17 : A Long Chapter

53 4 0
                                    

Gue yakin pasti ini bakal panjaaaangg, banget. Wish you all liked~

---

Raihan. Raihan wijaya, anak ArAzhar High Boarding School. Yang banyak digandrungi anak perempuan sekolahannya, bahkan dari JHBS.

Awalnya dia seorang yang baik, care sama siapapun. Tapi entah kenapa dia memiliki sebuah rencana, yang akan menghantui dirinya.

Via telfon ~

Raihan : Shiddiq lo dimane?
Shiddiq : di kelas, gue kan nak rajin.
Raihan : ye serah lo. Eh ke rooftop sekolah deh, gue lagi download film baru. Lo pasti suka!
Shiddiq : anjir, rooftop sekolah? Kan katanya--
Raihan : ah cemen lo. Bilang aja gak berani,

Tut.. Tut..
Sambungan telfon telah diputuskan oleh Shiddiq.

Brak!
Pintu rooftop dibuka seseorang.

"Katanya takut," Raihan meledek Shiddiq. "Gue gak bilang gitu ya," bantah Shiddiq lalu berjalan menuju tempat raihan duduk. Lalu ia duduk disana.

Sekarang mereka berada di rooftop sekolah yang katanya angker, karena jarang digunakan dan banyak penghuninya kata orang-orang.

Tapi hanya orang tertentu yang diperbolehkan kesini, Raihan selaku ketua osis dia pastilah diperbolehkan kesini.

Bahkan rutin setiap 2 hari sekali, pada tanggal ganjil dia kesini. Tapi, anehnya gak ada yang pernah tau kebiasaan Raihan itu.

Kecuali.

Nadiya.
» Stalkernya Raihan sejak awal bertemu.

Mereka duduk tepat dipinggir persis gedung sekolah. Ohya, rooftop ini gak keliatan dari bawah jadi kayak misteri gitu, makanya dibilang angker.

Tapi, biasanya cowok. Bodo amat, ini kesukaan gue. Walaupun itu membayakannya, kalo nyaman?

Tiba-tiba mereka tertawa. Ada bagian komedinya memang, Shiddiq refleks menepuk punggung Raihan. Dia terjatuh, ya! Ter-ja-tuh.

Siapa yang jatuh thor?

Shiddiq. Shiddiq yang terjatuh.

Karena setelah Shiddiq menepuk pundak Raihan cukup keras. Raihan membalasnya, tapi malang. Shiddiq malah terjatuh.

Raihan bingung harus apa. Berlari. Menghilangkan barang bukti! Dia gak mau kalau dia dituduh telah membunuh Shiddiq, yang telah ia anggap seperti adiknya.

---

"Gue kok kaya liat orang jatoh ya?" Hanan berkata pada dirinya saat melihat keatas. "Yakali dah," jawab Hanan sendiri, dia anggap kalau dia hanya berimajinasi.

"Bener han! Itu Shiddiq!" seru Dianty agak panik. "Woi kita harus gimana?" Hanan ikutan panik duh.

"Eh-eh, dia pengen mendarat. Gimanaaaa?" Dianty gak kalah panik.

Kebetulan bu Lulu lewat, dia bagian kebersihan. Sedang membawa single bed-nya UKS. Hanan segera merebut single bed itu dari bu Lulu.

"Danty!" Dianty menengok, peka. Hanan mendorong single bad beroda itu kearah Dianty, dengan segera Dianty mencoba menolong. waktu mereka gak banyak.

Bu Lulu ingin mencegahnya namun dia sadar dan segera berlari. Dia bergegas memanggil guru putra atau saptam.

By the way, gedung putra-putri bersebrangan, saling berhadapan. Leter U, yang di tengah ruang guru dll.

Syukurlah, tubuh Shiddiq belum menyentuh dataran a.k.a lapangan besar ArAzhar.

Usaha mereka berhasil.

The Shine Promise [21/21]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang