III

33 6 9
                                    

Oh ya, perkenalkan namaku Sarah Arista Olivia. Aku berumur 21 tahun cukup muda sebagai pemilik restoran bukan? Ya, aku mempunyai sebuah restoran megah di New York. Restoran itu kudapat saat aku menjadi pemenang Master Chef U.S.A tahun 2013 lalu, untunglah aku mendapat juara 1 dan dengan bantuan chef Gorden Ramsay kini impianku terwujud.

Dulunya aku tinggal di Perancis, Paris. Namun saat umur 3 tahun aku pindah ke Indonesia tepatnya di Jakarta. Aku pindah karena peristiwa yang sangat menyedihkan.. ya bagaimana tidak menyedihkan, kedua orang tuaku dijadikan sebagai bom bunuh diri dan membunuh seluruh keluarga besarku. Menurut polisi seteempat, mereka ternyata di cuci otaknya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Atau sebut saja, Orang tuaku itu adalah Kelinci percobaan mereka.

akupun menetap di indonesia sekitar 14 tahun lamanya lalu pergi ke Inggris untuk menemani paman dan bibiku yang tersisa dari seluruh keluargaku yang dipanggil oleh teman pamanku, kalau tak salah namanya adalah Simon Cowell, kamipun dengan semangat menerima tawarannya untuk tinggal inggris dan membeli rumah baru di samping rumahnya itu. Namun memang naas.. paman dan bibiku meningggal karena kecelakaan mobil saat hendak mengantarku ke tempat kerjaku. Kini.. aku tidak punya siapa siapa.

Dalam keterpurukanku, Simon pun mengatakan kalau aku boleh tinggal di rumahnya dan bekerja sebagai manajernya. Akupun memang sedikit ragu, namun apa boleh buat jika aku menolak tawarannya bisa bisa aku menjadi gelandangan di jalanan sana dan hanya bisa mengemis meminta belas kasih mereka.

Aku kini resmi menjadi manajer Simon, tak berat memang namun sorot kamera dan cahaya lampu itu kadang kadang membuat mataku sakit. Aku baru tau kalau Simon bekerja sebagai Juri di X-Factor. Kupikir itu pekerjaan yang mudah, hanya duduk duduk saja dan menilai penampilan mereka, namun pikiran ku berubah saat Simon menyatukan 5 orang yang hendak kalah di kompetensi itu, aku melihat mereka saling loncat kegirangan dan memeluk satu sama lain. Entah, namun aku bisa memikirkan bahwa masa depan mereka akan bersinar seperti raut wajah mereka saat ini.

Tanpa sengaja aku melukiskan sebuah senyuman di wajahku.






Still waiting for your vote and comments!! 5 vote 2 comments, love as always ^_^)/

HistoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang