I thought that I've been hurt before
But no one's ever left me quite this sore
Stitches, Shawn Mendes👣
"Gaez, gue mau ke toilet bentar yaa!" izin Hanan pada kelompoknya.
"Yaudah, trus kenapa? Mau ditemenin?" tanya Shiddiq, hm.
"Wahhh, gak bener nih." Wirda menegur sedikit.
"Eh, neng Rasyid. Bercanda doang kok," Shiddiq tertawa kecil.
"Eh napa gue dah yang kena?" tanya Rasyid bingung.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA," semua tertawa.
Tanpa babibu—Hanan segera lari menuju toilet yang diberi tahukan Adiba.
The time is over.
"Diq! Hape gue mana?" tanya Hanan pada Shiddiq. Mereka sedang berada di depan globe Jungleland persis.
"Kok tanya sama gue?" tanya Shiddiq sok gak tau. "Ya kan lo tadi yang pegang," jawab Hanan yakin, eh amat yakin.
"Tapi tadi kan elo yang pake terakhir. Lagian, nyalahin orang aja bisanya." Shiddiq melangkah jauh dari Hanan.
IHHHHH. Seandainya dia dimusnahkan dari muka bumi! —Hanan membatin.
The Shine Promise
"Wir? Are you okey?" tanya Shirin agak kalap. Wirda hanya mengangguk, kakinya masih sakit, Shirin masih berusaha untuk menelepon teman teman yang lain.
Bus sudah melaju pergi meninggalkan tempat wisata itu. Meninggalkan sejuta kenangan yang terukir disana.
"Capek banget gue," Dianty yang biasanya memecah suasana, kini dia kelelahan akibat tingkahnya di Jungleland yang over tadi.
"Gue juga kali!" seru Adiba menguap-ngantuk. Hanan yang berada di tengah mereka hanya terfokus pada buku novel yang sedang ia baca, ditemani dengan earphone-nya.
Tanpa sadar mereka tertidur cukup lama. Hingga pak Aldi membangunkan mereka, untuk memberitahu bahwa mereka akan segera sampai rest area.
"Shir, wir! Kit--" Dianty terdiam melihat kursi di samping mereka kosong. Dimana Shirin dan Wirda?
Masalah muncul, ternyata Shirin dan Wirda tertinggal. Hanan, Adiba dan Dianty berusaha membujuk para guru untuk kembali kesana.
Namun apa daya, mereka tidak boleh egois. Teman teman mereka yang lain ingin cepat kembali ke asrama, untuk istirahat.
Setelah selesai menunaikan sholat wajib, mereka kembali ke bus masing-masing. Tiba-tiba mobil bus yang ditumpangi Hanan dan kawan kawan berbunyi, ban bus itu meledak, semua harus turun. Menunggu datangnya bus pengganti.
Adiba punya ide gila. Dia mengajak Hanan dan Dianty untuk kabur. Kembali kesana, menjemput Sahabat nya.
Pak Aldi bilang kalau akan ada dari pihak sekolah yang kembali menjemput Wirda dan Shirin. Tapi, kalau mereka ada apa-apa sebelum pihak sekolah datang bagaimana?
Dengan modal uang yang mereka bawa dan handphone dianty yang masih full batery mereka nekat pergi, pura pura ke toilet lalu kabur menggunakan taksi online.
Mereka coba menghubungi Shirin-Wirda. "Shir! Ada telfon dari Dianty!" seru Wirda girang. Pasalnya, pulsa di handphone mereka sudah habis. Shirin segera mengangkat telfon tersebut.
Speaker mode on—
Hanan : woi. Lu pada dimana?
Wirda : Salam dulu han..
Hanan : iya-iya, Assalammu'alaikum sahabatku. Kalian dimana sekarang?
Wirda : Wa'alaikumsalam, nah! Gitu dong.
Dianty & Adiba : HAHAHAHAHA.
Hanan : jangan ketawa! Kalian dimana?
Shirin : kita masih di area deket globe Jungleland nih, yang bagian caffe-caffe nya gitu.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shine Promise [21/21]
Fanfiction[Completed] - Bercerita tentang janji 5 orang anak perempuan dengan persahabatan mereka. Dalam perjanjian itu, ada salah satu janji yang tidak memperbolehkan mempunyai 'teman laki-laki'. Di zaman sekarang, apakah bisa janji itu telaksana? Baca aja y...