15 : pergi?

55 5 0
                                    

Happy read,& don't 4get 4 tap a star.

__________

Hari ini berjalan seperti biasa. Hanan dkk, sudah sejak minggu kemarin kembali ke ArAzhar junior high boarding school sekaligus rumah kedua bagi mereka.

"Guys! You know what!?" Dianty sangat exited seperti ingin memberitahu berita penting, yang dapat menggetarkan dunia.

"Tau apa?" tanya adiba yang berhenti merapihkan kamar bersejarah bagi The Shine ini.

"Viewers QnA kita telah ditonton satu juta kali oleh pengguna youtube!" jawab Dianty bangga.

"Its crazy? Are you kidding dant!?" tanya Shirin gak percaya. Dianty mengangguk.

"Gokil, beneran? Padahal gue liat viewers terakhirnya 200 ribu apa kalo gak salah," ucap Adiba mencoba mengingat ingat.

"Iya. Ue juga!" seru Hanan yang dari tadi hanya diam.

"Congrats guys!" ucap wirda yang baru hadir, tapi seperti ada masalah diwajahnya.

"Thanks, but kamu kenaps?" tanya Dianty agak-agak alay gitu.

"No problem," jawab Wirda kemudian tiduran dikasurnya.

Gimana cara gue ngasih tau mereka kalau begini aja rasanya pengen nangis. -Wirda membatin.

Dia kenapa? Apa ada masalah ya? Tapi kenapa gak cerita ke kita? Or gue aja gitu? -Fikir Hanan.

"Han? Lo kenape juga?" tanya Adiba heran. Hanan hanya menggelengkan kepalanya.

Semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Wirda? Dia pergi ke taman ArAzhar jhbs putri. Untuk menenangkan diri, setelah mendengar berita dari ayahnya.

Shirin sedang sibuk bermain facebook di laptopnya. Sedangkan, hanan pergi keluar kamar karena dipanggil Miss Grythaa untuk membantunya.

Wirda? Dia sedang berusaha memperbaiki hafalannya yang dia rasa kurang baik. Adiba dan Dianty sibuk bermain catur yang baru diberikan oleh Fadhil yang baru saja liburan, kemana tau.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar The Shine. Wirda inisiatif langsung membuka pintu, dan bicara pada seseorang.

"Ada apa kak?" tanya Wirda pada Nadiya.

Ternyata seseorang itu Nadiya. Kalo kamu lupa, nadiya itu siapa? Nadiya itu kakak kelas mereka.

(Fyi, dia wakil osis ArAzhar hbs.)

"Wirda, ada surat dari ayah kamu. Ini, jangan lupa dibaca ya, katanya penting banget." jawab Nadiya memberikan sepucuk surat.

"Makasih kak,"

Setelah berbicara pada Wirda, Nadiya segera pergi entah kemana.

Wirda segera membuka surat dari ayahnya dikasurnya setelah ia menutup pintu kamar.

Dianty tiba-tiba merasa sakit perut, sedangkan Hanan sedang berada di dalam kamar mandi kamar. Dengan terpaksa dia menggunakkan toilet di dekat aula ArAzhar jhbs putri.

Setelah Dianty selesai pada masalahnya, saat dia melewati taman. Dia melihat wirda sedang berdiam diri di taman.

What happend?

"Wir? Are you oke?" tanya Dianty kemudian duduk disamping Wirda.

Wirda terdiam, Dianty merasa aneh. Tidak seperti biasanya Wirda bersikap seperti ini. Dia pun bertanya lagi.

"Wir, lo bisa kok cerita ke gue."

Wirda masih terdiam. Dianty gak mau kalah, dia terus berusaha membuat Wirda berbicara walau sepatah pun dia berjanji untuk diam.

"Gue gak mau ngomong apapun. Tinggalkan gue sendiri, thank you," jawab Wirda lalu terdiam lagi.

Dianty sadar. Kalau orang sedang ingin sendiri, biarkan dia menyendiri. Jangan pernah membuat kesal seseorang yang sedang sedih atau galau. Karena itu bisa berakibat fatal.

Hanan membuka buku diary-nya dan menuliskan apa yang terjadi dihari ini. Curhat, bisa dibilang seperti itu.

Kenapa seseorang harus datang kalau ujung ujungnya akan pergi?

Tanpa sengaja, Shirin membaca kalimat itu dibuku Hanan. Dan menjawabnya,

“Karena kalau seseorang itu tidak pergi kita gak bakal pernah tau gimana rasa kehilangan."

Hanan segera menutup buku diary-nya. Lalu menoleh ke arah Shirin yang berada tepat dibelakangnya.

"Sejak kapan lo disitu?" tanya Hanan.

"Itu jawab-annya, coba bayangin deh. Kalo kamu gak pernah ngerasa kehilangan kan gaseru, kita gabisa sedih, nangis, atau bahkan bahagia. Karena ALLAH telah memberikannya walau  hanya sementara,"

Azekk Shirin..

"Adem nek," jawab Hanan pada Shirin lalu mereka tertawa besama.

"Anjir, si tante sa ae."

Shirin lalu duduk dimeja belajarnya dan membuka Al-Qur'annya, untuk menghabiskan target kholash 1juz.

(Fyi; Kholash itu selesai dalam bahasa arab)

x sisi lain x

Rasyid sekarang sedang belajar untuk ujian harian matematika besok, tiba-tiba sesosok Wirda lewat di otaknya, membuat dirinya tidak fokus belajar lagi.

"Diq, menurut lu cara buat melupakan seseorang gimana?" tanya Rasyid pada Shiddiq.

"Lupain? Maksud lo perempuan? Aciah, babang rasyid ugh." Shiddiq mulai alay kawan, sejak kapan diqq?

"Kok alay sih lu? Sejak kapan yaloh?!"

"Hahaha, ketularan gua sama anak alay di youtube, cantik sih." Shiddiq prontal kale.

"Overdosis lu, eh gimana anjir." Rasyid masih penasaran.

"Kalo lo udah ngelupain juga pasti ada yang mengingatnya, dan lo bakal inget lagi. Percuma bro!" qoutes of the day eh,

"Eh iya. Bener, kok pinter sih lu? Tumben, gara-gara youtuber alay nan cantik kali tuh. Punya manfaat gapapa dah,"

The Shine Promise [21/21]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang