Dedicated for: hyunhwp
PG-13 | Sad, Angst | Park Chanyeol – Kim Minhee, Byun Baekhyun | Vignette
Chanyeol berjanji dia akan kembali besok, dan mencintai Minhee sekarang.
Lalu, kapan besok yang dimaksud oleh Chanyeol?
Park Chanyeol sedang bersiap dengan baik. Dia memasukkan pakaiannya dalam koper, semua yang kira-kira dia perlukan selama pergi. Chanyeol tak perlu koper yang besar, dia hanya memakai yang kecil. Sementara itu, dia juga sudah menyiapkan gitarnya. Oh ya, gitar itu juga akan dibawanya dalam tur kali ini.
Oh ya, sebuah tur yang disebut "Tur Inspirasi Chanyeol". Aneh bukan? Chanyeol menamainya demikian karena itu adalah tur di mana dia mencari inspirasi untuk lagu-lagunya. Ada sebuah kelompok kecil yang sering menciptakan lagu yang bagus, dan Chanyeol tergabung di dalamnya. Chanyeol bersama seseorang yang bersuara merdu bernama Kim Jongdae, dan seorang musisi China bernama Zhang Yi Xing.
Terkadang Chanyeol berpergian bertiga, sendiri, atau berdua bersama kekasihnya. Ah ya, Chanyeol hampir lupa pamit kepada kekasihnya itu. Sementara Kim Jongdae dan Zhang Yi Xing sudah menunggunya dengan barang mereka.
Kaki Chanyeol bergerak cepat menuruni anak tangga rendah di apartemennya itu. Chanyeol pikir dia harus menyetir dengan cepat, ke apartemen kekasihnya, lalu berpamitan dengan mesra seperti di drama. Tapi, kekasihnya ada di sini. Buruknya, dia sedang berkacak pinggang dengan wajah masam.
"Hai, wajahmu tak enak dilihat, Sayang." Chanyeol nyengir lebar-lebar. Oh, teman baiknya ada di sana. Jika Chanyeol pencipta lagu, maka temannya itu penyanyi. "Byun Baekhyun! Kita tak akan berjumpa lagi sepertinya!" pemuda itu benar-benar menebar senyumannya. "Oh ya, Jongdae-ya, Yi Xing Hyung, kapan pesawat kita take off?"
Kim Minhee merasa Chanyeol acuh tak acuh padanya. Dia kesal karena Chanyeol tak mengabarinya dan sekarang bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Tapi memang itu sifat Chanyeol.
"Ya, kalau kaukira seperti itu." Baekhyun menjawab acuh tak acuh.
"Kita akan take off sekitar 5 jam lagi." Jongdae menjawab. Yi Xing mengangguk. "Kita harus segera berangkat atau kita tertinggal. Sekarang?"
Chanyeol mengibaskan tangannya. "Kalian duluan, aku mau pamit pada kekasihku!"
"Ya, untungnya kami sudah berpamitan pada kekasih kami!" Yi Xing menyahut, lalu semua pemuda kecuali Chanyeol ke luar dari apartemen.
Tersisa Chanyeol dan Minhee berdua. "Maaf aku tidak mengabarimu. Kupikir kau pasti dengar dari Baekhyun, aku benar-benar lupa. Aku sibuk sekali. Bukan berarti aku membencimu. Aku ... kau tahu aku kan?"
"Kapan kau kembali?"
"Besok!"
"Lalu?"
"Aku mencintaimu," Chanyeol berkata dengan volume rendah, "untuk sekarang."
"Sekarang? Bagaimana dengan kemarin?"
"Aku mencintaimu kemarin, dan sekarang."
"Bagaimana dengan besok?"
"Aku tidak akan mencintaimu besok."
"Apa kau bercanda?"
"Kim Minhee." Chanyeol memegangi bahu Minhee dan sedikit merunduk untuk menyamai tinggi mereka, mata Chanyeol menatap langsung mata Minhee. "Aku memang Park Chanyeol yang berteman dengan Byun Baekhyun, dan kami memang senang bercanda. Tapi, hei! Aku tak pernah bercanda tentang aku mencintaimu."

KAMU SEDANG MEMBACA
EXO Random Fictions
Fiksi Penggemar[OPEN REQUEST--inbox!] Imagines, drabbles, ficlets, vignettes, and oneshots about my and your biases. Kim Minseok [KMS] - Lu Han [LH] - Wu Yi Fan [WYF] - Kim Joonmyeon [KJM] - Zhang Yi Xing [ZYX] - Byun Baekhyun [BBH] - Kim Jongdae [KJD] - P...