IX

21 4 3
                                    

Pikiran akan hal itu terus menghantuiku, ini sudah pukul 01.00 malam namun diriku masih terjaga sendiri disini, sedangkan The Boys mungkin sudah tidur karena hari ini begitu melelahkan, menjalani tour mereka yang luar biasa padat, aku sedikit tercengang bagaimana cara mereka menyimpan energi walaupun untuk sekedar berbaring mungkin mereka terlalu sibuk.

Aku memutuskan untuk berjalan keluar kamar dan menemukan sesuatu untuk dimakan, well.. mungkin aku sedikit percaya apa kata orang bila sehabis makan kita akan cepat tidur, namun sebagian nya lagi mengatakan itu tidak baik untuk kesehatan, mungkin kalau susu saja tak apa kan? Jadi aku membuka kulkas dan mengambil sebuah kotak susu, aku berbalik dan betapa terkejutnya aku ketika melihat sebuah siluet sedang memandangi ku, dengan segera aku menyalakan lampu dapur, shit.. kukira siapa, ternyata itu Harry, kebiasaan si kriting ini memang tak bisa dihilangkan.

"Uh, Harry! Kukira siapa tadi, kau hampir membuatku terkena serangan jantung tau!" Ujarku dengan menaruh nada marah kepadanya.

"Hehehe, maaf Sarah, aku tidak bermaksud untuk mengagetkan mu namun melihat mu dengan hanya diterangi sinar kulkas itu.. sangat sexy" ucapnya lalu menyeringai lagi.

Aku memutar bola mataku , dia memang menggoda namun menurutku apa yang dikatakannya tidak benar, aku tidak se sexy yang dia pikirkan. Kadang aku merasakan minder dengan bentuk tubuhku, well... yang bisa dibilang gemuk? Sudahlah, yang mau aku lakukan sekarang adalah meminum susuku dan kembali tidur.

"Hey, mau kemana kau?" Aku berbalik lalu memutar bola mataku lagi, bisa tidak sih dia tidak mengikuti ku hanya untuk sehari saja?

"C'mon Styles... tentu saja aku ingin tidur, kau lihat ini jam berapa?" Aku memberi tau nya untuk melihat jama yang tergantung di tembok, kulihat muka bosan terpampang di wajahnya.

"Oke, sebenarnya aku juga mau tidur, namun tidak disana, aku muak mendengar Niall mengorok dengan kerasnya" Harry mengangkat tangannya seolah menyerah, ku akui sih Niall memang sedikit berisik saat kami ber enam tidur di sana namun aku sepertinya sudah biasa, ya.. aku pernah tidur di dalam kelas yang sudah aku anggap kandang hewan saking ributnya kelas itu jadi aku memberi julukan tersendiri.

"So.. kamu mau tidur dimana? Hanya itulah kamar yang tersisa" kulihat wajah Harry terlihat seperti memikirkan sesuatu, tiba tiba saja wajahnya seperti baru menumbuhkan lampu besar di atas kepalanya.

"Bagaimana jika kita mengadakan kegiatan 'menginap' ?"




Almost 400 characters ^_^)// i'm so happy! Hehehe, anyway thx for the vote!! Gue bakal coba buat bikin nih cerita lebih panjang lagi, but i really need you support! See again fella! ;)

HistoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang