Awal

1.3K 68 3
                                    

Ku langkahkan kaki ku riang menuju ke akademi Konoha, sekolah setingkat TK yang berdiri dengan indahnya di desaku.
Gerbang utama sekolah itu terbuka dengan sendirinya ketika aku berhenti di depannya. Karena penasaran, ku angkat kepala ku untuk memastikan bahwa aku sedang tidak di ikuti oleh siapapun. Kalau-kalau tokoh di serial film Hantu yang sering ku baca muncul dengan sendirinya.
Namun akhirnya aku bisa menarik nafas lega ketika ku lihat dua orang pria muda dengan lambang konoha dikepalanya serta rompi khusus untuk ninja Konoha. Mereka sedang melambaikan tangan dengan cengiran lebar ke arahku.
'Sungguh pagi yang menyenangkan!' Batinku riang sembari melanjutkan perjalananku kedalam gedung sekolah baruku ini.

Baru saja aku melangkah setengah jalan menuju tempat tujuan, dengan bermodal rasa penasaran pun aku memutuskan untuk berlari kecil ke tempat sumber suara berasal. Siapa tahu saja aku bisa mulai mendapatkan teman baru.
Terlihat para gadis kecil sepertiku sedang mengerumuni seorang pria yang memiliki rambut seperti pantat ayam.
"Ugh apa hebatnya pria itu?" Cibirku kesal.

"Hei kau tidak boleh menghinanya, atau kau akan berhadapan dengan kami." Ucap seorang gadis yang menepuk bahunya dari belakang. Sontak akupun menoleh.

"Siapa kau?"

"Aku? Panggil saja Ino. Yamanaka Ino."

"Ah baik."

"Dan kau sendiri siapa, gadis aneh?"

"Ck aku tidak aneh asal kau tahu." Geramku kesal.

"Tentu kau aneh! Coba kau lihat warna rambutmu itu!"

"Memang apa salahnya sih memiliki rambut seperti ini?!!" Bentakku kesal.

NORMAL POV

Seketika perdebatan mereka mengambil alih perhatian para fangirl si pantat ayam itu. Para gadis yang sedari tadi mengerubunginya beralih tempat ke tempat perkelahian Sakura dengan 'teman' barunya yang bernama Ino itu.

"Apakah kau tidak bisa diam saja dan berhenti mengolokku?" Tanya Sakura kesal. Oh tentu saja gadis kecil itu berbakat dalam pengendalian emosi. Yang sebenarnya adalah dia berusaha menenangkan diri, daripada di serbu oleh fangirl tadi yang merupakan sekutu dari 'teman' barunya ini.

"Tidak. Karena orang aneh memang pantas di hina, betul kan teman-teman?" Tanya Ino sembari menjambak rambut Sakura.

"Ya tentu saja!!!" Seru rombongan para gadis pemuja pria itu.

"Kuso! Jika kau hanya mengolok aku memaklumi mu, namun kau sampai berbuat kasar begini.. Aku tak akan tinggal diam!" Bentak Sakura menahan titik air matanya karena kesakitan.

"Bisa apa kau gadis merah muda? Umm atau ku sebut gulali saja? Kau hanya sendirian disini! Perhatikan sekelilingmu baik-baik." Jawabnya santai.

Sakura melihat sekeliling dan mendapati sekawanan Ino berdatangan. Bertambah banyak jumlahnya. "Kuso." Umpat Sakura kesal.

"Bagaimana? Masih berminat sok kuat?" Tanya Ino bangga.

"Kau yang sok kuat Yamanaka! Coba lihat gadis cherry itu menahan kesakitan fisik dan psikisnya karna ulahmu dengan sendirian. Sementara kau yang tidak mendapatkan perlakuan apapun darinya malah membawa para 'prajurit' gilamu itu!" Ucap seorang pria yang sedang duduk bersantai di belakang kerumunan itu sembari terus memperhatikan.

Sontak semua mata mengalihkan perhatian. Mencoba mencari asal suara yang membela gadis merah muda itu.

"Siapa kau? Berani sekali membelanya!" Tanya seorang fangirl.

"Uchiha Sasuke." Jawab pria itu sinis sembari memunculkan tubuhnya tiba-tiba tepat disamping Sakura.

"K-kau? Sasuke-kun.. I-ini tidak seperti dugaanmu.. Kami hanya b-bermain saja kok." Jawab Ino dengan tergagap sembari menundukkan kepalanya.

The Pain of Sadness (Sasusaku)Où les histoires vivent. Découvrez maintenant