Note: siapin tisu sekerdus buat baca chap yang penuh kebaperan ini.
-oOo-
Gadis kecil berambut gulali itu kini sudah beranjak dewasa. Seiring dengan kerja kerasnya berlatih selama 3 tahun setelah sang pria yang di damba pergi begitu saja, kekuatannya pun kini sudah jauh berbeda.
Sebut saja dia Haruno Sakura. Sesosok wanita yang telah mempersiapkan sebuah hati baja untuk membiarkan dirinya tetap mendamba.
Kini ia sedang dalam misi pengejaran mantan shinobi Konoha yang kini menjadi penjahat level S itu. Dari Konoha ia bersama teman-teman seperjuangannya, berbekal kebutuhan yang cukup untuk memulai suatu perjalanan panjang.
Tak lupa satu yang terpenting..
Dia juga menyiapkan hati baja nya agar dapat membunuh langsung si bungsu Uchiha yang sudah bertahun-tahun lamanya tak beranjak dari hatinya.
Ia mendapati sesosok manusia berambut pantat ayam melewatinya secepat kilat. Karena merasakan ada sesuatu yang janggal, ia mengubah arah tujuannya dan mengikuti pria itu.
Sakura tercengang hebat ketika pria itu berhenti tiba-tiba, sementara ia masih pada kecepatan awal. Saat sudah semakin dekat, terlihat sesosok pria yang sepertinya seumuran dengannya, berkulit putih mulus bak porselen, serta memakai baju yang berwarna biru keputihan yang dibelakangnya terdapat tanda khusus sebuah klan.
Lambang kipas merah putih.
Ninja medis nomor 2 di Konoha itu kini berhenti melangkah. Mengamati pria yang sekarang jaraknya tidak lebih dari 3 meter didepannya.
SAKURA POV
Sensasi apa ini...
Aku seperti merasa tidak asing dengan tampak belakang seseorang yang seperti ini...
Aura dingin ini..
Seperti sesuatu yang sudah biasa ku rasakan..Pria ini..
Sepertinya masih memiliki kehangatan yang terpendam..
Jauh di lubuk hatinya..Dan sungguh, aku mengenalmu.
Masih merindukanmu disetiap malamku..
Mengharapkan cintamu..Apakah di malam ini kita masih lah berbicara sebagai seorang teman? Atau berubah menjadi musuh?
Uchiha Sasuke..
-oOo-
"Sakura, apa itu kau?" Tanya nya tanpa menoleh, dengan nada datar. Ralat, nada yang sangat dingin dan menusuk.
'Apa yang sudah kau lalui, Sasuke? Jika bukan karena aku menyayangimu sebagai sahabatku, atau mencintaimu sebagai seorang pria.. Mungkin aku sudah tidak dapat mengenalimu.'
"Hn?" Dia berkata lagi. Menunggu jawaban pasti. Sepertinya kau sekarang suka mendominasi percakapan, eh? Uchiha Sasuke?
"I-iya.. Aku memang Haruno Sakura. Selamat bertemu lagi, Sa-sasuke-kun." Jawabku sedikit tergagap. Perlu kalian ketahui, ini bukan karena aku terlalu akrab dengan Hinata. Tentu bukan. Naluri kegugupan ini muncul begitu saja ketika si pantat ayam sialan itu membalikkan badan.
Dia..
Semakin tampan..
*BUGHH*
'Heh apa-apaan kau ini?'
'Kau sedang dalam misi bodoh! Lupakan perasaanmu itu! Bawa dia kembali terlebih dahulu!' Inner ku menceramahiku habis-habisan. Aku hanya memutar mata di dalam hati dan lalu mengabaikannya.
"Kau pasti tidak sendiri.." Tebaknya.
'Mengapa kau jadi begitu lembut? Aku ragu dapat menahan hati baja ku lebih lama dari ini.'

ESTÁS LEYENDO
The Pain of Sadness (Sasusaku)
Fanfic"Seharusnya dari awal aku sadar diri, bahwa cintamu takkan pernah untukku. Namun biarkanlah aku tetap berfantasi seolah kau milikku, setidaknya hal itulah satu-satunya cahaya kebahagiaanku." -Haruno Sakura (Sasusaku)