Jam dinding di kamar, menunjukkan pukul tiga pagi.
"Hoam, Alhamdulillah." ucap Wirda lalu berdo'a setelah bangun tidur.
"Dib.. Diba bangun yuk, kita tahajud rame-rame.. Dib, diba." ucap Wirda membangunkan Adiba yang masih tertidur lelap.
"Hah? Iya, apaan?" sahut Adiba dalam keadaan belum bangun benar.
"Bangun dib, kita tahajud-an bareng." ucap Wirda menepuk pundak adiba pelan.
"Iyaa.. Okeh," Adiba kemudian duduk, membaca do'a setelah bangun tidur dan meminum segelas air putih yang terletak di meja tidurnya.
"Udah yuk.. Gue mau wudhu dulu yah, lo bangunin yg lain."
"Iyaaa."
•••
"Dib, izinin gue ya ke Ustadzah Scralle kalo gue mau keluar sebentar," Mohon Hanan pada Adiba yang kini sibuk menyalin buku catatan milik Hanan.
"Hah? Lo mau ngapain keluar?" tanya Adiba tercengang mendengar perkataan Hanan tadi.
"Gue mau beli Kerudung.. Soalnya kerudung gue yang warna coklat udah jelek banget, trus nih ya.. Snikers gue yang warna abu-abu udah jebol dib, kebetulan umi gue abis transfer katanya." jelas Hanan.
"Ohhh, oke deh.. Hati-hati lo ya! Maaf gue gk bisa nemenin lo," kata Adiba simple.
"Iya, ohya.. Lo mau gue beliin apa gitu?" tanya Hanan membenarkan jilbabnya yang terlipat.
"Seriusan nih?!" Adiba meletakkan pensilnya yang sudah tumpul.
"Iyaa." jawab Hanan dengan wajah sumringah.
"Beliin aku note book yaa.. Note book aku udah hampir penuh," ucap Adiba menaikkan kedua alisnya.
"Yaa."
•••
"Alhamdulillah, uangnya cukup. Lebih banget malah makasih banget ya Allah." ucap Hanan dalam batinnya, memasukkan kembali uangnya ke dalam tas kecil miliknya.
'Sssrrrrttttt' seorang laki laki menarik tas kecil milik Hanan. ya, dia adalah jambret!
"Jambret! Tolong.. Malingg!," Teriak Hanan, dia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. Dia begitu ceroboh memperlihatkan uang-uangnya tersebut.
Segerombolan orang mengejar penjambret itu, begitupun pula yang dilakukan Hanan. Dan ketika Hanan mengejarnya ada seorang pengendara mobil menabrak Hanan.
Betapa buruk nasib Hanan saat ini, dia terbaring lemah di rumah sakit ArAzhar.
Lalu dokter cantik menggunakkan hijab masuk kedalam ruangan tempatnya terbaring.
•••
"Han.. Kamu kenapa? Kamu gapapa kan?" tanya seorang remaja putri seumurannya.
"Cieee, aku-kamu. Berasa pacaran gue," ledek Hanan.
Padahal baru aja bangun, resek ya. 'Gunggam Adiba.
"Etdah bocah,"
"Hehe, btw gue gapapa kok dib," Hanan lalu senyum-senyum sendiri.
"Ya ampun han! Gue lupa ngasih tau Miss. Scralle kalau lo izin keluar! Aduhhhh metong gue."
"Ye, gimana sih dib."
"Ya, sorry."
•••
"Lo yakin han, kalo lo udah pulih?" tanya Adiba mengingatkan Hanan yang kini tertatih dan dirangkul olehnya.
"Iya dib.. Sudahlah, cepat bantu gue masuk kedalam taksi ini."
---
"Gue denger kabar kalo Hanan sakit ya?" tanya Asyraf datang lalu duduk di samping Farhan.
"Yeee, gue udah tau." ucap Farhan lalu memasukkan kacang ke dalam mulutnya.
"Pasti dari Adiba ye?" tanya Asyraf merebut bungkus kacang milik Farhan.
"Iya ah, elah lu! Gak pake ngerebut kacang gue kali." jawab Farhan mengambil alih bungkus kacang yang tadi direbut Asyraf.
"Beliin gue donk," rengek Asyraf seperti anak kecil.
"Beli diri gih," jawab Farhan melemparkan sebuah kacang ke arah atas mulutnya, lalu meninggalkan Asyraf.
"Hanan sakit apaan raf?" tanya Shiddiq menutup buku yang dia baca tadi.
"Katanya kecelakaan," jawab Asyraf membuka alqur'annya.
"Innalillahi, bener syraf?" tanya Shiddiq tak percaya.
"Iyaa.. Udeh ya! gue mau muroj'ah dulu."
•••
"Wir, lo tau gak gimana keadaan Hanan sekarang?" tanya Dianty duduk di kasur wirda yang bercover pita-pita volcadot.
"Katanya si Diboy sih mereka lagi otw kesini, liat ajah statusnya si diba."
•ON BBM
Adibaa!
Otw ArAzhar with Hanan. Syafakillah kesayanganku!62 Likes
_____
Adibaa!
Gimana keadaan Hanan
sekarang? [R]Alhamdulillah, dah bae kok!
Kita kangen sama Hanan
taooo! [R]Gue enggak?:((
Loh? Tadi kan kita udah
ktmu? [R]Yaudah, gue udah sampe gerbang arAzhar nih ..
_____Terdengar bunyi bel kamar mereka.
"Assalammu'alaikum." ucap Hanan dan Adiba memberi salam.
"Aaaaaaa, akhirnya lo balik juga han! Gue kangen lo tau gak?!" ucap Dianty histeris memeluk Hanan.
"Aaauuuu.." rintih Hanan.
"Dianty.." Wirda menatapnya, Lalu Dianty pun melepaskan kedua tangannya yang tadi memeluk Hanan dengan erat.
"Wa'alaikumsalam." jawab Shirin.
"Eh, ma-maaf Wa'alaikumsalam." jawab Dianty kagok.
"Sudah han, kamu duduk aja dulu." ucap Shirin menepuk tempat yang dimaksud untuk di duduki Hanan.
Kemudian Hanan duduk ditempat tersebut, dan ia tersenyum dengan wajah yang amat pucat.
"Lo gapapa kan han?" tanya Wirda takut Hanan kenapa kenapa.
"Gapapa kok wir.."
"Ini ujian buat lo, kita juga.. Kita kan sahabat jadi kalo yang satu sakit, pasti kita juga ngerasain sakitnya."
"Bener tuh kata Wirda," ucap Shirin tersenyum.
"I-iyaa," ucap Dianty kagok.
Entah kenapa Dianty suka gini.
"Gue setuju!" seru adiba.
"Ah, ngikut ngikut ae lu." ucap Wirda ngelek Adiba.
"Hahaha, makasih ya guys!" tawa Hanan lalu tersenyum bahagia, dia beruntung bisa mendapatkan Sahabat seperti mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shine Promise [21/21]
Fanfiction[Completed] - Bercerita tentang janji 5 orang anak perempuan dengan persahabatan mereka. Dalam perjanjian itu, ada salah satu janji yang tidak memperbolehkan mempunyai 'teman laki-laki'. Di zaman sekarang, apakah bisa janji itu telaksana? Baca aja y...