadi., kau sering ya tidur sambil berjalan? You know, it's creepy" aku merinding mengingat dia menyanyikan melodi melodi itu.
"Sebenarnya tidak juga sih" dia masih mengunci pandangannya kepadaku sambil memakan serealnya.
"Dan oh ya, apa kau ingat melodi yang kau nyanyikan itu?" Kulihat dia memasang wajah berpikir, dan aku akui itu lucu.
"Hmmm.. sepertinya iya? Atau tidak? Aku tidak tau, minggu minggu ini aku mengalami gangguan tentang daya memori ingatan di otakku..." aku terkekeh kecil.
"Habiskan serealmu, aku ingin kau menemani ku dan The Boys untuk MV kita" aku tersenyum lalu bangkit dari kursi dan bersiap siap.
Heyyyyyyy im soooooooooooo happyyyy, 200 views :"))) love you all guys, gue rasa ini lebih baik ketimbang foto ama Louis *wkwk lupakan*
Anyway maaf kalo ceritanya agak gak nyambung, ane pingin nambah bumbu bumbu imajinasi sedikit lah, bolehkan? :D
It's GOTTA BE YOUUU.. XD
Once again, THANK YOU SO MUCH, ALWAYS BE CUTE FOR ALL MY READER OKAY? :**
