Twelve : Move On!

157 11 4
                                    

Sekarang adalah hari kedua Hanan liburan. Senang dia rasanya! Bisa seharian bersama Her Lovely Bed.


"Kak Bani?" tanya Hanan pada Kak Arbani yang sedang ngaca di kamar Hanan. "Apa sih," jawabnya sambil memberi gel pada rambutnya.

"Kakak mau ke lokshoot ya?" tanya Hanan mengganti posisi. Tiduran—Duduk, "Yoi, emang kenapa? Mau ikut?" tanyanya sambil bercermin, dan membenarkan rambutnya.

Ganteng. Untung kakak, kalo gak udah gue gebet kali. batin Hanan.

"Gak kok. Eh, berarti aku dirumah sendiri dong?" tanya Hanan lagi. "Ya gak lah," jawab laki-laki itu simple.

"Lah? Emang ada siapa lagi?" tanya Hanan heran. "Penunggu rumah ini.. Hihihi," jawabnya seraya menakuti Hanan.

Kalo mati lampu gimana? Trus hujan deras. Penuh gemuruh? fikir Hanan.

"Ngapain? Bengong lagi dek?" tanya Kak Arbani menekan kata lagi. "Pasti lagi ngebayangin kalo kamu lagi dirumah, sendirian, mati lampu, trus hujan deres. Petir saling menyambar?" tanya Arbani duduk disamping Hanan.

"Kok tau sih?"

"Yah, elah dek. Pikiran kamu kan sempit. Yang dipikirin 'kalo mati lampu gimana?' Yaelah, kakak sampe apal kali," ledek Arbani.

"Kak bani mah gituuu. Aku ikut ke lokshoot kakak deh, boleh kan?" tanya Hanan seraya memohon, sambil menatapnya penuh harap.

"Iya-iya. Jangan natap kakak kayak gitu, Cepet! Kakak gak mau nunggu lama." jawabnya lalu keluar dari kamar Hanan.

"CEPET! LAMA TINGGAL." teriaknya.

•••

"Kak bani lokshoot nya dimana?" tanya Hanan pada kakaknya yang sedang fokus menyetir. "Di belakang Ragunan," jawab Arbani yang masih fokus menyetir.

"Kalo gitu aku tunggu di Ragunan aja ya," jawab Hanan. "Loh? Emang kenapa?" tanya Arbani heran.

"Males ah ke lokshoot kak bani. Ntar, dihate sama fans kakak kalo aku sombong." jawab Hanan jujur.

"Kenapa?" tanya Arbani lagi.

"Kakak kan tau aku, aku orangnya cuekkan kak. Apalagi sama orang asing." jawab Hanan menoleh ke arah jendela mobil.

"Terserah kamu."

Radifan? Iya! Itu radifan. Temennya Wirda, fikir Hanan, ketika melihat seseorang sedang berjalan di trotoar.

"Kak. Aku turun disini aja ya," pinta Hanan. "Emang kenapa sih? Ntar kalo kamu ilang siapa yang repot coba?!" tanya Arbani khawatir pada adik satu satunya itu.

"Slow kak." jawab hanan meyakinkan kakak keduanya itu. "Byeee."

"Hey! Pastikan hape kamu selalu aktif. Bawa powerbank! Sama charger-annya." Arbani penuh perhatian lalu memberikan powerbank miliknya yang masih Full.

"Tapi kak. Kakak?"

"Udah. Kakak jalan yah,"

"Bye!"

The Shine Promise [21/21]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang