Chapter 6

971 148 1
                                    

Eunwoo berjalan memasuki pesawat yang akan membawanya pada negeri uncle sam itu .

Euwoo duduk dikursi penumpang dengan nomor 110 yaps tepat didekat jendela .
Eunwoo melihat keluar jendela
" Hufft sudah lama tak melihat semua ini " guman eunwoo menatap keluar jendela

Sekali kali eunwoo tertidur ... setelah sekian lama perjalanan yang ditempuh eunwoo sampai di bandara .

Ia keluar pesawat dan sedikit kebingungan harus kemana , bahkan ia tak tahu woozi menunggunya dimana .

Eunwoo mengambil ponselnya dan mulai menelephone woozi

" oppa kau sudah dibandara ? "

" aku sudah sampai dari tadi "

" kau dimana ? "

" dibelakangmu "

Mendengar jawaban woozi itu, eunwoo langsung membalik posisinya dan melihat woozi yang sedang berdiri dengan senyuman khasnya dan tangan yang masih memegang ponsel yang masih menempel di telinganya

" kau sekarang melihatku ? "
Tanya woozi masih dalam telephonenya, eunwoo tersenyum dan berlari memeluk woozi erat erat , tangisnya tak bisa ia hindari sekarang ,ia benar benar merindukan woozi yang beberapa bulan yang lalu meninggalkanya .

" Hiks hiks oppa ... " tangis eunwoo pecah dalam pelukan woozi
" ulljima ( jangan menangis ) ... " ujar woozi mengelus rambut eunwoo lembut
" oppa ... " eunwoo masih menangis sesegukan ...
" kau ingin terus menangis disini ? " tanya woozi " ayo pergi " sambung woozi melepas pelukan eunwoo " tapi Uji ... " eunwoo menunjuk kesuatu arah " kau mengajaknya ? Ah... araseo (aku mengerti) ,ayo kita jemput dia " woozi mengusap sisa air mata eunwoo yang masih mengalir dipipinya .

Eunwoo menggandeng tangan eunwoo erat , mereka berjalan menuju tempat pengambilan hewan (?)

Setelah semua selesai eunwoo dan woozi eits tentunya Uji juga masuk kedalam mobil woozi
" kau punya mobil disini ? " tanya eunwoo , woozi mengangguk dengan tatapan lurus ke arah jalanan " Kurasa Uji belum mengenalmu ,tapi aku sudah berkali kali menunjukan fotomu padanya " ujar eunwoo melihat kearah Uji yang berada di jok belakang " kau menunjukanya ? " woozi menengok kearah eunwoo tak lama dan kembali fokus ke jalan " iya ... oppa, kau mengecat rambutmu lagi ? " tanya eunwoo memainkan rambut woozi
" iya, aku harus merubahnya untuk perfomeku beberapa minggu yang lalu , kenapa ? Kau tak suka warnanya ? " tanya woozi
" aniya... aku suka , kau nampak imut dengan rambut barumu " jawab eunwoo tersenyum " apa kau mendapat teman baru ? " tanya woozi lembut " aku mendapat satu! " jawab eunwoo semangat " yeojakan ....? " tebak woozi " yepp! , kau tahu aku itu yeoja terkenal dikampus , sudah ada sekitar 7 namja menembakku oppa " ujar eunwoo , woozi kaget mendengar ucapan eunwoo yang bagian akhirnya
" hahaha , kau pasti kaget , tenang saja... aku menolak mereka semua " sambung eunwoo memegang pundak woozi
" dengan alasan ? " tanya woozi menaikkan satu alisnya
" aku bilang secara terang terangan kalau aku sudah punya namjachingu , lagi pula aku tak suka namja seperti mereka yang rata rata adalah namja yang memiliki banyak fans , bertubuh kekar , keren ... " jelas eunwoo panjang lebar " lalu namja seperti apa yang kau suka ... jung eunwoo ?" Tanya woozi namun lebih tepatnya woozi menggodanya .
" aku suka namja imut sepertimu " jawab eunwoo dengan suara lantang .
Woozi mendengar itu sedikit terkekeh
" kau lapar ? " tanya woozi menghentikan tawanya, eunwoo yang mendengar pertanyaan woozi itu lantas lansung menjawab dengan anggukan mantab

Woozi menjalankan mobilnya menuju kedai pancake yang terlihat cukup ramai dan berkelas vintage

" duduklah " ujar woozi menarik kursi untuk eunwoo .
Eunwoo tersenyum kearah woozi dan membuka buku menu yang bertuliskan dengan bahasa inggris

" huft ... tak sia sia aku belajar bahasa inggris " gumam eunwoo membalik balik buku menunya .
Woozi terkekeh melihat tingkah laku kekasihnya itu .

" jangan hanya membalik balik saja , pesanlah sesuatu " ujar woozi

" oppa... aku mau pancake ini " ujar eunwoo menunjuk kearah gambar pancake dengan topping beberapa buah berry di buku menu

" oh okay! ... Mrs! " woozi memanggil seorang pelayan dengan rambut pirang .
Pelayan itu datang menghampiri woozi dan eunwoo , ia tersenyum manis kearah eunwoo .

[ Eunwoo POV ]

kurasa amerika tidak buruk , aku melihat kearah woozi yang tengah berbicara dengan pelayan itu dengan kemampuan bahasa inggrisnya .

Setelah selesai woozi kembali menghadap kearahku dan tersenyum kepadaku
" kau akrab sekali dengan pelayan itu ? " tanyaku dengan muka datar
" aku sering kesini , saat pulang kuliah " jawabnya santai
" oh.. " sahutku langsung melihat kejalanan yang ramai
" kenapa ? Kau cemburu ? " tanya woozi lantas aku menggeleng gelengkan kepalaku berat
" aku masih ingat dengan janji kita " sambung woozi tersenyum manis kearahku ... yah senyum yang kurindukan itu , namun aku tetap tak menatapnya poseku masih sama dengan yang tadi menghadapa kearah jalanan yang ramai
" tak baik berbicara dengan orang tanpa menatapnya " ujar woozi menarik daguku sampai menghadap kearahnya .
" jawab aku ... kau kenapa ? " tanyanya dengan muka khawatir namun aku tetap mendiamkanya .

Sebenarnya aku cemburu melihat ia akrab dengan yeoja lain , tapi ragu mengatakanya karena memang pada kenyataanya woozi tak menaruh hati pada pelayan itu ... Ahh aku benar benar tak tahu harus apa ? Aku benar benar kalah telak bila aku bilang , aku cemburu .

Salah satu yang dapat melindungiku adalah gelengan , namun dengan aku menggeleng semakin woozi menekanku untuk menjawab pertanyaanya .

" jawan pertanyaanku ... " ulang woozi menatap mataku lekat lekat .
Astaga kenapa tatapanya begitu ? Aku tak kuat ya tuhan tolong aku ...

" eunwoo! " ujar woozi sedikit meninggikan nada bicaranya .

" aishh... aku cemburu oppa! " teriakku sedikit kesal dan melipat lenganku

" Cemburu? Dengan pelayan itu ? " tanya woozi sedikit terheran heran, mimik wajahnya seperti menahan tawanya

" kalau mau ketawa jangan ditahan tahan " ujarku ketus

" hahaha ... kau itu, kau cemburu aku akrab denganya , aku jarang berbicara denganya , lagi pula ... aku terkadang bersikap dingin kepadanya , dan itu demi janjiku padamu dan parahnya kau cemburu ? " ujar woozi terkekeh .

Aku sedikit kesal denganya , apa salahnya cemburu ?

" berhentilah bersikap seperti itu " pinta woozi padaku .
Namun aku tak merespon permintaanya

" berhenti melakukan itu , atau .... " ancam woozi menaikkan satu alisnya

" atau apa! " gertakku

" Atau.... Cup! " aku tersentak saat woozi tiba tiba mengecup pipiku secara tiba tiba
Aku sedikit tersentak karena itu ... pipiku memerah secara tiba tiba

" yakk!!! Apa yang kau lakukan ?!?! " gertakku

" itu lanjutan dari atau ... kau masih tak mau berhenti mendiamkanku ? " ujar woozi melipat tanganya dan kembali duduk dengan santainya

" ini tempat umum " ujarku meninggikan suaraku , dan pipiku semakin memerah dan panas

" tak ada yang melihat ... " jawabnya santai dan semakin membuatku kesal .

" berhenti menatapku seperti itu " ujarku menoyor kepalanya pelan .

Woozi tersenyum kearahku , dan tak lama kemudian pesanan kami datang ... but, yang mengantarnya bukan pelayan yang tadi , aku benar benar bersyukur bukan pelayan itu ... kurasa dewi fortuna sedang berpihak padaku

[TBC]

MIAN KALAU LAMA

But dont forget for Vote and Coment guys 😉

Please VOTE!!!!! for me!!!!

VOTE!!!

VOTE!!!

VOTE!!!

I Am PromiseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang